Menebak komposisi Indonesia tanpa Irfan Bachdim

Aktivitas latihan kesebelasan Indonesia di di Lapangan Sepak bola Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, 29 Oktober 2016
Aktivitas latihan kesebelasan Indonesia di di Lapangan Sepak bola Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, 29 Oktober 2016 | Lucky R. /Antara Foto

Kesebelasan Indonesia dipastikan mengarungi Piala AFF 2016 (19 November-17 Desember) tanpa pemain depan Irfan Bachdim. Pemain asal klub Consodale Sapporo Jepang ini mendapat cedera tulang fibula dalam latihan hari Selasa (15/11/2016).

Goal Indonesia mengutip keterangan dokter tim Syarief Alwi. "...butuh waktu penyembuhan sekitar dua bulan. Tadi pagi dia kena, entah salah tumpuan atau kena tekel," katanya.

Fibula adalah tulang penyangga kaki di sebelah tulang kering. Cedera yang menghampiri Irfan ada di kaki kiri.

Superball menyebut cedera itu diperoleh Irfan setelah mendapat tekel dari pemain belakang Hansamu Yama Pranata pada latihan pagi. Alhasil ini adalah kegagalan kedua Irfan untuk tampil di Piala AFF.

Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, itu absen pula pada AFF 2014. Mendekati turnamen ketika itu, Irfan menuai cedera sehingga harus rela dicoret dari skuat.

"Kabar buruk datang kepada kita...," ujar pelatih Alfred Riedl.

Kehilangan Irfan jelas akan menurunkan kualitas tim. Pemain 28 tahun itu adalah salah seorang pemain inti dan punya peran penting dalam serangan Indonesia.

Irfan sempat cedera pula dalam persiapan Indonesia sehingga absen saat "Garuda Senior" melakoni latih tanding dengan Myanmar di Yangon, 4 November. Tanpa Irfan dan Andik Vermansyah, Indonesia bermain 0-0.

Namun dalam tiga latih tanding lain (sekali melawan Malaysia dan dua kali menantang Vietnam), Irfan selalu tampil sejak menit pertama (starter). Pada tiga pertandingan itu pula Irfan selalu mencetak gol--satu di antaranya dari titik penalti.

Saat Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 di Solo, Jawa Tengah, 6 September, Irfan berandil pula dalam gol kedua Indonesia yang dicetak kapten Boaz Solossa. Tekanan kepada pemain Malaysia membuat Irfan mampu merebut bola.

Irfan adalah pemain Indonesia yang kebetulan paling menonjol dalam merusak rencana serangan lawan dari awal. Pergerakannya yang cair di sepertiga lapangan lawan membuat Irfan fasih melakukan defensive forward.

Tanpa Irfan, Riedl dipastikan harus memutar otak untuk mencari pemain lain yang bisa menjalankan peran itu dengan baik--entah individu maupun kolektif. Sebagai pengisi tempat Irfan, Riedl memanggil pemain Persipura Yohanes Pahabol.

Pahabol kemungkinan besar hanya akan menjadi pemain cadangan. Sedangkan skema formasi dasar diduga akan menjadi 4-4-2 seperti halnya menghadapi Myanmar dan bukan 4-2-3-1 seperti melawan Malaysia dan Vietnam.

Andai ingin mempertahankan skema dasar 4-2-3-1, gelandang serba guna Stefano Lilipaly bisa menggantikan Irfan di lini serangan. Sedangkan tempatnya di posisi poros ganda (pivot) bersama Evan Dimas bisa diisi Bayu Pradana atau Dedi Kusnandar.

Kebetulan, duet Evan dan Lilipaly sempat kesulitan membendung serangan Vietnam pada babak kedua dalam latih tanding kedua di Hanoi (8/11). Bila Bayu atau Dedi tampil, Indonesia bakal punya keseimbangan lini tengah karena dua pemain itu bertipe gelandang bertahan.

Andai Lilipaly tetap dipaksakan berduet dengan Evan, Riedl bisa juga menurunkan Zulham Zamrun. Sementara sisi gelandang sayap kiri yang biasa dilakoni Zulham bakal diisi Rizki Pora yang kebetulan tampil apik dalam menyerang dan bertahan ketika kalah 2-3 dari Vietnam di Hanoi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR