Mengapa Zidane tak yakin pada statusnya di Madrid

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane | Andrew Medichin /AP Photo

Bila ukurannya prestasi, pelatih Zinedine Zidane semestinya tak punya masalah pada masa depan statusnya di Real Madrid. Menangani Los Blancos sejak Januari 2016, pelatih asal Prancis ini sudah memberi dua gelar juara bergengsi.

Pertama, dia memastikan Madrid juara Liga Champions. Kedua, dia mengantar Madrid merajai La Liga untuk pertama kali sejak 2012.

Namun itu semua tak cukup untuk mengamankan kursi kepelatihannya di klub ibukota Spanyol tersebut. Dalam jumpa pers yang dilansir The Independent, Jumat (7/4/2017), Zidane mengaku tak punya rencana untuk musim depan menyusul ketidakpastian nasibnya di Madrid.

"Saya tidak mempersiapkan apapun (untuk musim depan). Saya hanya mengerjakan tugas untuk musim ini. Jadi saya hanya bisa bicara soal pertandingan berikut sampai hari terakhir di klub ini. Saya tak tahu apa yang akan terjadi setelah musim berakhir," kata pelatih 44 tahun itu.

Lantas mengapa status Zidane tak aman kendati kinerjanya di klub itu tidaklah buruk? Media menyoroti gunjingan para pemain Madrid terhadap cara sang pelatih pemula itu menangani skuat.

Cara Zidane tidak cukup mengesankan para pemain. Yang terbaru misalnya bagaimana Zidane mengganti James Rodriguez saat Madrid mengalahkan Leganes 4-2 pada Rabu (5/4).

Padahal pemain Kolombia itu mencetak gol pertama Madrid dalam laga tersebut. Tak heran pemain 25 tahun itu marah dan terlihat di kamera mengucap kata kotor serta tak memedulikan Zidane.

Sang pelatih menganggap itu biasa dan memandang James sebagai pemain penting di klub. "Itu biasa terjadi pada pelatih. Biasa terjadi di sepak bola," ujar Zidane dikutip BeIN Sports.

Zidane memang menempuh kebijakan rotasi pemain, termasuk membatasi para pemain tampil 90 menit. Gelandang Luca Modric, misalnya, tak pernah bermain 90 menit dalam empat dari lima laga terakhir.

Saat Madrid menundukkan Alaves 3-0 pada 2 April, pemain asal Kroasia itu hanya tampil 68 menit. Tak pelak Modric pun mengeluarkan kritik.

Zidane pun bergeming. Menurutnya Modric bermain baik, namun tidak semua pemain bisa stabil bermain selama 90 menit.

Lagi pula seperti diberitakan Sport, Zidane sengaja menempuh rotasi pemain lantaran ingin seluruh pemainnya dalam kondisi bugar hingga akhir musim.

"Kami punya sembilan pertandingan lagi dan seluruh pemain sangat penting. Bukan hanya BBC (Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo), yang lain pun penting. Memilih pemain untuk diturunkan dalam pertandingan selalu sulit," katanya.

Zidane, menurut Marca, sebenarnya dipercaya pada petinggi Madrid --termasuk presiden Florentino Perez. Bahkan manajemen Madrid punya hubungan khusus dengan Zidane yang juga mantan pemain klub itu pada masa Los Galacticos.

Manajemen menyukai gaya melatih Zidane dan mereka punya visi yang sama. Namun itu semua bisa saja berubah bila Madrid gagal meraih hasil bagus pada musim ini.

Nasib Zidane bisa berubah menjadi bencana apabila Madrid gagal melewati Bayern Muenchen pada perempat final Liga Champions. Apalagi bila Madrid tak mampu menjuarai La Liga.

Apapun, buah pikiran Zidane dalam jumpa pers itu dinilai sebagai tekanan menyongsong laga derby dengan Atletico Madrid nanti malam (8/4). Maklum, Madrid selalu kalah dari Atletico dalam tiga pertemuan terakhir.

Itu sebabnya Zidane berharap dukungan publik Santiago Bernabeu. Zidane menyebut suporter punya peran penting untuk memetik kemenangan atas Atletico.

Maklum, Zidane paham bahwa kekalahan adalah bencana. Posisi puncak mereka bisa dikudeta Barcelona yang akan menghadapi tuan rumah Malaga pada Minggu dini hari WIB (9/4).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR