Memopulerkan bulu tangkis melalui Yonex Legends' Vision

Dua anggota The Yonex Legends', Taufik Hidayat (kiri) dan Peter Gade (kanan) melakukan simbolisasi donasi peralatan bulu tangkis ke sekolah di Birmingham, Inggris, dalam jumpa pers di Barclaycard Arena, Birmingham, Kamis (3/9/2017).
Dua anggota The Yonex Legends', Taufik Hidayat (kiri) dan Peter Gade (kanan) melakukan simbolisasi donasi peralatan bulu tangkis ke sekolah di Birmingham, Inggris, dalam jumpa pers di Barclaycard Arena, Birmingham, Kamis (3/9/2017). | Hedi Novianto /Beritagar.id

Bicara bulu tangkis, Yonex patut diletakkan di depan. Produsen peralatan bulu tangkis dan tenis asal Jepang ini begitu populer.

Namun belum tentu dengan cabang olahraganya. Itu sebabnya Yonex merasa perlu membuat program untuk menarik banyak minat orang dan anak muda pada olahraga tepuk bulu ini.

Mulai 2015, Yonex mengumpulkan para legenda bulu tangkis. Program itu diberi nama The Yonex Legends' Vision.

Di tengah perhelatan Yonex All England 2017 di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (9/3/2017), mereka pun memperkenalkan seorang legenda baru; Lee Yong-dae. Mantan jagoan ganda Korea Selatan ini menjadi orang kelima dalam barisan para legenda Yonex.

Yong-dae juga menjadi satu-satunya mantan pemain non-tunggal dalam kelompok legenda ini. Empat orang legenda awal adalah; Peter Gade (Denmark), Taufik Hidayat (Indonesia), serta dua bintang tunggal putra yang masih aktif bermain --Lin Dan (Tiongkok) dan Lee Chong Wei (Malaysia).

"Saya gembira dan terhormat bisa bergabung. Saya akan berusaha sekuat tenaga memperkenalkan bulu tangkis dan membuat olahraga ini makin populer," kata Yong-dae, 28 tahun, melalui penerjemah.

Gade pun menilai bahwa Yong-dae pantas masuk dalam barisan Yonex Legends. "Dia memang legenda, terutama di sektor ganda," kata juara tunggal putra All England 1999 ini.

Program Yonex Legends' Vision ini pernah mampir di Indonesia pada 2015, termasuk pula Tiongkok, Denmark, dan Malaysia. Tentu saja ini adalah empat negara "tradisional" bila bicara bulu tangkis.

Sementara pada 2016, program ini menghampiri Birmingham dan Northampton. Adapun pada 2017, Yonex Legends' Vision akan mengunjungi Paris (Prancis), Tokyo (Jepang), dan Mumbai (India).

Lima legenda Yonex (dari kiri); Taufik Hidayat, Lee Yong-dae, Lee Chong Wei, Lin Dan, Peter Gade; berpose di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (9/3/2017).
Lima legenda Yonex (dari kiri); Taufik Hidayat, Lee Yong-dae, Lee Chong Wei, Lin Dan, Peter Gade; berpose di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (9/3/2017). | Hedi Novianto /Beritagar.id

Mengapa tiga kota tersebut dipilih?

Gade yang akan memimpin coaching clinic di Paris mengatakan ibukota Prancis ini punya banyak penggemar dan sejumlah pemain muda bulu tangkis. "Semoga ada banyak pemain lahir dari Prancis. Saya menunggu kesempatan ini," katanya.

Adapun Tokyo dipilih lantaran statusnya sebagai "rumah" Yonex. Menurut Taufik, bulu tangkis punya kepentingan untuk mampir di sana.

Untuk diketahui, shuttlecock Yonex hanya dibuat di Jepang dan tidak diproduksi di daerah lain. Jadi apabila sebuah turnamen di luar Jepang menggunakan kok Yonex, itu bisa dipastikan impor langsung dari negara matahari terbit tersebut.

Sedangkan Mumbai dipilih sebagai kota rujukan karena ingin mencari generasi bulu tangkis baru dari India. "Negeri ini punya dua pemain putri kelas dunia, jadi seharusnya banyak pemain muda potensial," tutur Taufik.

Jadi olahraga utama dunia

Di sisi lain, Direktur Yonex Ben Yoneyama mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung keras rencana Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk membuat bulu tangkis menjadi olahraga utama dunia.

Dan salah satu komitmen Yonex itu adalah dengan menghadirkan keberadaan bulu tangkis untuk pertama kalinya di Paralimpiade 2020 yang kebetulan akan digelar di Tokyo.

Hal itu disampaikan Yoneyama ketika meresmikan kerja sama selama lima tahun ke depan dengan BWF pada Jumat (10/3). Kerja sama itu menjadikan Yonex sebagai peralatan resmi turnamen utama BWF, termasuk putaran final Piala Thomas dan Uber.

Kerja sama ini dimulai pada Mei 2017 dan berawal di Piala Sudirman yang menurut rencana digelar di Gold Coast (Australia). Setelah itu, Yonex akan menyediakan peralatan untuk turnamen Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Glasgow (Skotlandia) pada Agustus 2017.

"Kami tahu bahwa keberadaan Yonex membuat aneka turnamen kami berada di tangan yang aman. Kami tak sabar menjalani kemitraan dengan Yonex untuk melanjutkan pembangunan bulu tangkis di dunia," ujar Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer.

Presiden BWF Poul-Erik Hoyer (kiri) dan Direktur Yonex Ben Yoneyama usai menandatangani nota kerja sama untuk lima tahun ke depan di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (10/3/2017).
Presiden BWF Poul-Erik Hoyer (kiri) dan Direktur Yonex Ben Yoneyama usai menandatangani nota kerja sama untuk lima tahun ke depan di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (10/3/2017). | Hedi Novianto /Beritagar.id
Catatan redaksi: Rangkaian liputan langsung All England 2017 dari Birmingham, Inggris, didukung oleh Garuda Indonesia.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR