BULU TANGKIS

Menyalakan api semangat bulu tangkis hingga pelosok

Klub PB Djarum tengah mengadakan jumpa pers mengenai Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Tidak banyak yang berbeda dari audisi ini dan tahun sebelumnya.
Klub PB Djarum tengah mengadakan jumpa pers mengenai Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Tidak banyak yang berbeda dari audisi ini dan tahun sebelumnya. | /Panitia PB Djarum

Ini adalah pernyataan yang saban tahun diungkapkan oleh Yoppy Rosimin. "Kita berkomitmen untuk terus mengadakan audisi demi menyalakan api semangat bulu tangkis di seluruh pelosok Indonesia."

Kurang-lebih, begitu ucap Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation itu tiap tahunnya. Dan nyatanya, ucapan itu selalu dipenuhi. Setidaknya, hingga 2018 ini, Djarum Foundation kembali mengadakan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018.

Pada tahun ini, klub yang bermarkas di kota Kudus, Jawa Tengah itu, akan melakukan seleksi pencarian bibit pebulu tangkis berbakat di delapan kota. Dimulai pada 24-26 Maret di Pekanbaru, Riau, dan berakhir di Kudus pada 4-6 September.

Sedangkan enam kota lainnya adalah Balikpapan (14-16 April), Manado (5-7 Mei), Purwokerto (21-23 Juli), Surabaya (21-23 Juli), Cirebon (4-6 Agustus), dan Solo Raya (4-6 Agustus). Audisi final, seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan di Kudus, 7-9 September.

"Kami ingin lebih banyak lagi menemukan bibit pebulu tangkis muda yang punya semangat dan daya juang menjadi seorang juara," ucap Yoppy dalam pernyataannya, Selasa siang, di Jakarta.

Secara garis besar, audisi kali ini tak berbeda dari tahun lalu. Yang sedikit membedakan adalah, bila pada 2017 Banjarmasin menjadi wakil dari Indonesia tengah, kini diganti Balikpapan.

Selain itu, yang sedikit membedakan adalah, masuknya kategori U-15 dalam audisi--di 2017, tidak ada. Menurut Yoppy, kembalinya U-15 dalam kategori seleksi tak lepas dari permintaan orang tua peserta yang gagal pada tahun sebelumnya.

Yoppy Rosimin, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, tengah memberikan keterangan pers soal rencana PB Djarum pada 2018.
Yoppy Rosimin, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, tengah memberikan keterangan pers soal rencana PB Djarum pada 2018. | /Pantia PB Djarum

Apakah tidak terlalu tua untuk digembleng usia tersebut? Menurut Yoppy tidak. Ia mencontohkan Ihsan Maulana Mustofa, baru masuk PB Djarum pada usia 15 tahun.

"Kami ingin anak-anak itu (yang gagal tahun lalu) tetap punya semangat berlatih. Semua punya kesempatan yang sama untuk masuk ke PB Djarum," kata Yoppy.

Sebenarnya, pernyataan Yoppy tersebut memang benar adanya. PB Djarum, bagi pebulu tangkis muda itu, ibarat magnet. Klub yang sudah berdiri sejak 1974 itu merupakan salah satu klub terbesar dengan sejarah panjang di tanah air.

Sudah banyak alumni PB Djarum yang mentas di panggung dunia, bahkan tidak sedikit yang mengukir prestasi. Sebut saja Christian Hadinata, Alan Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Hariyanto Arbi, Sigit Budiarto, Mohamad Ahsan, Tontowi Ahmad, hingga Liliyana Natsir.

Menguji Indonesia Timur

Sejauh ini, sudah ada belasan kota yang pernah merasakan keriuhan Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum. Namun, dari jumlah tersebut, rasanya masih ada yang kurang di Indonesia bagian timur.

Dua tahun terakhir misalnya, audisi untuk Indonesia Timur hanya dilakukan di Manado. Padahal, kawasan Indonesia Timur sangat luas. Untuk hal ini, Yoppy mengatakan, PB Djarum bukan tidak punya rencana mengadakan audisi di sana.

Tapi klub tak ingin gegabah. Mereka, menurut penuturan Yoppy, ingin melihat dahulu bagaimana animo bulu tangkis masyarakat setempat.

Maklum, meski bulu tangkis merupakan olahraga yang paling sering memberi prestasi, namun sepak bola yang cukup populer di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di bagian timur.

Maka, untuk membuat hajat besar seperti Audisi Beasiswa Djarum, dibutuhkan pertimbangan yang matang. Untuk hal ini, bukan soal anggaran. Namun lebih kepada aspek psikologis.

Di wilayah-wilayah yang selama ini kerap dilakukan audisi, geliat bulu tangkis di tempat tersebut sudah terbukti. Contohnya, pada audisi 2017 dan 2016, ada lebih dari 4.000 bibit muda yang mengikuti tahap seleksi di delapan kota.

Bila dibagi rata saja, maka tiap daerah diikuti 500-an atlet. Ini menjadi indikator bagi PB Djarum untuk menggelar audisi. Nah, apakah di Indonesia Timur, selain Manado, animonya bakal seperti itu, atau minimal mendekati? Itu yang belum dikatahui.

Untuk itu, pada akhir pekan ini, tim PB Djarum akan mengadakan coaching clinic di Mataram, Nusa Tenggara Timur, bagi pelatih lokal dan pertandingan eksibisi. Selain memberikan ilmu, tim yang berangkat nanti juga akan melihat animo masyarakat setempat.

"Pelan-pelan. Kita tidak mau saat mengadakan audisi ternyata pesertanya sedikit. Ini akan menganggu psikologi atlet setempat," kata Yoppy. Yang pasti, menurut Yoppy, pihaknya berkomitmen untuk menyalakan api semangat bulu tangkis di seluruh pelosok Indonesia.

"Itu komitmen kita dari tahun ke tahun."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR