LIGA PRIMER INGGRIS

Man City dekati rekor berusia 125 tahun

Para pemain City tengah berusaha membobol gawang Watford pada pekan 15 Liga Primer Inggris di Stadion Vicarage Road, Watford, Inggris, Rabu (5/12/2018). City menang dengan skor 2-1.
Para pemain City tengah berusaha membobol gawang Watford pada pekan 15 Liga Primer Inggris di Stadion Vicarage Road, Watford, Inggris, Rabu (5/12/2018). City menang dengan skor 2-1. | Neil Hall /EPA-EFE

Kemenangan 2-1 Manchester City atas Watford pada pertandingan ke-15 Liga Primer Inggris (EPL), Rabu (5/12/2018) dini hari WIB, tak hanya memperkokoh posisi mereka di papan klasemen. Begitu juga dengan rekor yang sudah bertahan ratusan tahun.

Menjalani laga di Stadion Vicarage Road, Watford, City berhasil menang lewat Leroy Sane pada menit ke-40 dan Riyad Mahrez (51). Tuan rumah hanya mencetak gol hiburan pada menit ke-85 melalui gol Abdoulaye Doucoure.

Dengan hasil ini, City berhasil mengoleksi 41 poin dan memperlebar jarak dengan peringkat kedua sementara, Liverpool (36). Angka 41 tersebut adalah hasil dari 13 kemenangan dan dua kali imbang.

City menyamai rekor tak terkalahkan dalam 15 laga awal dalam pentas EPL. Namun, ini tidak istimewa karena sejumlah klub Inggris pernah melakukan itu. Dalam satu dekade terakhir pun Manchester Biru pernah dua kali melakukannya; 2012-13 dan 2017-18.

Namun, City memecahkan rekor jumlah perbedaan gol memasukkan dan kemasukan yang sudah bertahan 125 tahun. Dengan hasil di pekan ke-15 tadi, City berhasil menjaring 45 gol di gawang lawan dan "hanya" tujuh kali kebobolan.

Artinya, dalam 15 laga pertama mereka dalam kompetisi tertinggi di tanah Ratu Elizabeth, selisih gol City adalah plus 38. Sekarang silakan Anda cari perbedaan jumlah gol memasukkan-kemasukkan sejak kompetisi Liga Inggris musim 1893/94.

Tidak ada satu pun klub yang membuat jumlah perbedaan sedemikian besar dalam 15 laga pertama. Perbedaan terbesar dalam sejarah Liga Inggris terjadi pada 1892/93, kala Sunderland menjalani 15 laga pertamanya dengan diferensiasi gol plus 39.

Dengan fakta tersebut, The Citizens pun menorehkan sejarah sebagai klub pertama dalam 125 tahun terakhir yang mampu membuat catatan memasukkan-kemasukan terbesar. Satu rekor yang mungkin sulit dibuat pada waktu mendatang.

Memang, City begitu mendominasi EPL musim ini. Keberhasilan mereka menduduki posisi pertama pun bukan kebetulan karena sejauh ini mereka sudah bertemu para tim unggulan EPL.

Mereka mengalahkan Chelsea 2-0, demikian pula Arsenal. Lalu Tottenham Hotspur ditundukkan 1-0, serta Manchester United dibekap 3-1. Hanya Liverpool yang mampu menahan 0-0.

Mantan pemain timnas Wales yang kini menjadi pundit BT Sport, Robbie Savage, dapat sedikit menggambarkan dominasi City musim ini.

"Saya tidak melihat ada tim yang mampu menghentikan mereka saat ini. Serahkan Piala EPL kepada mereka sekarang. Mereka tim yang bagus," kata Robbie dalam akun Twitter resmi BT Sport.

Orang luar boleh saja berkata demikian. Namun, Pelatih City, Josep "Pep" Guardiola, mempunyai catatan tersendiri soal timnya. Jika Kevin De Bruyne dkk. tak segera mematikan lawan dalam sebuah pertandingan, mereka akan menderita pada akhir laga.

Catatan tersebut ia kemukakan pascalaga menghadapi Watford. Untuk bisa mematikan lawan sejak awal, menurut pelatih asal Spanyol itu, timnya harus mencetak 3 gol terlebih dahulu.

Sayang, City tak mampu melakukan itu meski tampil sangat dominan, dengan penguasaan bola hingga 66 persen. Walhasil, mereka menderita pada akhir pertandingan, khususnya setelah Watford mencetak gol di menit akhir.

"Anda tak dapat bersantai dalam EPL. Dalam EPL, Anda harus membuat gol ketiga dan kami tak mampu melakukan itu hari ini. Itulah mengapa kami menderita pada akhir pertandingan," ucap Pep di laman resmi City.

Pep berujar demikian bukan dalam rangka mengejar catatan yang sudah ratusan tahun tak tercipta. Menurutnya, perbedaan tiga gol adalah murni menciptakan garis aman untuk memenangi pertandingan.

"Ini bukan tentang memecahkan rekor. Ini murni soal memenangi pertandingan," ucap Pep dalam BBC.

Soal kemenangan City ini, pelatih Watford, Javi Gracia, tak heran. Menurutnya, City merupakan tim yang sangat bagus meski ia berpendapat pemainnya sudah menunjukkan permainan apik.

"Anda tahu, mereka selalu mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang," kata Gracia. "Saya sangat bangga kepada pemain. Sulit bersaing dengan tim yang sangat bagus. Kami menunjukkan karakter dan hasrat."

Pada dini hari tadi, EPL tidak hanya memainkan laga Watford dengan City saja. Pada pertandingan lain, West Ham United menundukkan Cardiff dengan skor 3-1, Brighton & Hove Albion memukul Crystal Palace 3-1, AFC Bournemouth menang 2-1 atas Huddersfield Town.

BACA JUGA