AS TERBUKA

Nadal si jagoan tua masih sulit ditaklukkan

Rafael Nadal menangis usai mengalahkan Daniil Medvedev pada final tunggal putra AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, AS (8/9/2019).
Rafael Nadal menangis usai mengalahkan Daniil Medvedev pada final tunggal putra AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, AS (8/9/2019). | John G. Mabanglo /EPA-EFE

Saat bakat muda dan baru mulai muncul di dunia tenis putri, jagoan gaek tenis putra masih sulit ditaklukkan. Rafael Nadal membuktikannya. Ia menjuarai AS Terbuka 2019, mengalahkan Daniil Medvedev yang berusia 10 tahun lebih muda.

Tak mudah, memang. Sempat unggul dua set, Nadal (33) mesti menyaksikan kebangkitan pemuda asal Rusia itu pada dua set berikutnya. Namun daya tahan dan pengalaman kemudian berbicara. Nadal menang 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 di Flushing Meadow, New York, Minggu (8/9/2019) malam waktu setempat, setelah bertarung 4 jam dan 50 menit.

Anggota klan yang disebut "The Big Three"--bersama Novak Djokovic dan Roger Federer--itupun merebut piala grand slam ke-19 sepanjang kariernya dan yang keempat di AS Terbuka, grand slam penutup musim. Nadal juga telah juara 12 kali di Prancis Terbuka, dua Wimbledon, dan satu Australia Terbuka.

Jumlah tersebut hanya terpaut satu dari musuh bebuyutannya, Federer, yang lima tahun lebih tua. Sementara Djokovic (32) membuntuti dengan 16 trofi grand slam.

Mereka telah bergantian menjuarai 12 grand slam beruntun sejak 2016.

Dengan demikian, Nadal masih amat berpeluang untuk menyamai, bahkan melampaui prestasi Federer pada seri turnamen terakbar dunia tenis tersebut.

Namun tampaknya kini Nadal akan menarik nafas panjang dulu sejenak, menikmati kemenangan usai perjuangan beratnya di Stadion Arthur Ase melawan Medvedev.

"Ini adalah final yang luar biasa. (Performa Medvedev) pada musim panas adalah salah satu yang terbaik di olahraga ini sejak saya mulai bermain. Bagaimana dia bisa berjuang amat luar biasa," kata petenis asal Spanyol itu, dinukil The Guardian.

"Ini adalah malam paling emosional dalam karier tenis saya. Amat menegangkan. Pertandingan yang gila."

Nadal sempat menangis saat duduk di kursinya usai pertandingan yang melelahkan tersebut. Sementara layar video raksasa di Arthur Ase menampilkan momen keberhasilan Nadal merebut 19 piala grand slam.

Melihat performa dan ketahanan fisiknya, amat mungkin dia menyamai raihan grand slam Federer pada tahun depan. Raja tanah liat ini kemungkinan besar bisa merebut trofi ke-20 grand slam pada Prancis Terbuka 2020. Dengan catatan, ia bisa menghindari cedera yang kerap mengganggu permainannya.

Pesaing terberatnya adalah Djokovic. Petenis Serbia yang menang dalam empat dari lima grand slam sebelum AS Terbuka 2019. Djokovic mundur dari AS Terbuka saat menghadapi Stanislaw Wawrinka karena cedera bahu kiri. Tapi, saat ia dalam kondisi fit, baik fisik maupun pikiran, nyaris tak ada yang bisa mengalahkannya.

Bagaimana dengan Federer? Petenis asal Swiss ini disingkirkan Grigor Dimitrov pada perempat final AS Terbuka. Faktor usia tampak semakin memengaruhi daya tahannya. Walau demikian, ia membuka kemungkinan untuk terus bertarung hingga mencapai usia 40.

Nadal menyatakan amat menikmati persaingan dengan dua lawan, yang sekaligus sobat-sobatnya itu.

"Well, kami bertambah tua. Persaingan itu, jika bisa menarik perhatian penggemar dan menambah orang yang tertarik, bukankah itu bagus untuk olahraga ini? Saya merasa terhormat menjadi bagian dari pertarungan ini," tegas Nadal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR