CHINA OPEN

Pemain muda Indonesia mulai unjuk gigi

Ekspresi Anthony saat meraih angka dari Lin Dan (Tiongkok) pada turnamen China Open 2018 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Selasa (18/9/2018).
Ekspresi Anthony saat meraih angka dari Lin Dan (Tiongkok) pada turnamen China Open 2018 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Selasa (18/9/2018). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Anthony Sinisuka Ginting sepertinya belum mau berhenti membuat kejutan. Setelah mengalahkan Lin Dan di babak pertama Victor China Open 2018, kini giliran unggulan pertama kejuaraan, Viktor Axelsen, yang ditaklukkan Anthony.

Bertarung di lapangan 1 Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Tiongkok, Kamis (20/9/2018), ia mampu mengatasi jagoan Denmark tersebut dengan skor 21-18, 21-17. Anthony pun berhak mendapat tiket ke perempat final.

Penampilan Anthony pada pertandingan tersebut bisa dibilang cukup apik. Ia jarang membuat kesalahan sendiri. Pun kemampuan andalannya, bermain net, juga berjalan cukup lancar.

"Sebisa mungkin tadi saya tidak mau mengarahkan shuttlecock ke atas. Saya mencoba ungguli dia di permainan net. Bagaimana pun caranya, pokoknya harus menurunkan bola," kata pria asal Cimahi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut kepada Badmintonindonesia.org.

Strategi tersebut bisa dibilang cukup tepat. Pasalnya, secara fisik, Anthony kalah jauh dibanding Axelsen. Perbedaan tinggi kedua pemain tersebut mencapai sekira 0,23 meter: Anthony 1,71 meter dan Axelsen 1,94 meter.

Demikian pula dengan jangkauan tangan kedua pemain. Maka, cara yang paling ideal bagi Anthony adalah dengan membawa lawannya masuk ke permainan sendiri. Dan hasilnya cukup baik.

"Kali ini dia tidak bisa mengontrol keadaan di lapangan. Sedangkan saya tadi berusaha untuk main di pola main saya dan tidak melakukan kesalahan sendiri," ujar Anthony.

Dengan hasil ini, Anthony pun membalas kekalahannya atas Axelsen di Japan Open 2018 pekan lalu. Saat itu, Axelsen menang dengan skor 21-17, 21-15 di babak perempat final. Kini, rekor pertemuan kedua pemain menjadi 2-1 untuk Anthony.

Hasil ini tentu membuat Anthony bangga. Maklum, meski ia telah menjuarai dua turnamen bergengsi, yakni Indonesia Masters 2018 dan Korea Open 2017, tapi dalam percaturan bulu tangkis dunia di nomor tunggal putra, dia belum terlalu diperhitungkan.

Kini dia hanya nangkring di posisi 13 dunia, bandingkan dengan Axelsen yang berada di pucuk nomor tunggal putra. Namun, hal itu seperti menjadi sebuah kewajaran bila mengingat usianya.

Saat ini, pria yang irit bicara tersebut, baru berusia 22 tahun. Jalannya di dunia tepuk bulu masih cukup panjang. Bila berkaca dari Axelsen (24 tahun), ia juga mulai menjuarai turnamen kategori superseries (kini BWF World Tour) di usia 22 tahun, Superseries Final 2016.

Di babak perempat final, Jumat (21/9), Anthony kembali bertemu pemain peringkat dunia lainnya asal Tiongkok, Chen Long (6 dunia). Sejauh ini, kedua pemain telah enam kali bersua, dengan empat kemenangan untuk wakil Indonesia.

Gregoria berhasil melangkah ke babak perempat final China Open 2018 setelah menang atas  Zhang Beiwen dengan skor 23-21, 22-20, di  Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Tiongkok, Kamis (20/9/2018)
Gregoria berhasil melangkah ke babak perempat final China Open 2018 setelah menang atas Zhang Beiwen dengan skor 23-21, 22-20, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Tiongkok, Kamis (20/9/2018) | Badmintonindonesia.org /PBSI

Pemain muda lainnya yang tampil cukup apik pada turnamen dengan total hadiah satu juta dolar AS tersebut adalah Gregoria Mariska Tunjung. Gadis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 19 tahun silam itu berhasil melangkah ke babak delapan besar dengan mengalahkan Zhang Beiwen (Amerika Serikat), 23-21, 22-20.

Ini merupakan kali pertama Gregoria mampu melangkah jauh di turnamen dengan kategori tertinggi, yakni BWF World Tour Super 1000. Sebelumnya, di turnamen dengan kategori sama, Indonesia Open, ia kandas di babak kedua. Sedangkan di All England, ia tak ambil bagian.

Laman resmi BWF pun mulai memuji penampilan Gregoria. "Gregoria memperlihatkan banyak bukti bahwa dia mampu berada di antara para pemain tunggal putri dunia lain. Dia menunjukkan kedewasaan dengan berusaha keluar dari situasi sulit melawan Zhang yang berpengalaman," tulis BWF.

Walau demikian, Gregoria tampak tak ingin berekspektasi terlalu tinggi. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus segera ia benahi. Salah satunya adalah konsistensi.

"Saya belum bisa mengalahkan pemain peringkat atas, bahkan sama yang di bawah juga masih sering kalah. Rasa percaya diri di lapangan masih hilang muncul, karena saya terlalu memikirkan cara main," ucap Gregoria.

Di babak perempat final nanti, Gregoria kudu menghadapi Juara Dunia 2017, Nozomi Okuhara. Skor sementara 1-0 untuk Okuhara.

Selain Anthony dan Gregoria, pada babak kedua China Open 2018 ada 10 wakil Indonesia lainnya yang ambil bagian. Dari 12 wakil tersebut, setengah di antaranya beroleh kekalahan.

Dan, salah satu kekalahan yang mengejutkan dialami oleh ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir. Pasangan yang akan mengakhiri duetnya pada akhir 2018 ini kalah dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang).

Lewat pertarungan sengit, Owi/Butet kalah dengan skor 12-21, 21-14, 12-21. Kekalahan ini, menurut Butet, karena ia dan Owi tak mampu mengimbangi kecepatan andalan Jepang tersebut.

Selain itu, "Kami harus terima kenyataan, mungkin dulu grafik penampilan kami meningkat, sekarang sudah di fase menurun. Kami akan mencoba menikmati pertandingan di sisa 2-3 turnamen (2018) kami bersama," ucap Butet.

Owi/Butet harus mengakui keunggulan Yuta Watanabe/Arisa Higashino di babak kedua China Open, Kamis (20/9/2018). Mereka kalah dengan skor 12-21, 21-14, 12-21
Owi/Butet harus mengakui keunggulan Yuta Watanabe/Arisa Higashino di babak kedua China Open, Kamis (20/9/2018). Mereka kalah dengan skor 12-21, 21-14, 12-21 | Badmintonindonesia.org /PBSI

Hasil pertandingan pemain Indonesia lainnya:

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon vs Tinn Isriyanet/KittisakNamdash: 21-13, 21-13
Huang Kaixiang/Wang Yilyu vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan: 21-11, 21-11
Ricky Karandasuwardi/Debby Susanti vs Lu Kai/Cheng Lu: 21-18, 21-19
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Chang Ye Na/Jung Kyung Eu: 24-22, 21-18
Han Chengkai/Zhou Haodong vs Berry Angriawan/Hardianto: 8-21, 25-23, 24-22
He Jiting/Tan Qiang vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto: 21-17, 12-21, 21-17
Ng Ka Long Angus vs Jonatan Christie: 21-18, 21-16
Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi vs Della Haris/Rizki Amelia: 19-21, 21-13, 21-13
Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama vs Goh V. Shem/Tan Wee Kiong: 21-14, 17-21, 21-19

BACA JUGA