LIGA PRIMER INGGRIS

MU gagal ke Liga Champions lagi

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) bersama kapten Ashley Young saat pertandingan melawan Chelsea (28/4/2019).
Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) bersama kapten Ashley Young saat pertandingan melawan Chelsea (28/4/2019). | Nigel Roddis /EPA-EFE

Untuk kedua kali dalam lima tahun terakhir, Manchester United (MU) gagal melaju ke Liga Champions. Mereka hanya bisa bermain di pentas Liga Europa musim depan setelah ditahan 1-1 oleh tuan rumah Huddersfield Town.

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui bahwa timnya tak cukup pantas untuk melaju ke Liga Champions. "Kami tak cukup meraih poin, tak cukup memenangi pertandingan, tak cukup mencetak gol sepanjang musim ini," kata Solskjaer kepada Sky Sports (h/t Goal.com).

MU sebenarnya unggul lebih dulu pada menit kedelapan melalui aksi Scott McTominay. Namun, Huddersfield yang sudah terdegradasi sejak Maret dan menjadi juru kunci berhasil membalas pada menit ke-60 melalui Isaac Mbenza dalam laga di Stadion John Smith's, Minggu (5/5/2019).

Hasil imbang itu membuat MU tertahan di posisi enam dengan sisa satu pertandingan. MU pun satu-satunya tim Liga Primer Inggris (EPL) musim ini yang gagal menang di kandang Huddersfield dalam lebih dari satu kesempatan.

MU juga belum pernah memenangi partai tandang pamungkasnya dalam satu musim sejak 2011-12. Kemenangan tandang terakhir pada satu musim terjadi di rumah Sunderland 1-0 saat tim masih ditangani pelatih legendaris Sir Alex Ferguson.

Catatan-catatan buruk ini, menurut Solskjaer, adalah buntut dari pergantian pelatih di tengah musim. "Selalu sulit ketika Anda kehilangan pelatih pada pertengahan musim. Kami sedikit kesulitan," tutur pelatih asal Norwegia ini yang menggantikan Jose Mourinho pada 18 Desember 2018.

Bagi MU, ini adalah kegagalan kedua ke Liga Champions dalam lima musim terakhir. Kegagalan pertama adalah pada musim 2013-14 setelah MU hanya berakhir di posisi tujuh klasemen EPL --saat ditangani pelatih David Moyes.

Seperti disebut Solskjaer, MU tak cukup meyakinkan dalam laga semalam meski menguasai 64 persen permainan dan melepas total 23 tembakan.

Meski ada tujuh tembakan ke gawang Huddersfield, MU hanya punya dua peluang utama; melalui pemain pengganti Tahith Chong dan Paul Pogba yang usahanya mengenai tiang gawang. Namun, kiper MU David de Gea juga dibuat bekerja keras untuk mematahkan upaya Karlan Grant.

Hasil 1-1 pun membuat MU tak pernah menang dalam lima laga terakhir di semua ajang. Ini adalah rekor terburuk sejak MU bersama Louis van Gaal tak pernah menang dalam delapan laga beruntun pada November-December 2015.

Bahkan dalam waktu satu bulan, MU hanya menang satu kali --atas West Ham 2-1 (13/4). Sisanya; kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers, 0-1 dan 0-3 dari Barcelona, 0-4 dari Everton, 0-2 dari Manchester City, imbang 1-1 dengan Chelsea serta Huddersfield.

Arsenal bisa seperti MU

Dari pertandingan lain pada Minggu (5/5), Arsenal juga meraih hasil imbang 1-1 saat menjamu Brighton & Hove Albion di Stadion Emirates, London. Bahkan kejadian gol nyaris mirip dengan MU.

Arsenal unggul lebih dulu melalui tembakan penalti Pierre-Emerick Aubameyang pada menit kesembilan. Lalu Brighton membalas pada menit ke-61 yang juga dari eksekusi penalti Glenn Murray.

Hasil ini membuat Arsenal hampir pasti gagal ke Liga Champions karena cuma menduduki posisi kelima. Dengan sisa satu laga, Arsenal tertinggal tiga poin dari rival London utara Tottenham Hotspur yang berada di posisi empat.

Namun, andai Arsenal menang dan Tottenham kalah pada laga pamungkas akhir pekan ini, tiket Liga Champions belum tentu juga bisa dipegang. Maklum, The Gunners kalah selisih delapan gol dibanding Tottenham.

Ini memang tak lepas dari kinerja Arsenal selama satu musim di bawah pelatih baru Unai Emery. Dalam masa konsolidasi satu musim, Arsenal sudah kebobolan 50 gol, rekor terburuk sejak musim 1982-83 dan 1983-84.

Alhasil, Arsenal kini harus menggunakan jalur Liga Europa untuk melaju ke Liga Champions. Mereka harus menjuarai ajang regional kelas dua tersebut.

Saat ini, Arsenal sudah menang 3-1 atas Valencia dalam leg pertama semifinal dan tinggal menjalani leg kedua di kandang tim Spanyol itu pekan ini. Dan Arsenal boleh berharap tuah pelatih Unai Emery di pentas Liga Europa masih terjaga.

Emery pernah tiga kali beruntun menjuarai Liga Europa saat menangani Sevilla. Masing-masing musim 2013–14, 2014–15, dan 2015–16. Tidak heran, Emery pun langsung memindahkan fokusnya ke Liga Europa.

"Kami tak bisa mengamankan tiket ke Liga Champions dari EPL, jadi kami akan mencoba dari jalur Liga Europa. Dan anak-anak sudah siap," katanya kepada BBC.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR