MOTOGP

Marquez datang, Ridwan Kamil siap bangun sirkuit

Pembalap MotoGP Marc Marquez berkeliling kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019).
Pembalap MotoGP Marc Marquez berkeliling kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019). | Jessica /Antara Foto

Pebalap tim MotoGP Repsol Honda, Marc Marquez, berkunjung ke Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019). Ia bertemu dengan Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate. Tak lama setelah itu, sang gubernur langsung mengumumkan rencana untuk membangun sirkuit MotoGP di provinsi tersebut.

Menurut Kang Emil--sapaan akrab sang gubernur--sudah ada dua investor yang menyatakan ketertarikan mereka untuk membangun sirkuit baru yang sesuai dengan standar MotoGP di Jawa Barat.

Ia tak menyebutkan siapa kedua investor tersebut, tetapi memaparkan bahwa tanah yang dibutuhkan mencapai luas 200 hektare dan akan mulai dibangun tahun depan. Sebagai lokasi, Pemerintah Provinsi Jabar akan menyiapkannya di sekitar Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.

Kawasan tersebut, menurut Emil dalam Kompas.com dan detik.com, dipilih karena pantai utara akan menjadi daerah pengembangan utama Pemprov Jabar. Selain itu, letaknya yang dekat dengan bandara akan mempermudah persiapan logistik perlombaan dan datangnya wisatawan yang ingin menyaksikan balapan.

Pada kawasan Bandara Kertajati juga nantinya akan dibangun kompleks perhotelan, membuatnya semakin menarik untuk membangun sirkuit di dekatnya.

"Sirkuit ini harus dalam radius perhotelan. Sehingga pariwisata bisa maju. Rencananya di Bandara Kertajati. Supaya orang kalau datang (bandara) gampang," kata Emil.

Sebagai awal, tahun ini Pemprov Jabar akan menjajaki kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan para investor. Sementara pembangunan sirkuit kemungkinan akan dimulai pada 2020.

"Orang yang datang ke saya pengusaha lokal. Tahun ini MoU dulu dan orang itu ingin membuka peluang bisnis event olahraga tersebut (MotoGP)," kata Emil dikutip Merdeka.com.

Meski perjalanan masih panjang, Gubernur Jabar menyatakan siap untuk bersaing dengan dua daerah lainnya--Palembang di Sumatra Selatan dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat--yang juga berencana membangun sirkuit agar bisa menghelat MotoGP atau Formula 1.

Ia yakin Jabar nantinya bisa menang bersaing dalam perebutan hak menjadi tuan rumah MotoGP karena keunggulan akses dan jumlah penduduk dibandingkan dua pesaing tersebut.

"Kalau di Jabar perfect karena jumlah penduduknya sangat besar yang merupakan konsumen dari motor," ujarnya. Emil yakin penyelenggaraan MotoGP bakal mendongkrak potensi ekonomi Jabar, terutama pada bidang pariwisata.

Sebenarnya ada satu sirkuit lain di Jawa Barat, yakni Sirkuit Internasional Sentul di Kabupaten Bogor, yang pernah menjadi tuan rumah GP 500, kelas teratas balap roda dua sebelum era MotoGP dimulai, pada 1997. Sirkuit tersebut dikelola oleh PT Sarana Sirkuitindo Utama (SSU) pimpinan Tinton Soeprapto.

Krisis perekonomian yang kemudian menghantam Indonesia menggagalkan rencana Sirkuit Sentul untuk terus menjadi tuan rumah GP 500.

SSU, dibantu pemerintah Indonesia, pernah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah MotoGP pada 2017 tetapi gagal karena masalah dana perbaikan sirkuit.

Tahun lalu, saat Presiden Joko Widodo datang ke Sentul, SSU mengumumkan rencana untuk kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah MotoGP 2020. Tinton saat itu menyatakan ada pengusaha Singapura, Patrick Tan, yang bersedia mengucurkan dana Rp500 miliar untuk renovasi sirkuit dan sarana pendukungnya.

Marquez naik Bandros, main angklung

Sementara itu, sebelum bertemu dengan Ridwan Kamil, Marc Marquez sempat menyapa para penggemarnya di jalanan Kota Bandung, Sabtu (9/2). Pebalap asal Spanyol tersebut menaiki Bandung Tour on Bus (Bandros), bus beratap terbuka untuk wisata.

Juara dunia MotoGP 2018 itu tak tampak lelah walau baru menyelesaikan sesi tes awal tahun di Sirkuit Sepang, Malaysia, Marquez terus melambaikan tangan dan melempar senyum kepada warga yang berdiri di sisi jalan pada jalur sepanjang 16 km antara Trans Studio Mall di Jl. Gatot Subroto hingga Gedung Sate.

Di halaman depan Gedung Sate, ia sempat mencoba Honda CBR 250RR, menemani Ridwan Kamil yang menunggangi Honda CMX 500 Rebel.

Pada Minggu (10/2), Marquez mendatangi Saung Udjo untuk belajar main angklung, alat musik tradisional Jawa Barat. Ia tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, bahkan ikut berjoget diiringi irama angklung.

"Ini acara yang paling seru," kata pebalap berusia 25 tahun itu, dikutip detikcom.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR