KUALIFIKASI THOMAS UBER

Melaju ke perempat final lewat laga menegangkan

Angga/Rian kala tampil di India Open 2018, Sabtu (3/2/2018). Di pertandingan terakhir BATC, Angga/Rian memperpanjang nafas tim Indonesia, setelah sebelumnya tertinggal 2-1.
Angga/Rian kala tampil di India Open 2018, Sabtu (3/2/2018). Di pertandingan terakhir BATC, Angga/Rian memperpanjang nafas tim Indonesia, setelah sebelumnya tertinggal 2-1. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Langkah tim putra dan putri Indonesia di Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Asia (BATC) 2018 belum teradang. Mereka berhasil melaju ke babak perempat final setelah menjadi juara di masing-masing grup.

Meski demikian, di pertandingan terakhir pada Kamis (8/2/2018), penampilan tim putra dan putri cukup menegangkan. Mereka hanya menang tipis dari lawan-lawannya--tak seperti pertandingan sebelumnya yang menang sempurna.

Di sektor putri, secara mengejutkan, Indonesia berhasil menaklukkan Tiongkok dengan skor 3-2. Mengapa mengejutkan? Karena, suka tak suka, kekuatan Tiongkok di sektor wanita lebih unggul dibandingkan Indonesia, khususnya di nomor perorangan.

Sedangkan tim putra Indonesia dibuat kerepotan oleh India. Butuh hingga pertandingan terakhir, alias kelima, bagi Indonesia untuk menentukkan hasil akhir. Bahkan, Indonesia sempat tertinggal 2-1 setelah partai ketiga usai.

Sebenarnya, tim pria Merah-Putih memulai laga dengan baik. Jonatan Christie berhasil mengalahkan peringkat lima dunia, Kidambi Srikanth, dua gim langsung, 21-17, 21-17. Sayang, hasil itu tak diikuti oleh wakil Indonesia selanjutnya.

Di pertandingan kedua ini, Indonesia menurunkan ganda dadakan. Mohammad Ahsan diduetkan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Selama ini, dua orang tersebut jarang sekali berduet di pertandingan resmi.

Hasilnya, Ahsan/Kevin ditekuk Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (rangkin 25 dunia), dengan skor 21-18, 18-21, 22-24. Ada alasan mengapa Indonesia menurunkan duet dadakan tersebut.

Ganda dadakan Indonesia, Kevin/Ahsan. Mereka kalah dari Satwiksairaj/Chirag dalam tiga gim.
Ganda dadakan Indonesia, Kevin/Ahsan. Mereka kalah dari Satwiksairaj/Chirag dalam tiga gim. | Badmintonindonesia.org /PBSI

"Hari ini Marcus (Fernaldi Gideon) tidak mungkin diturunkan karena otot perutnya ketarik waktu latihan. Hendra (Setiawan) juga ingin istirahat dulu supaya kondisinya full lagi," ungkap Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI kepada Badmintonindonesia.org.

Kevin menampik bahwa kekalahannya ini dikarenakan penampilannya dengan Ahsan kurang klop. Menurutnya, mereka sudah sering bermain bersama di dalam latihan. Hal ini diamini oleh Ahsan.

Kondisi semakin menegangkan kala pertandingan ketiga, wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Sai Praneeth dua gim langsung, 18-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 dari India.

Asa untuk menjadi juara grup semakin tipis setelah wakil Indonesia di pertandingan keempat, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, harus kehilangan gim pertama dari Arjun M.R/Ramchandran Shlok.

Beruntung Angga/Rian menemukan pola permainannya kembali dan menutup pertandingan keempat dengan kemenangan, 14-21, 21-16, 21-12.

Di partai kelima, Ihsan Maulana Mustofa berhasil menjadi penentu kemenangan dengan menundukkan Sumeeth Reddy, dengan skor 21-12, 21-7.

Memang, meskipun kalah, tim putra Indonesia sudah memastikan diri lolos ke babak perempat final, setelah mengalahkan Maladewa dan Filipina dengan skor 5-0. Susi Susanti, Kabidbinpres PBSI, menolak mengatakan bahwa Indonesia meremahkan India.

Bahkan, menurut legenda bulu tangkis Indonesia itu, tim sadar dengan kekuatan India, khususnya di nomor tunggal. "Namun kondisi atlet nggak semuanya prima, jadi kami harus menurunkan komposisi pemain seperti hari ini," ucap Susi.

Di babak delapan besar nanti, Indonesia bakal bertemu Jepang. Secara kekuatan, baik di nomor perorangan maupun ganda, kekuatan Indonesia dan Jepang relatif berimbang. Di sektor tunggal, kedua negara menempatkan dua pemainnya di rangking 25 besar dunia.

Sedangkan di nomor ganda, Indonesia dan Jepang memiliki satu pemain di peringkat 5 besar dunia. "Marcus dan Hendra bisa diturunkan besok (melawan Jepang)," ucap Susi.

Dengan kepastian ini, Indonesia pun akan turun dengan kekuatan penuh.

Kejutan putri

Sejak awal keikutsertaan di ajang BATC ini, tim putri Indonesia memang tidak dicanangkan target tinggi, seperti halnya tim putra yang minimal masuk ke final atau bahkan juara.

Sedangkan tim putri, minimal masuk ke putaran final Piala Uber. Yap, BATC adalah turnamen kualifikasi Piala Thomas dan Uber untuk wilayah Asia. Dan target minimal itu dibuat karena penampilan pebulu tangkis putri Indonesia belum sebaik putra.

Namun, di pertandingan terakhir kemarin, justru tim putri Indonesia tampil mengejutkan dengan mengalahkan Tiongkok 3-2. Bahkan, Indonesia sudah mengunci kemenangan di partai keempat, kala Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris mengalahkan Cao Tong Wei/Yu Zheng lewat pertarungan dramatis, 21-14, 19-21, 23-21.

Di pertandingan pertama, secara mengejutkan, Fitriani mampu mengalahkan Chen Yufei, tunggal putri andalan Tiongkok dan berperingkat 8 dunia dengan skor 16-21, 21-12, 21-15.

Greysia/Apriyani mengalahkan Du/Li dengan skor 21-18, 21-12, dalam partai kedua BATC saat melawan Tiongkok, Kamis (8/2/2018).
Greysia/Apriyani mengalahkan Du/Li dengan skor 21-18, 21-12, dalam partai kedua BATC saat melawan Tiongkok, Kamis (8/2/2018). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Pada partai kedua, yang tak terlalu mengejutkan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memukul Du Yue/Li Yinhui 21-18, 21-12. Unggul 2-0, Indonesia tak mampu mengunci di partai ketiga. Sebab, Gregoria Mariska Tunjung kalah dari He Bingjiao 21-23, 10-21.

Sebenarnya, Tiongkok tidak turun dengan kekuatan penuh di pertandingan tersebut. Sebab, ganda andalan mereka seperti Chen Qingchen/Jia Yifan (1 dunia) atau Yu Xiaohan/Huang Yaqiong (9 dunia) tidak dibawa.

Namun, apapun itu, hasil ini patut diberi kredit tersendiri. Paling tidak, kemenangan atas Tiongkok menjadi suntikan moral bagi srikandi Indonesia.

"Ini baru langkah awal, kami harus tetap fokus dan konsisten di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kemenangan ini menjadi satu penyemangat untuk tim putri," kata Susi. Di babak perempat final nanti, tim putri Indonesia akan berjumpa India.

"Kalau bicara peluang, harus amankan dulu di dua ganda ... Kami berharap pemain tunggal juga punya tanggung jawab sumbang poin."

BACA JUGA