LIGA CHAMPIONS

Mourinho yang tak bangga dengan rekor MU

Mou saat merayakan kemenangan 4-1 MU atas CSKA Moscow di pertemuan pertema kedua tim pada akhir September lalu. Di Old Trafford, Kamis dini hari (6/12) WIB, MU kembali menang 2-1.
Mou saat merayakan kemenangan 4-1 MU atas CSKA Moscow di pertemuan pertema kedua tim pada akhir September lalu. Di Old Trafford, Kamis dini hari (6/12) WIB, MU kembali menang 2-1. | Maxim Shipenkov /EPA-EFE

Manchester United harus menunggu hingga pertandingan terakhir fase grup untuk memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions. Dan, mereka dapat slot itu setelah menang 2-1 atas CSKA Moscow di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu dini hari (6/12) WIB.

Dalam pertandingan tersebut, Setan Merah harus tertinggal lebih dahulu lewat gol--yang bisa dibilang--cukup kontroversi dari Vitinho (menit ke-45). Dua gol balasan MU datang dari Romelu Lukaku (64) dan Marcus Rashford (66).

Pertandingan antara MU vs. CSKA sebenarnya berlangsung relatif seimbang. MU memang menguasai laga--meski tak amat dominan. BBC mencatat, Manchester Merah hanya 57 persen berhasil melakukan penguasaan bola.

Yang membedakan, para pemain MU terlihat cukup mudah membongkar pertahanan CSKA. Selain karena kehebatan kiper Igor Akinfeev di bawah mistar gawang CSKA, kemenangan tipis itu tak lepas dari ketidakberuntungan MU--bila tidak ingin disebut menyia-nyiakan banyak peluang.

Buktinya, Lukaku dkk. berhasil melepaskan 15 tembakan, hanya tujuh yang tepat sasaran. Sedangkan wakil CSKA mampu melakukan 7 tendangan, 3 tepat sasaran.

Beruntung Lukaku mampu memecah kebuntuan. Umpan Paul Pogba dari lini tengah mampu dimaksimalkan penyerang tim nasional Belgia tersebut dengan melakukan tendangan first time.

Ini adalah gol pertama Lukaku dari tiga pertandingan terakhir dia di Liga Champions. Terakhir dia mencetak gol yakni pada 27 September, kala bersua dengan CSKA di Rusia.

"Lukaku, kerjanya bagi tim sungguh gila; apa yang ia lakukan untuk tim di tiap pertandingan, tidak masalah bila dia (tak) mencetak skor," ucap Jose "Mou" Mourinho, Manajer MU, di laman resmi mereka. "Saya ikut bahagia untuk Lukaku."

Dengan hasil ini, MU berhasil mengumpulkan 15 poin dari 6 pertandingan, alias pemuncak klasemen grup A. Tempat kedua dihuni oleh Basel, dengan 13 poin.

Kemenangan ini pun memiliki arti penting bagi MU. Mereka berhasil mencatatkan rekor klub, yakni tak terkalahkan di 40 pertandingan kandang di semua kompetisi. Puaskah Mou dengan hasil ini? Tidak. Bahkan dia tak bangga.

"Saya tidak bangga, karena kami memiliki hasil buruk di kandang, imbang di beberapa pertandingan. Saya tidak bertanding untuk rekor," ucapnya. "Saya tidak ingin tercatat di buku klub karena rekor."

Mou memang tipe manajer yang ambisius. Menurutnya, yang lebih penting adalah sesuatu yang belum pernah atau sudah lama dinanti oleh klub. Ia mencontohkan, gelar Eropa bagi klub, seperti yang ia lakukan di Porto dan Inter Milan, atau menjuarai Liga Europa bagi MU musim lalu.

"Saya ingin dicatat karena seseuatu seperti memenangi Europa League untuk kali pertama. Saya mau melakukan sesuatu yang penting seperti itu," ucapnya. "Tapi itu (rekor) boleh juga."

Kemenangan ini juga berarti banyak bagi MU di Liga Champions. Sebab, dengan hasil itu, berarti MU memperpanjang catatan apik mereka di babak grup Liga Champions. Menurut Opta, MU hanya kalah dua kali dari 48 pertandingan kandang mereka di babak grup.

Tentu, ini adalah modal apik MU sebelum menjalani laga akhir pekan nanti di Liga Primer Inggris. Sebab, di ajang tersebut, MU akan menjamu rival sekota mereka, Manchester City, Minggu malam (12/12) WIB.

Untuk hal ini, Mou tak ingin berbicara terlalu banyak. Hanya saja, ia menyindir City. "Lawan kami selalu memiliki isu--isu besar--dan pada akhirnya semua pemain mereka siap bermain ... Ketika kami memiliki masalah, ya kami memang punya masalah," ucapnya.

Gol kontroversi

Skor pertama pada pertandingan tersebut, bisa disebut kontroversial. Sebab, posisi Vitinho saat membuat gol berada di posisi offside. Prosesnya, Alan Dzagoev melakukan tendangan, namun bola membentur Vitinho sebelum masuk ke dalam gawang.

Posisi Vitinho saat membelokkan bola ini dalam posisi offside. Tak ada pemain MU yang berada di belakang Vitinho, kecuali kiper Sergio Romero dan Daley Blind.

Masalahnya, posisi nama terakhir itu berada di luar lapangan, setelah gagal menyapu umpan silang pemain CSKA. Hal inilah yang kemudian disebut sejumlah pihak kontroversial.

Namun, menurut International Football Association Board law, tepatnya pada angka 4 menyebutkan: "Pemain bertahan yang meninggalkan lapangan bermain tanpa izin wasit akan dianggap berada di garis gawang." tulisnya.

Artinya, Blind masih berada di dalam lapangan. Dan toh, pemain MU juga tidak melakukan protes keras.

Pada pertandingan dini hari tadi, selain MU dan Basel, dua tim lain juga memastikan diri di babak 16 besar. Mereka adalah Juventus--yang menang 2-0 atas tuan rumah Olympiakos--dan Roma, menundukkan tamunya Qarabag.

Saat ini, jatah 16 besar tinggal tersisa bagi 4 tim lagi. Grup E, F, G, dan H, baru akan memainkan pertandingan dini hari nanti.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR