LIGA PRIMER INGGRIS

Manchester City kembali ke puncak klasemen

Penyerang Manchester City, Gabriel Jesus (tengah), disambut Kevin de Bruyne (kanan) dan Bernardo Silva usai mencetak gol ke gawang Everton di Goodison Park, Liverpool, dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (7/2/2019) WIB.
Penyerang Manchester City, Gabriel Jesus (tengah), disambut Kevin de Bruyne (kanan) dan Bernardo Silva usai mencetak gol ke gawang Everton di Goodison Park, Liverpool, dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (7/2/2019) WIB. |

Prediksi itu akhirnya terwujud. Liverpool kehilangan posisi puncak klasemen Liga Primer Inggris (EPL) dan Manchester City kembali menempatinya.

Hasil imbang Liverpool di kandang West Ham United pada Senin (4/2/2019), disambut kemenangan City 2-0 di kandang Everton pada Kamis (7/2) dini hari WIB. City kini mengantongi nilai 62 seperti halnya Liverpool tapi unggul selisih gol walau sudah bermain satu kali lebih banyak --26 kali.

Uniknya, dua gol kemenangan City di Goodison Park, Liverpool, dicetak pada ujung masing-masing babak. Aymeric Laporte mencetak gol pertama pada menit 45 dan Gabriel Jesus melakukannya bahkan pada masa injury time --menit 96.

Gol pada akhir laga seperti Jesus itu sangat jarang terjadi dalam EPL. Menurut Opta, pemain asal Brasil itu adalah pencetak gol kasip terbaru sejak Alexis Sanchez melakukannya untuk Arsenal ke gawang Burnley (menit 97) pada Januari 2017.

Bagi City, ini adalah posisi teratas edisi pertama mereka sejak 15 Desember 2018. Ketika itu Liverpool menyitanya dari tangan mereka.

Namun, Liverpool membuang kesempatan untuk unggul dengan telak dalam perburuan gelar juara. Sepekan lalu, misalnya, Liverpool punya peluang untuk unggul tujuh angka saat menghadapi Leicester City di Anfield.

Namun, pada akhirnya skuat Jurgen Klopp tertahan 1-1. Skor serupa pun diraih ketika melawat ke West Ham di London. Sementara pada masa yang sama, City justru terus meraih kemenangan.

Liverpool menjalani episode negatif dalam kompetisi EPL pada awal 2019. Lima pertandingan dilalui dengan kekalahan dari City, menang dua kali, dan imbang dua kali.

Menurut Sky Sports, faktor pengalaman mungkin menjadi pembeda antara Liverpool dan City. Liverpool sudah lama tak menjuarai EPL --terakhir kali pada musim 1989/90, sedangkan City juara tiga kali dalam satu dekade terakhir.

Liverpool masih bisa merebut posisi puncak lagi apabila mampu menundukkan Bournemouth pada Sabtu (9/2) nanti. Namun, momentum adalah milik City.

"Sang juara bertahan mampu menangani beban dan merespons kekalahan mengejutkan dari Newcastle United (30/1) dengan cara terbaik," tulis Sky Sports.

Komentar Pep Guardiola, pelatih City, pun menegaskan bagaimana timnya belajar dari pengalaman di jalur juara.

"Beberapa hari lalu, kami ketinggalan (dari Liverpool). Sekarang kami berada di puncak. Pelajarannya adalah jangan pernah menyerah," ujar pelatih asal Spanyol ini dalam BBC.

Pep menambahkan bahwa pelajaran itu berlaku untuk semua atlet, bukan hanya sepak bola. Jangan berhenti berjuang karena nasib bisa berubah seketika.

"Kami sudah memainkan satu laga lebih banyak dari Liverpool, tapi ini hal terbaik yang kami bisa lakukan. Faktanya kami bisa ketinggalan 10 poin dari Liverpool sebulan lalu," imbuh Pep.

Di sisi lain, kemenangan City disambut kekesalan sejumlah suporter Liverpool. Seperti ditunjukkan laman Joe.co.uk, para pendukung Liverpool heran mengapa Everton tidak memainkan sejumlah pemain intinya sejak menit awal.

Pelatih Marco Silva mencadangkan pemain termahal Richarlison dan pemain senior Gylfi Sigurdsson. Bagi suporter Liverpool, keputusan Silva seolah menggembosi The Reds dan membantu City.

Sedangkan Silva tak menggubris hal itu. Pelatih asal Portugal ini justru heran mengapa harus bermain empat hari setelah kalah 1-3 dari Wolverhampton Wanderers di tempat yang sama, Sabtu (2/2).

Itu sebabnya Silva merasa harus melakukan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran. "Saya tak mengerti mengapa harus bermain malam ini, sungguh berat bagi kami," tuturnya dalam jumpa pers.

Lebih lanjut pelatih 41 tahun ini menyoroti salah satu gol yang menjebol gawang Jordan Pickford. Silva menilai gol pertama City melalui sundulan seharusnya tak perlu terjadi. "Saya harus membahasnya bersama para pemain, ini tidak normal," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR