BULU TANGKIS

Mengasah kemampuan pebulu tangkis muda Mataram

Para pemain PB Djarum tengah memberikan pelatihan bagi anak usia dini di Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018). Dalam acara tersebut, klub asal Kudus, Jawa Tengah itu juga memberikan hiburan dengan melaksanakan laga eksebisi.
Para pemain PB Djarum tengah memberikan pelatihan bagi anak usia dini di Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018). Dalam acara tersebut, klub asal Kudus, Jawa Tengah itu juga memberikan hiburan dengan melaksanakan laga eksebisi. | Panitia PB Djarum

Sebuah hal yang langka melihat bintang, calon pemain masa depan, dan legenda bulu tangkis Indonesia di bawah naungan klub PB Djarum berkumpul di satu tempat. Mungkin, hal itu akan terlihat umum bila mereka ada di satu turnamen.

Tapi, pada Jumat hingga Sabtu pekan lalu (10/2/2018), tak ada turnamen kategori internasional maupun nasional yang terselenggara di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Mereka semua, berkumpul untuk memberikan pelatihan bagi insan bulu tangkis di sana.

Maka, tak perlu heran bila GOR Turide, Mataram, sejak Jumat hingga Sabtu kemarin, tampak penuh. Ratusan anak serta puluhan pelatih dari Mataram dan sekitarnya, berkumpul sejak pagi hari.

Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berlatih bersama legenda bulu tangkis nasional asal PB Djarum melalui program: Djarum Badminton All Stars & Coaching Clinic.

Para bintang dan legenda bulu tangkis PB Djarum yang hadir dalam acara tersebut, seperti Sigit Budiarto, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, Hariyanto Arbi, Berry Angriawan, Rehan Naufal Kusharjanto, dan Siti Fadia Silva.

Turut hadir pada sesi ini para bintang PB Djarum penghuni pelatnas, yakni Liliyana "Butet" Natsir dan Tontowi "Owi" Ahmad. Sejak Sabtu pagi, Owi dan Butet sudah sibuk memberikan pelatihan bagi atlet-atlet usia dini.

Butet tengah memberikan latihan kepada bibit pebulu tangkis asal Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018).
Butet tengah memberikan latihan kepada bibit pebulu tangkis asal Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018). | Panitia PB Djarum

Mereka melihat secara langsung kualitas dan teknik para pebulu tangkis yang rata-rata berusia di bawah 15 tahun tersebut. Tak hanya memberikan pelatihan, mereka juga memotivasi anak-anak Mataram agar giat berlatih.

"Sejak Jumat hingga Sabtu, saya melihat beberapa pemain muda yang memiliki potensi sebagai pebulu tangkis. Sudah ada yang kelihatan bakat-bakatnya, tinggal diasah saja terus," ucap Butet, dalam keterangan pers yang diterima Beritagar.id.

Untuk meningkatkan kualitas, Butet juga mengatakan, tak hanya cukup dengan latihan. Tetapi juga dengan bertanding. Untuk itulah, juara dunia 2017 tersebut mengatakan, perlu adanya kompetisi rutin.

"Sehingga diharapkan mereka ini (atlet asal NTB) punya pengalaman dan jam terbang tinggi. Terbiasa bersaing dalam kompetisi," ujarnya.

Hal senada diutaraka Owi. Menurutnya, untuk menjadi pemain hebat, bukan hanya diperlukan kemampuan apik saja. Pun demikian dengan mental yang tangguh. "Yang paling mendasar adalah memberanikan mental," ucap Owi.

Menghibur warga

Seperti tajuk acara, dalam kunjungan PB Djarum ke Mataram ini, tak hanya melaksanakan pelatihan. Tetapi juga pertandingan (eksebisi) antar bintang klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu.

Salah satu laga yang menarik dalam pertarungan itu adalah pasangan bapak-anak Tri Kusharjanto/Rehan Naufal Kusharjanto. Mereka berhadapan dengan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto. Partai ganda putra itu membuka pertandingan eksebisi.

Tri (kanan) dan Rehan (kiri) tengah melaksanakan pertandingan eksebisi di Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018).
Tri (kanan) dan Rehan (kiri) tengah melaksanakan pertandingan eksebisi di Mataram, NTB, Sabtu (10/2/2018). | Panitia PB Djarum

Menurut laporan dari Bola.com, laga menarik lainnya adalah duel para legenda, Eddy Hartono/Sigit Budiarto melawan Tri Kusharjanto/Hariyanto Arbi.

Meski telah berusia lanjut, keempatnya tetap memperlihatkan fisik prima. Bahkan, Eddy yang telah berusia 53 tahun, beberapa kali mampu melepaskan smash keras.

Bukan hanya itu, Owi/Butet pun kebagian tampil melawan Rehan Naufal/Siti Fadia. Memang, mereka tampil tidak satu pertandingan penuh. Butet masuk menggantikan Meiliana Jauhari, yang sejak awal berduet dengan Owi.

Masuknya Butet ini, disambut riuh penonton yang hadir. "Ini luar biasa, satu dukungan untuk NTB. Kami berharap pemain-pemain NTB lebih giat berlatih," ujar salah seorang warga Mataram, Muhamad Zainudin.

"Bagi saya, acara ini merupakan hadiah luar biasa untuk NTB. Apalagi warga bisa bertemu dengan pemain-pemain yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional."

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin berharap, kegiatan ini semakin memicu potensi para pebulu tangkis di sana, sehingga para atletnya dapat berprestasi hingga mancanegara.

BACA JUGA