Membina pemain muda lewat Liga 1 U-19

Pemain kesebelasan Indonesia U-19 M. Rafli (kiri) bakal memperkuat Arema FC di kompetisi Liga U-19.
Pemain kesebelasan Indonesia U-19 M. Rafli (kiri) bakal memperkuat Arema FC di kompetisi Liga U-19. | Fikri Yusuf /Antara Foto

Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki kompetisi liga khusus bagi para pemain U-19. Kompetisi ini masih berada di bawah pengelola Liga Go-Jek Traveloka yang membawahi Liga 1 dan Liga 2.

Tidak heran nama kompetisi resmi ini adalah Liga 1 U-19 dan para pesertanya pun 18 klub penghuni Liga 1. Ini adalah bentuk pengganti setelah kompetisi U-21 yang selama ini "menemani" kompetisi level teratas dihapus oleh Komite Eksekutif PSSI pada Maret lalu.

Semen Padang, juara bertahan kompetisi U-21, pun legawa. Dilansir Juara.net, mereka sepakat bahwa jenjang kompetisi usia muda yang bagus adalah U-19 sehingga tidak membebani klub.

Sedangkan Tigor Shalom Boboy, Direktur Operasional PT. Liga Indonesia Baru (LIB) mengatakan pengembangan pemain muda memang seharusnya lewat U-19, bukan U-21.

"Itu (Liga U-21) tak jauh beda dari kompetisi seniornya, seperti tim reserve dari klub-klub itu yang bertanding," ujar Tigor dalam acara konferensi pers Liga 1 U-19 di Jakarta, Rabu (14/6/2017) seperti dilansir Kumparan.

Liga 1 U-19 akan bergulir pada 8 Juli hingga 29 Oktober 2017 dan memiliki 106 pertandingan. Sistem kompetisinya berbentuk turnamen.

Fase grup (Putaran Pertama) menggunakan sistem kandang-tandang. Sementara pada Putaran Kedua alias 8 Besar memakai sistem home tournament alias ada satu tim yang akan bertindak sebagai tuan rumah.

8 Besar akan diikuti oleh dua tim teratas dari masing-masing grup dan dua tim peringkat tiga terbaik dari Putaran Pertama. Berikutnya semifinal dan final menggunakan sistem pertandingan tunggal, namun lokasi akan ditentukan lebih lanjut.

Grup 1 berisi Semen Padang, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, PS TNI dan Bhayangkara FC.

Grup 2 memuat Persela Lamongan, Madura United, Arema FC, Persegres Gresik United, Bali United, dan Barito Putera.

Sedangkan pada Grup 3 terdapat Pusamania Borneo FC, Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, PSM Makassar, Perseru Serui, dan Persipura Jayapura.

Laman Liga Indonesia menjelaskan bahwa Persiba mengajukan diri menjadi tuan rumah Grup 3. Kebetulan Grup 3 memang menggunakan sistem home tournament kendati PT. LIB memberi kesempatan kepada lima klub lain untuk mengajukan diri pula sebagai tuan rumah hingga 21 Juni nanti.

Meski tujuan utama kompetisi ini adalah pembinaan dan mencetak pemain muda, PT. LIB menyediakan total hadiah Rp650 juta. Masing-masing Rp 300 juta bagi tim juara, Rp200 juta untuk tim peringkat dua, dan Rp100 juta untuk tim peringkat tiga Rp 100 juta.

Sementara pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik masing-masing akan mendapat Rp25 juta. Adapun para pemain yang berhak mengikuti kompetisi ini adalah minimal kelahiran 1 Januari 1998 atau setelahnya.

Impian sejak 2008

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, mengatakan Liga 1 U-19 ini adalah impian lama sejak 2008. Indonesia ingin mengejar ketinggalan dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang lebih dulu memiliki kompetisi U-19.

"...Indonesia tidak boleh berada di urutan 4, apalagi 5 di kawasan Asia Tenggara," kata Joko saat membuka Managers Meeting Liga 1 U-19 2017 di Jakarta, Rabu (14/6).

Namun Berlinton Siahaan, Direktur Utama PT. LIB, seolah meminta maklum bila kualitas kompetisi belum sesuai harapan karena ini adalah musim pertama mereka. Namun mereka bertekad kualitas kompetisi terus ditingkatkan.

"Ajang ini menjadi sarana pembinaan usia muda PSSI dan kami ingin membuat liga usia muda ini berkualitas," ujar Berlinton.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR