Marquez berharap bisa taklukkan Red Bull Ring

Aksi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat menjadi pebalap pertama yang melintasi garis finis GP Cek pada Minggu (6/8/2017).
Aksi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat menjadi pebalap pertama yang melintasi garis finis GP Cek pada Minggu (6/8/2017).
© Martin Divisek /EPA

Pebalap Repsol Honda sekaligus juara dunia 2016, Marc Marquez, boleh mendominasi balapan MotoGP di Brno, Republik Cek, pada pekan lalu (Minggu, 6/8/2017). Namun di Austria nanti (13/8), pebalap Spanyol itu justru harus menghadapi tantangan berat.

Marquez sebenarnya sedang menjalani performa apik dalam dua balapan terdahulu, GP Jerman dan GP Republik Cek, yang diakhiri dengan posisi pertama di podium. Namun situasi itu belum tentu bisa membantu di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, nanti.

Rekam jejak Marquez di Austria tidak bagus. Pada edisi 2016, pebalap 24 tahun ini finis di urutan lima. Itu sebabnya pebalap asal Spanyol ini berharap bisa memperbaikinya.

"Kami kesulitan di sikuit Red Bull Ring tahun lalu, semoga tahun ini berbeda. Brno juga sirkuit yang menantang bagi kami, tapi berakhir dengan hasil fantastis. Jadi kami menuju Austria dengan rasa positif," ujar Marquez dikutip Wheels24.

Selepas balapan di Brno, Honda melakukan serangkaian tes pada Senin (7/8). Mereka menguji beberapa setting motor untuk balapan selanjutnya, terutama setelan akselerasi, stabilitas rem, dan pengurangan daya angkat ban depan (wheelieing).

Tentu saja Honda tak mengungkap detail setelan apa yang digunakan. Dani Pedrosa, rekan setim dan senegara Marquez yang finis di posisi dua pekan lalu, hanya menyatakan tim sudah mantap dengan setelan untuk Red Bull Ring.

Namun Pedrosa enggan kelebihan percaya diri. "Lagi-lagi faktor cuaca bisa memengaruhi, kami harus siap dengan segala kondisi...," katanya dalam Motorcyclenews.

Persoalannya, Honda tak sendiri. Rival mereka, Movistar Yamaha, juga punya masalah serupa untuk mengarungi balapan di Red Bull Ring.

Bahkan Maverick Vinales, yang tertinggal 14 poin dari Marquez dalam dua besar klasemen sementara, tetap menilai dua pebalap Honda adalah unggulan karena keberhasilan di Cek menjadi suntikan motivasi.

Yamaha sebenarnya punya modal bagus untuk melakoni balapan di Austria. Saat tes seusai rangkaian di Brno, Vinales dan Valentino Rossi mencatat waktu tercepat.

Rossi, sembilan kali juara dunia yang masih menghuni posisi empat klasemen, menceritakan menguji banyak hal dalam tes hari Senin di Brno. Tes itu membuat tim punya pemahaman lebih banyak pada motor.

"Sekarang kami menuju sirkuit di Austria yang tidak menguntungkan kami, saya berharap bisa bertarung untuk hasil bagus," tukas legenda asal Italia tersebut.

Apapun, baik Honda maupun Yamaha, harus mewaspadai Ducati. Maklum, dua posisi pertama pada GP Austria 2016 justru ditempat wakil Ducati --Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso.

Bahkan Bikesportnews memprediksi Jorge Lorenzo, pebalap Spanyol yang menggantikan Iannone mulai musim ini, bisa meraih gelar juara perdananya bersama Ducati di Austria.

Saat di Brno, Lorenzo sebenarnya memulai lomba dengan baik saat balapan masih dalam kondisi basah. Namun begitu kondisi kering, termasuk mengganti motor (flag-to-flag), Lorenzo justru terseok dan hanya finis di posisi 15.

Tidak heran pebalap asal Spanyol itu berharap GP Austria berlangsung dalam kondisi basah. "Tentu saya juga ingin juara dalam kondisi kering dan lintasan Austria secara teori lebih baik untuk Ducati. Kita tunggu apakah saya cukup prima untuk bersaing meraih kemenangan," tuturnya.

Rossi pun mengunggulkan Ducati, terutama Dovizioso --kolega senegaranya. "Saya perkirakan Ducati menjadi lawan tangguh, seperti tahun lalu. Semoga kami bisa mendekati Dovizioso yang selalu sangat tangguh seperti halnya di Brno," pungkas Rossi.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.