SINGAPORE OPEN 2019

Menanti Ginting dan Hendra/Ahsan mengangkat trofi

Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Chou Tien Chen pada semifinal tunggal putra Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (13/4/2019).
Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Chou Tien Chen pada semifinal tunggal putra Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium (13/4/2019). | Wallace Woon /EPA-EFE

Singapore Open 2019 memasuki babak final hari ini, Minggu (14/4). Dua wakil Indonesia akan bertarung memperebutkan gelar juara. Mereka adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Pada final, Anthony akan berhadapan dengan lawan nan tangguh, peringkat pertama dunia tunggal putra, Kento Momota, dari Jepang. Lawan dari Negeri Sakura juga akan dihadapi Hendra/Ahsan, yaitu Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Ginting--sapaan akrab Anthony--maju ke final dengan menyingkirkan Chou Tien Chen, unggulan kedua dan juara bertahan turnamen berhadiah total 355.000 dolar AS ini, 21-17, 18-21, 21-14, pada semifinal, Sabtu (13/4). Laga di Singapore Indoor Stadium tersebut berlangsung seru dan memakan waktu hingga 79 menit.

Kemenangan itu membuka kesempatan bagi Ginting untuk menghentikan paceklik trofi. Sejak menjuarai China Open pada September 2018, ia belum pernah lagi berdiri di podium teratas dalam 11 turnamen beruntun. Prestasi terbaiknya adalah mencapai semifinal Swiss Open 2019 dan dikalahkan Shi Yuqi dari Tiongkok.

Oleh karena itu, gelar juara di Singapura penting untuk mengangkat kembali kepercayaan diri pebulu tangkis berusia 22 tahun ini. Momota memang unggul rekor head to head 6-3 atas Ginting, tetapi pemain Indonesia itu tengah dalam performa bagus dan kepercayaan diri tinggi.

Sebelum menundukkan Chou, Ginting menyingkirkan juara Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long. Jadi, peluang untuk kembali menghadirkan kejutan, tetap terbuka bagi Ginting.

"Ya, saya telah menikmati dua kemenangan hebat dalam dua hari. Namun fokus saya sekarang adalah memulihkan diri untuk pertandingan final," kata Ginting, dikutip AFP (h/t Yahoo!News).

Momota lolos ke final dengan menundukkan Viktor Axelsen, 21-15, 21-18. Ia mengincar gelar juara untuk kedua kalinya di Singapura, setelah mengangkat trofi pada 2015.

Momota memang unggul head to head dan dua kali menang dalam dua laga terakhir, tetapi, menurutnya, Ginting bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.

"Saya menyaksikan Ginting di semifinal dan tenaga serangannya luar biasa. Saya harus bersiap untuk bisa bertahan dengan baik, meski pada saat bersamaan harus pro-aktif untuk menyerang. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit," kata pemain Jepang yang berusia 24 tahun itu, dinukil The Straits Times.

Upaya mempertahankan gelar

Unggulan keempat, Hendra/Ahsan, menyingkirkan unggulan kedua, Li Junhui/Liu Yuchen, 21-11, 21-14, untuk maju selangkah lagi guna mempertahankan gelar mereka di Singapore Open.

Sementara Kamura/Sonoda menang 13-21, 21-10, 21-19 atas unggulan teratas Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, memupuskan mimpi pecinta bulu tangkis di Tanah Air untuk menyaksikan all-Indonesian final pada ganda putra.

Hendra/Ahsan memiliki rekor pertemuan yang baik dengan ganda Jepang tersebut. The Daddies--julukan Hendra/Ahsan--tiga kali menang dalam empat pertemuan. Kemenangan terakhir diperoleh pada semifinal All England bulan lalu.

Akan tetapi, keunggulan head to head tak selalu menjadi jaminan sebuah kemenangan. Pemain sarat pengalaman seperti Hendra/Ahsan tentu menyadari hal itu.

"Besok siap capek saja. Mereka lebih rapet mainnya tadi saya lihat. Jadi siap capek saja. Poin-poin akhir mereka lebih berani juga," ujar Hendra kepada Badmintonindonesia.org.

Sedangkan Ahsan menegaskan tak mau berpikir soal kemungkinan menang pada final. "Saya tidak memikirkan mengenai besok, saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Tetap fokus dan berdoa. Kami fokus satu demi satu dulu, nggak mikir jauh ke depan," kata Ahsan.

Satu lagi wakil Indonesia yang turun ke lapangan pada semifinal adalah ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Akan tetapi mereka ditaklukkan ganda non-unggulan dari Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, 16-21, 22-20, 20-22.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR