DENMARK OPEN 2017

Owi/Butet menang mudah, lawan di tunggal putra berat

Butet/Owi menghadapi pertandingan pertama di Denmark Open 2017 cukup mudah. Mereka menang atas pasangan Finlandia Anton/Jenny 21-14, 21-16, pada Selasa (17/10).
Butet/Owi menghadapi pertandingan pertama di Denmark Open 2017 cukup mudah. Mereka menang atas pasangan Finlandia Anton/Jenny 21-14, 21-16, pada Selasa (17/10). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Hari pertama penyelenggaraan Danisa Denmark Open 2017, Selasa (17/10), dilalui dengan cukup mudah oleh ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir.

Ganda campuran peringkat 4 dunia itu menang dua gim langsung, 21-14, 21-16, atas wakil Finlandia, Anton Kaisti/Jenny Nystrom. Bermain di lapangan 4, Odense Sport Park, Odense, Denmark, Owi/Butet menghajar peringkat 54 dunia itu dalam tempo 25 menit.

Meski menang cukup mudah, namun Owi mengatakan bahwa lawannya bukanlah pasangan yang buruk. Kalaupun mereka menang cepat, hal itu dikarenakan Owi/Butet juga bermain bagus.

"Lawan kami bermain bagus. (Tapi) kami merasa tampil cukup baik," ucap Owi, seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Selasa kemarin.

Sebenarnya, bila melihat pernyataan Owi hari itu, ada alasan lain mengapa marjin skor kedua wakil terpaut tak begitu jauh. Hal ini dikarenakan Owi/Butet masih beradaptasi dengan lapangan.

"Di pertandingan babak pertama ini, kami masih penjajakan dengan shuttlecock, angin dan kondisi lapangan," sebutnya.

Di babak selanjutnya, unggulan ketiga kejuaraan tersebut bakal menghadapi pemain tuan rumah, Anders Skaarup Rasmussen/Line Hojmark Kjaersfeldt. Bila rujukannya adalah rangking dunia, kedua pasangan tersebut berbeda cukup jauh.

Anders/Line kini berada di posisi 370 dunia. Tapi, bila merujuk pada sejarah pertemuan kedua pasangan tersebut, Owi/Butet kalah. Sejauh ini, mereka baru bersua sekali, yakni di Xianmenair Australian Badminton Open, Juli 2016.

Saat itu, Owi/Butet kalah rubber game, 12-21, 21-18, 15-21. Maka, pada pertemuan kali ini, Butet berharap, dia dan Owi dapat bermain lebih baik dibanding pertandingan pertama.

"Mudah-mudahan lusa (Kamis) kami bermain lebih baik dari hari ini, karena kami sudah menjajal lapangan," ucapnya. "Kami (harus) lebih siap, lebih fokus, dan anggap saja semua pertandingan itu seperti final."

Sebagai catatan, meski sudah memenangi banyak kejuaraan, termasuk Olimpiade Brasil 2016, Kejuaraan Dunia, hingga sejumlah turnamen superseries, namun Owi/Butet belum pernah sekalipun juara di Denmark Open.

Maka, bila Butet benar-benar akan pensiun pasca Asian Games 2018, ini adalah kali terakhir bagi keduanya menjuarai ajang yang tahun ini menyediakan hadiah total 750.000 USD.

Lawan berat tunggal putra

Pada pertandingan Rabu (18/10) ini, sejumlah wakil Indonesia akan memulai langkahnya di Denmark Open. Di ganda putra, pasangan nomor 1 dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan melawan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).

Wakil lainnya, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro bakal menghadapi laga berat melawan unggulan ketiga kejuaraan, Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok). Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, akan berjumpa dengan He Jiting/Tan Qiang (Tiongkok).

Sedangkan Berry Angriawan/Hardianto akan melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).

Di ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan berjumpa dengan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang). Pasangan lainnya, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta akan menjajal kemampuan Amanda Hogstrom/Clara Nistad (Swedia).

Wakil ganda putri terakhir Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi bakal melakoni laga cukup berat melawan unggulan kedelapan, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang).

Dari semua pertemuan tersebut, beban cukup berat nampaknya harus dipikul tunggal putra. Sebab Anthony Sinisuka Ginting (18 dunia), bakal menghadapi Son Wan Ho (Korea Selatan/2 dunia).

Sejauh ini bila melihat head to head, Anthony unggul 1-0. Tapi, hal itu tidak menjadi jaminan bagi pemain berusia 21 tahun tersebut dapat memenangkan pertandingan.

Untuk Jonatan "Jojo" Christie (13 dunia) bakal melawan Hu Yun (Hong Kong/25 dunia). Secara rekor pertemuan, meski peringkat keduanya terpaut tak begitu jauh, namun Jojo unggul 4-0.

"Lawan-lawan yang akan dihadapi Ginting dan Jonatan cukup berat ... Saya instruksikan kepada mereka, mainnya lepas saja," ucap Irwansyah, Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR