MOTOGP

Marquez gembira, Vinales marah pada Lorenzo

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (tengah) merayakan kemenangan balap MotoGP Grand Prix Catalunya di Barcelona, Spanyol, bersama pebalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo (kiri) dan pebalap Ducati Danilo Petrucci (kanan) Minggu (16/6/2019).
Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (tengah) merayakan kemenangan balap MotoGP Grand Prix Catalunya di Barcelona, Spanyol, bersama pebalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo (kiri) dan pebalap Ducati Danilo Petrucci (kanan) Minggu (16/6/2019). | Albert Gea /Antara Foto/Reuters

Balapan bukan cuma ditentukan oleh teknis kendaraan, tapi juga keberuntungan. Itulah yang terjadi dalam lomba balap MotoGP pada Grand Prix Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (16/6/2019).

Dalam lomba, pebalap Repsol Honda Marc Marquez menjadi juara. Namun empat pebalap lain yang sempat berada di kelompok terdepan merana lantaran terlibat dalam kecelakaan bareng.

Semua pebalap terdepan sebenarnya punya keunggulan teknis atau motornya mengalami peningkatan performa. Di luar Marquez dan juara balapan terdahulu di Mugello, Italia, Danilo Petrucci; sedikitnya ada tujuh pebalap lain yang bisa ikut bersaing di kelompok terdepan.

Fabio Quartaro, misalnya, menempati posisi terdepan (pole position) karena menjadi pebalap tercepat dalam latihan bebas 2, 4, dan kualifikasi. Namun saat balapan dimulai, motor pebalap Petronas Yamaha SRT ini kalah cepat dari Marquez.

Sementara motor Ducati milik Andrea Dovizioso bisa melesat dari baris kedua start hingga menempel Marquez. Demikian pula Petrucci, rekan setim Dovizioso, yang start dari baris ketiga.

Bahkan hanya dalam setengah putaran (lap) pertama, enam pebalap ada di depan. Selain Marquez, Dovizioso, dan Petrucci; ada pula Jorge Lorenzo dari Repsol Honda yang start dari posisi 11 serta dua pebalap Monster Energy Yamaha --legenda Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Lantas pada putaran kedua terjadi insiden karambol di tikungan 10. Marquez di posisi kedua menyalip Dovizioso, sementara Lorenzo berusaha melewati Vinales persis di mulut tikungan.

Namun, Lorenzo jatuh ke sisi kanan dan langsung menjatuhkan Dovizioso. Motor pebalap Italia ini kemudian menjatuhkan Vinales dan Rossi yang muncul belakangan tak kuasa menghindar sehingga terjatuh pula di luar lintasan.

Keempat pebalap itu tak bisa melanjutkan lomba karena motor masing-masing rusak. Sedangkan Marquez yang lolos dari insiden melaju dengan nyaman di depan, diikuti tiga pebalap yang juga selamat dari kecelakaan karambol; Petrucci, Alex Rins, dan Quartaro.

Persaingan ketat dialami tiga pebalap yang disebut belakangan. Mereka berebut posisi dua, tapi pada akhirnya Quartaro menjadi runner-up dan Petrucci finis ketiga.

"Kemenangan ini untuk tim yang sudah bekerja dengan baik. Ini balapan yang indah," tutur Marquez dipetik SuperSport.

Marquez pun makin kokoh di puncak klasemen pebalap dengan keunggulan 37 angka dari Dovizioso di posisi kedua. Sedangkan Rins, debutan dari tim Suzuki Ecstar, menempati posisi ketiga sembari dibayangi Petrucci di posisi 4.

Pebalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales (kiri) menunjukkan kemarahan kepada Jorge Lorenzo (kanan) usai kecelakaan karambol di Sirkuit de Barcelona-Catalunya dalam GP Catalunya di Spanyol, Minggu (16/6/2019).
Pebalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales (kiri) menunjukkan kemarahan kepada Jorge Lorenzo (kanan) usai kecelakaan karambol di Sirkuit de Barcelona-Catalunya dalam GP Catalunya di Spanyol, Minggu (16/6/2019). | Enric Fontcuberta / EPA-EFE

Vinales marah

Adapun Vinales marah terhadap kejadian ini dengan mengarahkan telunjuknya ke Lorenzo, sesama pebalap Spanyol. Vinales berharap Lorenzo dihukum keras dengan balapan dari posisi terbelakang pada balapan selanjutnya di Assen, Belanda.

"Dia melakukan kesalahan pebalap pemula, padahal dia 5 kali juara dunia," kata Vinales dilansir Crash.net.

Lebih lanjut, Vinales mengatakan Lorenzo sebenarnya bisa menunggu jika ingin menyalip dan bukan memaksakan diri di tikungan. "Dia bisa menyalip saya di lintasan lurus saat kami lambat. Dia hanya perlu menunggu empat tikungan lagi," papar Vinales yang mendapat hukuman penalti tiga posisi start karena dianggap melakukan aksi berbahaya dengan menghalangi Quartaro saat kualifikasi.

Meski demikian Vinales mengakui bahwa hal seperti ini memang bisa terjadi dalam balapan. Rossi pun mengatakan hal yang sama.

Namun, Rossi kecewa lantaran merasa akhir pekannya cukup bagus dan motor Yamaha M1-nya tampil baik dalam semua urusan teknis. "Pergelangan kaki sedikit sakit sebab kaki saya dijepit dua motor. Inilah balapan, kadangkala ini terjadi," tutur pebalap asal Italia ini soal efek dari insiden.

Di sisi lain, Lorenzo yang belum pernah finis 10 besar sepanjang musim 2019 minta maaf dan mengakui sudah melakukan kesalahan. Pebalap 32 tahun ini menjelaskan tikungan 10 adalah lintasan yang sulit karena terlambat mengerem motor akan fatal akibatnya.

"Itu yang terjadi. Saya menyalip dengan biasa, tidak terlalu cepat. Tapi tikungan semakin dekat dan saya mengejar Andrea (Dovizioso) serta menghindari sentuhan dengan sedikit mengerem dan akhirnya kehilangan cengkeraman ban depan," tuturnya dalam Motorsport Week.

"Saya minta maaf kepada Valentino (rossi), Andrea (Dovizioso), dan Maverick (Vinales). Insiden itu bukan salah mereka, tapi saya," imbuh bekas pebalap Yamaha dan Ducati ini.

Sementara Marquez membela rekan setim dan senegaranya itu. Menurut Marquez, insiden itu hanya soal kesialan.

“Lorenzo berada di jalurnya, tapi dia kehilangan ban depan. Dovi dan Vinales berada di luar jalur dan motor Lorenzo mengenai mereka," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR