LIGA 1 INDONESIA

Musim baru Liga 1 masih serba abu-abu

Para pemain PSM Makassar menjalani latihan perdana di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). Latihan perdana dilakukan bersama sejumlah pemain baru untuk menghadapi Piala AFC 2019, Piala Indonesia dan Liga 1 Indonesia 2019.
Para pemain PSM Makassar menjalani latihan perdana di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). Latihan perdana dilakukan bersama sejumlah pemain baru untuk menghadapi Piala AFC 2019, Piala Indonesia dan Liga 1 Indonesia 2019. | Abriawan Abhe /Antara Foto

Musim kompetisi sepak bola Indonesia 2019 masih serba abu-abu. Mulai dari operator pertandingan --baik di Liga 1, 2, atau 3-- hingga format kompetisi. Semuanya masih belum pasti.

Teranyar adalah, siapa operator kompetisi tiga kasta liga tersebut. Hingga musim liga 2018, operator dipegang oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) --dulu namanya PT Liga Indonesia atau Badan Liga Indonesia.

Namun, musim ini masih belum jelas. Hal itu dikemukakan oleh Gusti Randa, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Senin (28/1/2019). "Pasti (belum tentu PT LIB)," ucap Gusti pada kepada wartawan (h/t CNN Indonesia).

"Operator musim depan masih bisa PT LIB, bisa juga bukan. Mereka (PT LIB) harus bersiap diri," tambahnya. Menurut Gusti, ketidakpastian ini juga disebabkan mundurnya Berlington Siahaan dari jabatan sebagai Direktur Utama PT LIB, pertengahan Januari.

Lantas, jika bukan PT LIB, siapa yang akan menggelar Liga Indonesia? Hingga saat ini, Gusti belum mengetahui. Yang pasti, menurut Gusti, operator kompetisi musim 2019 harus bisa menyelenggarakan kompetisi dengan baik.

Sebenarnya, siapa operator liga di Indonesia hanya salah satu masalah yang kudu dihadapi kompetisi sepak bola di Indonesia. Lainnya, masih banyak.

Misalnya, siapa peserta Liga 1 Indonesia musim depan yang berasal dari tim-tim promosi: PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra. "Bagaimana kaitannya dengan tim promosi yang diragukan? Harus menunggu dulu? Kasus ini tuntas apa tidak?," ucap Gusti dalam Bolasport.com.

Maklum, PSS dan Kalteng Putra terserempet kasus pengaturan pertandingan pada Liga 2. Hal ini dikemukakan oleh Vigit Waluyo, salah satu tersangka pengaturan skor atau pertandingan yang diusut oleh Satgas Antimafia Bola Kepolisian RI.

"Klub yang saya (bantu) hanya PSMP Mojokerto Putra, kemudian Sleman (PSS) dengan Kalteng Putra," ucap Vigit dalam detik.com. "Mereka meminta saya membantu memenangi pertandingan."

Masalah lainnya, karena status tiga tim tadi belum jelas, maka jumlah tim Liga 1 Indonesia 2019 pun belum pasti. "Apakah masih tetap 18 klub. Lalu apakah tetap menggunakan (format) satu wilayah atau regulasinya tetap mengacu ke 2018?" kata Gusti.

Beruntung, soal kapan waktu kompetisi sudah beres. Kalender kompetisi sempat buram Pasalnya hingga awal tahun ini, pelaksanaan kompetisi belum diketahui karena musim 2019 akan bentrok dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Putusan Kongres PSSI (20 Januari) yang sangat mendesak adalah perjalanan liga yang paling cepat akan digelar pada 1 Mei dan paling lambat pada 8 Mei," kata Gusti.

Untuk itu, Gusti dan anggota Exco lain akan mengadakan rapat. "Semua anggota Exco PSSI akan bertemu dalam kaitannya tindak lanjut dari Kongres PSSI kemarin," kata Gusti.

Mengenai belum pastinya PT LIB sebagai operator liga musim depan, disebut Media and Public Relation Manager PT LIB, Hanif Marjuni, pihaknya belum tahu.

"Soal PT LIB tak jadi operator Liga 1, juga belum ada pembicaraan dari PSSI," kata Hanif dalam Tribunnews.com.

Kompetisi kacau

Polemik di kompetisi sepak bola nasional bukan hanya terjadi pada Liga 1, 2, atau 3 Indonesia saja. Kekacauan juga terjadi pada jadwal kompetisi non-liga seperti Piala Indonesia.

Hingga saat ini, kompetisi Piala Indonesia masih berlangsung dan baru masuk putaran 32 besar. Namun, kompetisi tersebut dipastikan berhenti sementara waktu saat putaran 16 besar karena akan berlangsung Piala Presiden.

Hal ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto. "Sebenarnya Piala Presiden tidak terjadwal tahun ini. Namun sponsor berharap kesinambungan dari 2018, sehingga Piala Indonesia mengalah sedikit," ucap Iwan kepada wartawan, Senin (28/1), dalam Superball.com.

Menurut Iwan, Piala Indonesia akan dimulai pada Maret 2019. Sementara itu, babak 16 besar Piala Indonesia akan dimulai pada Mei 2019. "Fase 16 besar, 8 besar, 4 besar hingga partai puncak akan dijadwal mulai Mei sampai Desember 2019," kata Iwan.

Jadi, silakan Anda bayangkan. Jadwal kompetisi Liga 1, 2, atau 3 Indonesia sempat menjadi tanda tanya karena waktu pelaksanaannya akan bentrok dengan Pilpres dan Pileg. Lantas, kini PSSI menambah satu kompetisi lagi di tengah jadwal pesta demokrasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR