LA LIGA SPANYOL

Mudahnya Zidane dan sulitnya Madrid

Para pemain Madrid tengah merayakan keberhasilan mereka menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut pada Minggu (27/5/2018) dini hari WIB.
Para pemain Madrid tengah merayakan keberhasilan mereka menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut pada Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. | Fernando Villar /EPA-EFE

"Terima kasih untuk segalanya," tulis pesan itu. "Tanpa dukungan kalian di saat-saat terburuk, tidak mungkin kita dapat mewujudkannya. Sampai jumpa lagi, peluk."

Pesan itu ditulis Zinedine Zidane kepada seluruh pemain Real Madrid pada Kamis (31/5/2018) malam. Hari itu, setelah sekitar 2,5 musim melatih Madrid, Zidane pamit dan mengakhiri masa-masa indahnya bersama Los Merengues.

Masa indah memang menjadi frasa yang tepat untuk menggambarkan perjalanan pria asal Prancis itu di Madrid. Sebanyak sembilan gelar, tiga di antaranya piala Liga Champions di tiga musim terakhir, membawa Zidane mengukir sejumlah prestasi.

Salah satu yang akan diingat dalam jangka waktu lama adalah, dia membawa Madrid menjadi klub pertama yang meraih trofi Liga Champions back to back to back--meminjam istilah di NBA--di era Liga Champions.

Itu baru gelar yang ia peroleh secara tim, belum pribadi. Beberapa di antaranya adalah The Best FIFA Coach 2017, IFFHS World’s Best Club Coach 2017, dan lain sebagainya.

Ingat, catatan tersebut hanya untuk karier Zidane sebagai pelatih, belum termasuk sebagai pemain. Maka, tak heran bila Presiden Madrid, Florentino Perez, begitu terpukul dengan keputusan hengkangnya Zidane.

Perez tak menyangka Zidane bakal cabut hanya empat hari setelah Madrid meraih trofi ke-13 Liga Champions sepanjang sejarah. "Dapat Anda bayangkan itu? Tapi saya juga tahu, sekali dia membuat keputusan, itu akan bersifat final," ucap Perez, seperti dikutip dari Daily Mail.

Kini Zidane menjadi "properti" paling panas di bursa transfer sepak bola Eropa, di sektor pelatih tentunya. Chelsea misalnya, disebut-sebut ingin merekrut Zidane--selain Laurent Blanc atau Maurizio Sarri--untuk mengganti Antonio Conte.

Selain itu, Zidane dikabarkan diincar oleh Qatar untuk melatih timnas sepak bola mereka. Untuk terakhir ini, sejumlah media--seperti The Sun, AS, hingga Express mengabarkan, Zidane akan dibayar 200 juta euro (Rp 3,2 triliun) selama empat tahun.

Zidane dengan tiga trofi Liga Champions pada 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018. Zidane membawa sejarah baru bagi Madrid sebagai tim yang mampu melakukan back to back to back di era Liga Chapions.
Zidane dengan tiga trofi Liga Champions pada 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018. Zidane membawa sejarah baru bagi Madrid sebagai tim yang mampu melakukan back to back to back di era Liga Chapions. | Daniel Dal Zennaro - Peter Powel /EPA-EFE

Itu Zidane, yang kini seolah mudah saja menentukan ke mana ia akan melangkah. Beda halnya dengan Madrid. Pekerjaan yang sulit bagi Presiden Florentino Perez beserta jajarannya untuk menemukan sosok yang pas pengganti Zidane.

Zidane sudah kadung melekat di para pemangku kepentingan Madrid. Racikannya sukses mendobrak fakta bahwa dia adalah pelatih dengan jam terbang minim. Sebelum di Madrid, ia hanya melatih di Real Madrid Castilla--klub cadangan Madrid.

Bukan hanya soal sisi strategi saja kelebihan Zidane mengelola Madrid. Pun demikian dengan meredam ego para pemain. Bukan tanpa alasan Madrid dijuluki sebagai Los Galacticos; berisi pemain terbaik di dunia dengan harga selangit.

Tentu ego dari para pemain besar tersebut besar. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Rafael Benitez hanya bertahan sekitar tujuh bulan di Madrid. Zidane? Memang dia tak dapat membuat semua pemain Madrid tersenyum.

Gareth Bale misalnya. Pahlawan Madrid di final Liga Champions 2017/2018 itu terang-terangan mengungakapkan kekecewaannya karena jarang bermain musim ini. Dia juga menjadi salah satu pemain yang tak mengucapkan kata perpisahan kepada Zidane di sosial media.

Selain Bale, Zidane mampu menyatukan para pemain Madrid. Dia mampu menjaga kedekatannya dengan para pemain Madrid. Buktinya, ia sempat diejek sebagai "Menteri Pertahanan" di Madrid, karena selalu membela para pemainnya ketika tampil buruk.

Sejumlah nama kini tengah dikaitkan dengan Madrid. Isu yang paling santer adalah, Mauricio Pochettino, Manajer Totenham Hotspur saat ini, bakal menjadi suksesor Zidane.

"Ketika Madrid menghubungi Anda, Anda harus mendengarkan mereka," ucap Pochettino. "Meskipun pada kasus ini, semua tidak bergantung pada saya. Saya baru saja menandatangani perpanjangan kontrak dan saya bahagia di sini."

Bila Madrid keukeuh ingin mendatangkan Pochettino, mereka harus memberi kompensasi 42,5 juta pounds kepada Spurs sebagai kompensasi.

Nama lain yang meyeruak ke permukaan adalah Arsene Wenger. Dia kini memang nganggur setelah mengundurkan diri sebagai Manajer Arsenal bulan lalu. Soal pengalaman, tak perlu dirgukan lagi.

Soal siapa pelatih Madrid ini juga menjadi ajang taruhan bagi rumah judi. Oddschecker, Sky Bet, hingga Betfair sudah membuka taruhan tersebut. Dari ketiga laman tersebut, tiga peringkat teratas diisi oleh kandidat yang sama: Wenger, Pochettino, dan Guti Hernandez (ex. pemain Madrid).

Namun, sepertinya Madrid tak mau tergesa-gesa memilih pelatih baru--itulah yang dilaporkan Goal. Setidaknya, mereka kini masih memiliki cukup waktu sebelum musim transfer liga di Eropa dibuka, yakni 1 Juli.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR