LIGA CHAMPIONS

Liverpool lolos karena jitu memanfaatkan peluang

Para pemain Liverpool merayakan gol dalam kemenangan 4-1 atas tuan rumah FC Porto di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB.
Para pemain Liverpool merayakan gol dalam kemenangan 4-1 atas tuan rumah FC Porto di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. | Fernando Veludo /EPA-EFE

Liverpool berhasil menggenapi prediksi dengan ketajaman memanfaatkan peluang untuk melaju ke semifinal Liga Champions. Bahkan The Reds lolos dengan kemenangan agregat 6-1 atas FC Porto.

Setelah menang 2-0 pada leg pertama di Anfield; Liverpool memetik kemenangan 4-1 di kandang Porto, Stadion Dragao, Portugal pada Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. Liverpool menegaskan kedigdayaan mereka jika menghadapi Porto di pentas Eropa; menang lima kali dan imbang tiga kali tanpa kalah.

Skor ini adalah gambaran perbedaan kedua tim dalam memanfaatkan peluang. Liverpool bermain efektif dan Porto tampil mubazir.

Porto memang harus bermain menyerang untuk mengejar defisit gol. Tidak heran mereka mengurung Liverpool selama 20 menit pertama.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Porto meraih enam peluang meski tidak satu pun bisa menjadi gol. Lima upaya menjauh dari target dan hanya satu yang mengarah ke gawang Liverpool (on target).

Pada detik ke-37, tembakan Jesus Corona dari tepi kotak penalti melebar. Lalu Moussa Marega memiliki tiga kesempatan mencetak gol.

Pada menit ketujuh, bola tembakan Marega hanya mengarah ke kiper Alisson Becker. Enam menit kemudian, bola sundulannya melebar, demikian pula semenit berikutnya.

Porto juga punya dua peluang lain pada durasi awal itu, seluruhnya oleh Pepe. Namun sundulannya pada menit ke-10 melebar, begitu juga dengan tembakannya pada menit ke-17.

Sementara Liverpool langsung mencetak gol hanya dari kesempatan pertamanya menyerang. Bola operan Mohammed Salah dimanfaatkan oleh Sadio Mane untuk mencetak gol tandang.

Gol ini sempat dianulir karena hakim garis mengangkat bendera tanda Mane offside. Namun video bantuan (VAR) menunjukkan bahwa Mane onside saat Salah melepas bola.

Porto berupaya lagi mengejar defisit gol. Tapi lagi-lagi peluang menguap begitu saja. Usaha Yacine Brahimi pada menit ke-29 berhasil ditaklukkan Becker. Demikian pula usaha lanjutan Corona pada menit ke-40.

Marega mendapat peluang lain setelah turun minum, menit ke-50. Namun, bola sundulannya melebar. Begitu pun bola tandukan Hector Herrera empat menit kemudian.

Liverpool lantas mendapat peluang baru pada menit ke-65. Kali ini melalui serangan balik, Salah berhasil menundukkan kiper legendaris Iker Casillas.

Sementara Porto mendapat gol hiburan melalui sundulan bek Eder Militao pada menit ke-70. Namun pada menit ke-81, upaya terakhir Porto melalui Soares gagal.

Dibandingkan Liverpool, Porto memang kalah tajam dalam laga ini. Liverpool hanya dua kali gagal dari enam upayanya di depan gawang Porto; tembakan James Milner pada menit ke-45 melebar dan tendangan bola Mane dari serangan balik melambung pada menit ke-72.

Sedangkan dua upaya lain melalui Roberto Firmino pada menit ke-76 dan Virgil van Dijk pada menit ke-83 berhasil memastikan skor menjadi 4-1. Jadi, sekali lagi, Liverpool jauh lebih baik dan jitu memanfaatkan peluang.

Porto melepas total 12 upaya, tapi hanya empat yang on target dan satu menjadi gol. Sementara delapan usaha lain off target. Berbeda dengan Liverpool yang mengoptimalkan empat upaya on target-nya menjadi gol.

Pelatih Porto Sergio Conceicao pun mengakui hal itu. Soal timnya yang gagal memanfaatkan serangkaian peluang, pelatih 44 tahun ini menilainya tetap positif.

"Liverpool cuma punya empat tembakan on target, tapi bisa mendapat empat gol. Mereka punya kualitas dan tim yang sangat kuat," ujar Conceicao, eks pemain Porto yang pernah memperkuat tiga klub Italia selama karier bermainnya.

Seluruh penggawa Porto menilai hasil ini tak adil bagi para suporter mereka yang memenuhi Stadion Dragao. Namun hasil ini setidaknya masih lebih baik dibanding pertemuan dengan Liverpool di tempat yang sama pada 16 Besar musim lalu ketika kalah 0-5, tiga gol di antaranya dicetak Mane (hat-trick).

Juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp, menegaskan kegembiraannya. Pelatih asal Jerman ini pun tak sabar untuk menghadapi Barcelona pada semifinal nanti. "Saya pikir kami adalah satu-satunya semifinalis yang mampu mencapai fase itu musim lalu.

"Ini akan menjadi pertemuan pertama dengan Barcelona bagi saya di luar pertandingan persahabatan. Jadi saya menantikannya," tutur Klopp.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR