BULU TANGKIS

Pebulu tangkis muda Indonesia unjuk gigi

Gregoria saat bertanding di babak kualifikasi Indonesia Masters 2018, Selasa (23/1/2018). Pada akhir pekan lalu, Gregoria menjadi salah satu pemain Indonesia yang berhasil menjuarai turnamen internasional.
Gregoria saat bertanding di babak kualifikasi Indonesia Masters 2018, Selasa (23/1/2018). Pada akhir pekan lalu, Gregoria menjadi salah satu pemain Indonesia yang berhasil menjuarai turnamen internasional. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Para pebulu tangkis muda Indonesia unjuk kebolehan sepanjang akhir pekan kemarin. Dari dua turnamen yang diikuti, Finnish Open 2018 dan Pembangunan Jaya Raya Grandprix 2018, sejumlah pemain menjadi juara.

Pertama, di Finnish Open. Dari lima nomor final yang dipertandingkan di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Minggu, (8/4/2018), penepuk bulu muda tanah air mampu menjadi juara umum. Bahkan, terjadi final sesama pemain Indonesia di tiga nomor.

Ganda campuran, tunggal putri, dan ganda putra adalah nomor-nomor di mana terjadi all Indonesia final dalam kejuaraan yang menyediakan total hadiah 25.000 dollar AS tersebut.

Di partai puncak, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami mampu menundukkan rekan sepelatnasnya, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dengan skor 21-18, 21-16.

Untuk nomor tunggal putri, pemain masa depan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung mampu mengandaskan perlawanan rekan sepelatnasnya, Ruselli Hartawan, 21-7, 21-13.

Terakhir, Akbar Bintang Cahyono/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, menghentikan perlawanan kompatriotnya, Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto dalam dua gim langsung, 21-14, 21-17.

Dengan hasil tersebut, Indonesia pulang dengan status juara umum. Dua nomor final lainnya, direbut oleh Jun Hao Leong (tunggal putra/Malaysia) dan Asumi Kogo/Megumi Yokoyama (ganda putri/Jepang).

Dari tiga juara yang direbut pebulu tangkis muda Indonesia itu, catatan khusus patut diberikan kepada tunggal putri. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian sektor tersebut.

Pasalnya, selama ini nomor tersebut sering dipandang sebelah mata. Maklum, di tengah prestasi apik bulu tangkis Indonesia beberapa tahun terakhir, sektor tunggal putri belum memberi banyak sumbangan.

Pada 2018, sebenarnya sektor tunggal putri sudah mulai cukup banyak berbicara. Sebelum Gregoria, Dinar Dyah Ayustine juga berhasil mengibarkan Merah-Putih di Vietnam International Challenge 2018, akhir bulan lalu.

"Saya bersyukur akan gelar ini," ucap Dinar, seperti dinukil dari Badmintonindonesia.org.

Berjaya di tanah air

Juara umum bukan hanya terjadi di tanah Finlandia. Demikian pula di rumah sendiri. Di waktu yang bersamaan, para pebulu tangkis muda Indonesia juga berhasil menjadi juara umum di ajang Pembangunan Jaya Raya Grandprix.

Bertempat di GOR Jaya Raya, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, para pemain Indonesia berhasil memenangi lima dari total 15 nomor yang dipertandingkan.

Banyak? Memang banyak. Sebab ini adalah turnamen dengan usia junior. Maka dari itu, pertandingan pun dibagi menjadi tiga kelas, di bawah 15 tahun (U-15), 17 tahun, dan 19 tahun.

Meski menjadi juara umum, tapi Indonesia nir-gelar di kelompok usia 19 tahun. Dari lima nomor yang dipertandingkan di kelas tersebut, Tiongkok merajai dengan merebut empat gelar.

Indonesia berhasil menjadi juara umum di kategori usia U-15 dan U-17. Rian Cannavaro/Asghar Herfanda mengalahkan ganda putra U-17 Indonesia lainnya, Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki dua gim langsung 21-17, 21-18.

Kondisi serupa terjadi di ganda campuran U-17. Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia meghentikan rekan senegaranya, Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyila lewat pertarungan ketat, 21-7, 20-22, 21-19.

Sementara itu, di nomor tunggal putra U-15, Ellena Manaby Yullyana tampil apik dengan menyingkirkan Pittcamon Opatniput (Thailand) lewat pertarungan ketat. Ellena menang dengan skor 22-20, 22-20.

Gelar keempat diraih lewat ganda putri U-15. Adalah Mikala Kani/Febi Setianingrum yang mengandaskan perlawanan pasangan Indonesia lainnya, Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo lewat pertarungan tiga gim 23-21, 13-21, 21-18.

Terakhir, Aisyah Sativa Fatetani, yang turun di kategori tunggal putri U-17, mampu mengalahkan pemain asal Korea Selatan, Lee So Yui dengan skor 15-21, 21-13, 21-19.

Keberhasilan para pemain Indonesia di ajang yang disebut terakhir ini disambut positif oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa di level junior Indonesia mampu bersaing dengan atlet-atlet mancanegara.

"Peta persaingan bulu tangkis dunia cukup ketat. Indonesia masih bisa bersaing dengan negara lain," kata Susi.

Memang, tiga kejuaraan yang disebut di atas bukanlah turnamen dengan ketagori elit. Tiga turnamen itu, maksimal berlevel International Series dan Future Series. Namun, setidaknya, ini adalah satu langkah untuk menjaga prestasi Indonesia di dunia bulu tangkis dunia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR