SERIE A ITALIA

Mengapa Allegri dan Juventus putus hubungan

Pelatih Massimiliano Allegri beraksi saat Juventus menghadapi Torino di Stadion Allianz, Turin, Italia, 3 Mei 2019. Allegri akan meninggalkan Juvetus pada akhir musim ini.
Pelatih Massimiliano Allegri beraksi saat Juventus menghadapi Torino di Stadion Allianz, Turin, Italia, 3 Mei 2019. Allegri akan meninggalkan Juvetus pada akhir musim ini. | Alessandro Di Marco /EPA-EFE

Rumor itu menjadi kenyataan. Pelatih Massimiliano akan meninggalkan Juventus setelah musim ini berakhir.

Kabar bakal perginya Allegri disampaikan Juventus melalui situs resminya pada Jumat (17/5/2019). Meski begitu, pelatih 51 tahun ini akan memberi keterangan pers bersama Presiden Juve Andrea Agnelli di Stadion Allianz, Turin, Italia, pada hari ini (18/5) pukul 19.00 WIB.

"Massimiliano Allegri tak akan berada di bangku tim pada musim 2019-20," tulis Juve.

Kepastian kepergian Allegri ini tidak mengejutkan karena rumor sudah merebak sejak dirinya mengantar Juve mempertahankan gelar juara Liga Italia Serie A untuk kedelapan kali --lima kali bersamanya-- pada April lalu. Namun, ketika itu Allegri kerap membantah.

Bahkan seperti dilansir BBC pekan lalu (11/5), Allegri menertawakan rumor itu seraya menikmati seluruh gosip yang dibaca (dari media) dan didengarnya.

"Sungguh menyenangkan. Saya bahkan menduga apa yang akan mereka (media) buat jika saya tak pernah juara selama bertahun-tahun. Tapi saya senang, ini bagian dari permainan seiring kami juara sebulan lalu," tukas eks pelatih Cagliari dan AC Milan ini.

Lebih lanjut Allegri menyatakan bahwa hubungannya dengan klub, termasuk dengan Agnelli. Dan Allegri mengaku sudah memberi tahu direksi klub sebelum menghadapi Ajax Amsterdam untuk tetap bertahan di Juve dengan menyetujui kontrak baru.

Namun, situasinya tidak sesuai harapan. Kekalahan dari Ajax pada perempat final Liga Champions dan Atalanta pada perempat final Piala (Coppa) Italia membuat manajemen klub berjuluk Si Nyonya Tua itu gerah.

Persoalannya, Allegri pun punya alasan mengapa Juve kembali gagal di Liga Champions walau sudah merekrut Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dengan harga 100 juta euro pada Juli 2018.

Seperti diungkap Sky Sport Italia, Jumat (17/5), Allegri beralasan skuat Juve belum cukup kompetitif untuk bersaing di Eropa walau sudah ada Ronaldo. Itu sebabnya Allegri meminta klausul wewenang penuh transfer pemain, selain kenaikan gaji, dalam kontrak barunya.

Sky Sport Italia dalam kesempatan lain (h/t Calciomercato.com), menegaskan bahwa Allegri meminta lima pemain baru untuk musim depan. Namun, direksi klub tak sepakat.

Apalagi Pavel Nedved, mantan gelandang Juve yang kini menjadi satu di antara direksi klub tersebut, tak percaya lagi pada kemampuan Allegri untuk mengantarkan tim berjaya di Eropa.

Itu sebabnya negosiasi Allegri dengan Agnelli, Direktur Olahraga Fabio Paratici, dan Nedved pada pekan ini berakhir buntu. Pada akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.

Allegri sebenarnya punya kontrak lima tahun atau hingga tahun 2020. Namun ada klausul dalam kontraknya menyatakan bisa diputus setahun sebelumnya ketika negosiasi kesepakatan baru tidak tercapai.

Kinerja Allegri sebenarnya tidaklah buruk karena berhasil mengantar 11 trofi juara dalam lima tahun. Selama itu atau dalam 269 pertandingan, Juve menang 191 kali (71 persen) dan hanya kalah 19 kali di Serie A.

Meski begitu, Allegri gagal mempersembahkan trofi Liga Champions walau sudah mencapai final seperti pada musim 2016-17. Bagi Juve, ini adalah noda besar karena hanya Liga Champions yang belum direngkuh Juve di sejak musim 1995-96 di tengah dominasinya merajai Serie A dalam satu dekade.

Apapun, keputusan sudah diambil. Allegri pun sudah mengabarkan langsung kabar ini kepada anggota skuat.

Sport Mediaset (h/t Football Italia) melaporkan bahwa Allegri memanggil para pemain, staf pelatih, fisioterapis, dokter, dan petugas peralatan ke ruang kebugaran pada Jumat pagi waktu lokal. Dalam kesempatan itu, Allegri mengatakan bahwa, "Minggu akan menjadi pertandingan terakhir (Andrea) Barzagli dan saya."

Ronaldo dalam kesempatan berikutnya menyatakan bahwa tim akan bermain untuk Allegri pada Minggu (19/5). Dalam laga yang juga akan dijadikan perayaan juara itu, Juve bakal menjamu Atalanta.

Nama pengganti bermunculan

Seperti biasanya, kabar kepergian atau pelatih dari satu klub akan memicu nama-nama lain sebagai calon pengganti. Sebagai penerus Allegri, setidaknya ada lima nama pelatih yang beredar.

Mereka adalah Simone Inzaghi (Lazio), Antonio Conte (eks Juve dan Chelsea), Mauricio Pocchetino (Tottenham Hotspur), Didier Deschamps (timnas Prancis), dan Pep Guardiola (Manchester City).

Namun, menurut La Stampa, Agnelli tak menginginkan mereka semua --kecuali Inzaghi. Pelatih 43 tahun ini baru saja mengantar Lazio juara Piala Italia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR