LA LIGA SPANYOL

Madrid yang sakit dan Zidane yang terancam

Ronaldo (kiri) dan Modric (kanan) tengah meratapi gol yang dibuat Villarreal. Dalam pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu pada Sabtu (13/1/2018) malam WIB, Madrid kalah 1-0. Hasil ini membuat poin mereka tetap berjarak 16 dengan pimpinan klasemen La Liga Spanyol, Barcelona.
Ronaldo (kiri) dan Modric (kanan) tengah meratapi gol yang dibuat Villarreal. Dalam pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu pada Sabtu (13/1/2018) malam WIB, Madrid kalah 1-0. Hasil ini membuat poin mereka tetap berjarak 16 dengan pimpinan klasemen La Liga Spanyol, Barcelona. | Kiko Huesca /EPA-EFE

Menjalani tiga pertandingan terakhir di La Liga Spanyol, hanya meraih poin satu dari dua kali kalah dan sekali imbang. Itulah capaian Real Madrid di awal 2018 ini. Terakhir, Sabtu (13/1) malam WIB, mereka dikalahkan Villarreal 1-0 di Santiago Bernabeu.

Gol Pablo Fornals 6 menit menjelang waktu normal berakhir, menjadi satu-satunya gol di laga ke-18 Madrid di La Liga.

Kini, mereka pun tertinggal 16 poin di belakang pimpinan klasemen sementara La Liga, Barcelona, yang meraih 48 poin dari 18 pertandingan. Pertanyaan yang kemudian menyeruak adalah, ada apa dengan Madrid?

Mungkin, sebagian dari Anda, akan menjawab dengan nada gurau, "tidak ada apa-apa tuh". Sejatinya, Anda keliru. Karena kini Madrid memang tengah bermasalah. Penampilan mereka menurun drastis bila dikomparasikan dengan musim-musim sebelumnya.

Dalam 22 bulan terakhir, Madrid tampil luar biasa di bawah asuhan Zinedine Zidane. Memenangi delapan dari 10 kemungkinan trofi di semua ajang--termasuk La Liga. Musim ini, mereka justru seperti tak memiliki taji di hadapan lawan-lawannya.

Santiago Bernabeu pun berubah, dari tempat yang ingin dihindari lawan, menjadi tempat bermain asyik bagi mereka. Bayangkan, dari 11 laga Madrid di sana di La Liga, mereka tiga kali kalah dan dua kali imbang di sana.

Kini, Madrid pun terancam mengulangi musim terburuk mereka di La Liga dalam 21 tahun terakhir, yakni pada 1995/1996 (finis di posisi keenam). Mereka hanya beda 1 poin dari peringkat 5, Villarreal (31 poin) dan 4 poin dari peringkat keenam, Sevilla (29 poin).

Kembali ke pertanyaan tadi, ada apa dengan Madrid? Setidaknya ada dua masalah utama--di mana salah satunya diamini Zidane.

Yang pertama, mental. "Mungkin ini berkaitan dengan aspek mental yang menghentikan kami dari kemenangan," ucap Zidane, pasca laga melawn Villarreal semalam, seperti dikutip dari Sky Sport.

Kedua adalah lini serang yang tak kunjung tajam. Mungkin sebagian dari Anda akan mengatakan, lini belakang Madrid juga bermasalah, sebab musim ini mereka sudah empat kali kalah dan lima kali imbang.

Mungkin, pernyataan itu tak salah, namun rasanya kurang tepat.

Pasalnya, lini belakang Madrid tak buruk-buruk amat musim ini. Mereka memang sudah kebobolan 17 kali. Tapi toh, hanya tiga tim yang punya catatan lebih baik: Barcelona (7 kali kebobolan) dan Atletico Madrid (8 kali).

Masalahnya ada di lini serang. Musim lalu, total hingga akhir musim, para pemain depan Madrid mampu membobol gawang lawannya hingga 106 kali. Ronaldo, menjadi yang terbanyak dengan 25 kali.

Di luar dia, Alvaro Morata (15 gol), Karim Benzema (11) dan Isco (10) juga cukup rutin, mampu mencetak double digit. Musim ini, Madrid tak banyak kehilangan pemainnya, hanya Morata saja yang ditransfer ke Chelsea.

Namun mereka masih memiliki penyerang-penyerang jempolan macam Gareth Bale, dan Marco Asensio. Sayangnya, sejauh ini jumlah gol Madrid masih minim, terbanyak di La Liga hanya empat gol saja: Ronaldo, Isco, Bale, dan Asensio.

Untuk hal ini, pertandingan melawan Villarreal semalam bisa menjadi contoh yang baik. Menurut data Whoscored, Madrid cukup menguasai jalannya pertandingan, dengan melakukan penguasaan bola hingga 58 persen.

Mereka, juga mampu melepaskan 28 tembakan ke gawang Villarreal. Menurut catatan Opta, jumlah tersebut adalah yang terbanyak yang pernah dibuat Madrid musim ini.

Akan tetapi, dari 28 tadi, hanya tujuh yang tepat sasaran. Berbeda dengan Villarreal, dari 10 tembakan, empat tepat sasaran dan 1 berbuah gol.

Selain itu, menurut analisis dari Sky Sport, Guillem Balague dan Peter Smith, merosotnya jumlah gol Madrid tak lepas dari kontribusi kedua pemain bek sayap mereka. Dani Carvajal dan Marcelo, sebagai pilihan utama, tampil tidak sesukses musim lalu.

Musim lalu, keduanya mampu berkontribusi dalam 16 gol bagi Madrid. Musim 2017/2018, sejauh ini mereka hanya berkontribusi 2 gol saja, yakni dari Marceo dengan 1 gol dan 1 assist.

Dengan segala catatan di atas, khususnya melawan Villarreal, Zidane mengatakan bahwa ia tak dapat mengkritik para pemainnya. Sebab, menurut pelatih asal Prancis tersebut, para pemain sudah melakukan semua yang mereka bisa.

"Saya tak dapat mengkritik para pemaian," ucapnya, seperti dikutip dari Fox Sport. "Kami telah melakukan semua yang kami mampu. Dan tak ada penjelasan kenapa bola tak mau masuk ke gawang."

Saat ini, sejumlah media menyebut posisi Zidane kini di bawah tekanan--meski dia baru saja menandatangani kontrak hingga 2020. Indikatornya mudah, yakni komparasi antara dia dan mantan pelatih Madrid, Rafael Benitez.

Dari 18 laga yang mereka mulai sejak awal musim, Benitez yang mampu meraih 37 poin dipecat. Saat ini, dari 18 laga Madrid, Zidane hanya mampu membawa Ronaldo dkk. meraih 32 poin.

Yang membedakan keduanya adalah capaian. Zidane sudah meraih banyak gelar, sedangkan Benitez, belum. Mungkin, hal inilah yang membuat kondisi Zidane lebih diuntungkan di mata manajemen Madrid.

Kini, Zidane mengatakan, apa yang bisa dilakukan oleh dia dan para pemain Madrid adalah menatap ke depan dan terus berjuang. "Hasil ini (melawan Villarreal) adalah menyakitkan. Ini adalah pukulan yang nyata. Tapi kamu harus menatap ke depan dan berjuang," ucapnya di laman resmi Madrid.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR