PB Djarum apresiasi pemain muda dan perjalanan Ikhsan

Yoppie Rosimin (kanan) dan para pemain muda PB Djarum. Pada Kamis (11/1/2018), PB Djarum memberikan penghargaan kepada para pemain mudanya yang berprestasi pada 2017.
Yoppie Rosimin (kanan) dan para pemain muda PB Djarum. Pada Kamis (11/1/2018), PB Djarum memberikan penghargaan kepada para pemain mudanya yang berprestasi pada 2017.
/Dokumentasi PB Djarum

Tak kurang dari 27 atlet bulu tangkis muda berkumpul di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Hari itu, mereka datang bukan untuk belanja. Namun, mereka datang untuk menerima penghargaan dari klub PB Djarum.

Hari itu, salah satu klub bulu tangkis terbesar di Indonesia tersebut memang tengah mempunyai hajat--yang rutin mereka laksanakan sejak 2009. Yakni memberikan penghargaan bagi para atlet mudanya yang berprestasi sepanjang tahun.

Acara yang bertajuk "Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PB Djarum 2017" itu, pada tahun ini diberikan kepada 27 atlet di kelas taruna, atau di bawah 19 tahun. Total, Rp115 juta digelontorkan PB Djarum, lewat Djarum Foundation, untuk 27 atletnya tadi.

Tahun lalu, mungkin memang menjadi salah satu tahunnya PB Djarum. Para pemain muda mereka tampil cukup bersinar di berbagai kejuaraan.

Mereka, di antaranya, berhasil menjuarai turnamen kategori Sirkuit Nasional, International Series, International Championship, Superliga Junior, Piala Pembangunan Jaya 2017, hingga Kejuaraan Nasional PBSI 2017.

Khusus untuk para juara di kelas taruna, total, PB Djarum mengguyur mereka dengan bonus hingga Rp40 juta.

"Kami berkomitmen memberikan apresiasi atas prestasi para pemain, mulai dari jenjang junior sampai dunia. Harapannya, mereka bisa terus meningkatkan prestasi," ucap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, Kamis kemarin.

Sedangkan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dan Alya Rahma Mulyani diberi penghargaan khusus. Sebab mereka memenangi Kejurnas PBSI 2017 di sektor tunggal putra dan putri. Masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah Rp15 juta.

Pada kejuaraan tutup tahun tersebut, PB Djarum bukan hanya membawa atletnya menjadi juara di dua nomor kelas taruna. Demikian juga dengan ganda putri atas nama Febby Valencia Dwijayanti/ Lisa Ayu Kusumawati. Pasangan terakhir ini mendapat bonus Rp20 juta.

"Sementara bagi para pemain yang belum berprestasi, pemberian penghargaan ini diharapkan bisa memacu dan memotivasi mereka untuk berlatih lebih keras, disiplin, dan tekun. Agar kelak bisa menjadi juara seperti rekannya yang sudah juara."

Pada acara tersebut, PB Djarum juga memberikan penghargaan bagi atlet yang paling bersinar sepanjang 2017. Dia adalah Ikhsan. Dengan prestasinya ini, PB Djarum pun memberikan pemuda asal Tomohon, Sulawesi Utara itu uang Rp20 juta.

"Terpilih sebagai atlet muda terbaik oleh PB Djarum merupakan tanggungjawab dan lecutan motivasi. Saya tidak mau terlena," ucap Ikhsan.

Dari SKO ke pelatnas

Ikhsan saat bertanding di Kejuaraan Asia Junior (AJC) pada Sabtu (29/7/2017). PB Djarum menobatkan Ikhsan sebagai atlet terbaik pada 2017.
Ikhsan saat bertanding di Kejuaraan Asia Junior (AJC) pada Sabtu (29/7/2017). PB Djarum menobatkan Ikhsan sebagai atlet terbaik pada 2017.
© Badmintonindonesia.org /PBSI

Suasana memprihatinkan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta Selatan itu benar-benar melekat di benak Luluk Hadiyanto. Mantan andalan Indonesia di sektor ganda putra itu menggambarkan betapa menyedihkan ruang untuk bulu tangkis di sana.

Lantai ruang bulu tangkis di sana belum diganti sejak 1977. "Kemarin baru direnovasi, tapi (sifatnya) tambal sulam. Jadi tidak merata, bergelombang," ucap Luluk, yang kini menjadi pelatih bulu tangkis di SKO Ragunan, kepada Beritagar.id, Kamis kemarin.

"Itupun belum semuanya, dari lima kayu (lantai) baru diganti tiga." Belum lagi atapnya, yang menurut Luluk akan bocor ketika hujan datang. "Gedungnya berlubang-lubang."

Fasilitas bulu tangkis di SKO Ragunan pun tak menyediakan tempat kebugaran (gym). "Tidak ada fasilitas kebugaran. Jadi, mohon maaf, beberapa waktu lalu saya meminta kepada pimpinan alat-alat kebugaran manual saja, seperti stiknya saja dahulu," ucapnya malu-malu.

Meski demikian, Luluk enggan menyerah dengan kondisi itu. Ia bertekad untuk memunculkan bibit unggul dari SKO Ragunan. Usaha itu berhasil dengan dipilihnya Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ke pelatnas Cipayung sebagai "pemain tetap".

Prestasi Ikhsan memang cukup apik di 2017. Menurut laman resmi BWF, pada 2017 ia memainkan 37 pertandingan dan meraih kemenangan 29 kali. Selain itu, Ikhsan juga berperan cukup besar bagi tim Indonesia di Kejuaraan Asia Junior, dengan berhasil membawa Indonesia meraih posisi runner-up, di bawah Korea Selatan.

Menurut sang pelatih, Luluk, Ikhsan memang memiliki kelebihan. Selain memiliki tenaga yang kuat, Ikhsan adalah pemain yang tak gampang meyerah. "Dia itu mengingatkan saya pada Taufik (Hidayat). Dia punya backhand smash yang bagus," ucapnya.

Keberhasilan Ikhsan ini tak lepas dari peran PB Djarum. Meski menghuni SKO Ragunan, namun beberapa turnamen internasional yang diikuti Ikhsan pada 2017, ditanggung PB Djarum. Seperti saat pemuda kelahiran 15 Januari 2000 ikut di turnamen di Peru dan Brasil.

PB Djarum juga dengan telaten dan sabar membawa Ikhsan bermukim di sana. Maklum, sebelum bergabung dengan SKO, Ikhsan terdaftar di klub di daerahnya, yakni Mahawu DC.

Layaknya perpindahan pemain, pemilik baru harus meminta izin kepada klub lama. Sayangnya, Mahawu DC kini sudah bubar. Halangan lainnya, adalah soal izin dari pemerintah daerah setempat.

"Butuh waktu hingga setahun untuk membawa Ikhsan ke PB Djarum. Kita sabar saja. Dan saya bilang ke Ikhsan untuk sabar dan fokus ke pertandingan," ucap Yoppy Rosimin.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.