LIGA 1 INDONESIA

Maut membayangi laju Persib

Beberapa pemain Persib Bandung dan Persija Jakarta bersitegang dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Persib menang tipis 3-2.
Beberapa pemain Persib Bandung dan Persija Jakarta bersitegang dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Persib menang tipis 3-2. | Novrian Arbi /Antara Foto

Persib Bandung makin kokoh di puncak klasemen Liga 1. Kemenangan 3-2 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018), membuat Persib unggul enam angka dari PSM Makassar di posisi kedua.

Adapun Persija menempati peringkat tiga dengan nilai sama (36) atau kalah delapan angka dari Persib seperti halnya Bali United (4), Madura United (5), dan Bhayangkara (6). Namun Bali United bisa mendekati Persib dengan selisih lima angka bila mampu mengalahkan PS Tira di Gianyar, Bali, hari ini (24/9).

Persib berhasil meraih angka penuh dengan dramatis karena gol kemenangan tercipta saat injury time empat menit hanya tersisa kurang lebih satu menit. Gol itu dicetak oleh bek tengah Persib, Bojan Malisic.

"Ini momen terbaik dalam hidup. Saya sulit mengungkapkan perasaan yang ada. Ini luar biasa," tukas pemain asal Serbia berusia 33 tahun ini dalam laman resmi Liga 1.

Persib sebenarnya dua kali unggul, tapi dua kali pula dibalas Persija. Ezechiel N'douasel mencetak gol lebih dulu pada menit 28 dengan tembakan setengah voli.

Lalu Persija membalas lewat sundulan Jaimerson da Silva Xavier pada masa injury time babak pertama. Persib kembali unggul pada menit 60 melalui tembakan penalti Jonathan Bauman setelah Renan da Silva kedapatan handball di kotak terlarang.

Persija belum menyerah. Lima menit kemudian giliran Rohit Chand melakukan gol balasan 2-2. Namun upaya Persija untuk membawa pulang satu poin akhirnya sirna karena aksi Malisic.

Gol Malisic yang berawal dari bola liar dan memantul bek Persija, Vava Mario Yagalo, memukul sejumlah pemain Persija. Maklum, hasil imbang yang sudah berada di depan mata buyar.

"Kami sudah bekerja keras untuk bisa mendapatkan poin. Kami mampu menahan serangan Persib. Sayangnya kami kebobolan pada menit akhir," kata gelandang Riko Simanjuntak.

Yang pasti, pertandingan ini berlangsung dalam sangat keras. Jumlah pelanggaran yang dicatat Liga 1 mencapai total 41, sementara Kompas.com menyebut 44 kali.

Persib tercatat melakukan pelanggaran lebih banyak, 23 kali. Dan pelanggaran paling banyak terjadi pada babak pertama, hingga 26 kali secara total.

Dari permainan keras pun wasit Yeni Krisdianto melahirkan 10 kartu kuning. Rekapitulasinya terbagi rata di antara kedua tim.

Suporter tewas

Sikon pertandingan antardua tim ini selalu "panas". Bahkan suporter kedua tim jauh lebih panas karena saling ledek dan mengecam sudah lazim terjadi di ranah media sosial.

Dan maut pun tak bisa dihindari menjelang laga. Sejumlah suporter Persib mengeroyok seorang pendukung Persija bernama Haringga Sirla hingga tewas di area luar GBLA sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut laporan Polrestabes Bandung yang diterima Beritagar.id, Minggu (23/9), korban tak berdaya dihajar dengan balok kayu dan berbagai benda lain serta pukulan dan tendangan.

Satuan reserse kriminal Polrestabes Bandung pun langsung bergerak mencari pelaku. Dalam keterangan awal, mereka menangkap enam orang tersangka. Sementara menurut Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana, polisi menangkap 10 terduga pelaku dan lima orang di antaranya mengaku terlibat.

Menurut Save Our Soccer (SOS), Haringga adalah korban jiwa keenam dari perseteruan klub Persib dan Persija sejak 2012. Korban jiwa yang terus muncul, menurut Koordinator SOS Akmal Marhali, adalah bentuk ketidakseriuan pemangku kepentingan (klub, PSSI, dan pihak keamanan) untuk membenahinya.

"Nyawa sangat murah dalam sepak bola Indonesia. Tak pernah ada penyelesaian, baik secara hukum sepak bola maupun hukum kriminalitas secara tuntas. Akhirnya, 'membunuh' dianggap hal biasa dalam sepak bola indonesia. Karena tidak ada antisipasi dan penanganan kasus secara serius dan tuntas," tutur Akmal dalam keterangan tertulis.

Sebelum Haringga, korban tewas dari lingkup perseteruan Persib dan Persija adalah:

  1. Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, (pendukung Persib), 27 Mei 2012 akibat tusukan senjata tajam.
  2. Lazuardi, 29 tahun (pendukung Persib), 27 Mei 2012, pengeroyokan.
  3. Dani Maulana, 17 tahun (pendukung Persib), 27 Mei 2012, pengeroyokan.
  4. Gilang, 24 tahun (pendukung Persija), 6 November 2016, jatuh dari kendaraan setelah menyaksikan Persija vs Persib di Stadion, Manahan, Solo, Jawa Tengah.
  5. Harun Al Rasyid Lestaluhu, 30 tahun (pendukung Persija), 6 November 2016, pengeroyokan dalam perjalanan pulang di Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
Catatan redaksi: laporan awal menyebutkan nama korban adalah Haringga Sirila, tapi kemudian polisi mengonfirmasi nama benarnya adalah Haringga Sirla.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR