FRANCE OPEN 2017

Pembalasan Anthony dan kekalahan Praveen/Debby

Anthony berhasil mengalahkan Hu dua gim langsung di babak kedua France Open, Kamis (26/10). Hasil ini sekaligus membayar kegagalannya di Japan Open.
Anthony berhasil mengalahkan Hu dua gim langsung di babak kedua France Open, Kamis (26/10). Hasil ini sekaligus membayar kegagalannya di Japan Open. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Anthony Sinisuka Ginting berhasil melakukan misi balas dendam atas tunggal putra Hong Kong, Hu Yun. Setelah dikalahkan di Japan Open pada pertengahan September, kini Anthony membayar lunas di babak kedua France Open.

Bermain di lapangan 4 Stade Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, pada babak kedua, Kamis (26/10), Anthony menang atas Hu lewat straight game, 21-7, 21-16. Hasil ini membuat rekor pertemuan Anthony dengan peringkat 25 dunia itu menjadi 1-1.

Hasil ini membuat Anthony senang. Bukan hanya soal kemenangannya saja, tetapi juga dengan cara bermain pemuda rangking 16 dunia itu. Bila dibandingkan dengan di Japan Open, Anthony merasa permainannya kali ini lebih komplit.

Di Japan Open, Anthony menyebut, ia selalu mengajak Hu bermain reli tanpa kontrol. "Permainan saya sekarang tidak terlalu monoton, terutama dari stroke nya," ujar Anthony, seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org. "Kini lebih komplit."

Pada pertandingan kali ini, Anthony memang sangat menguasai betul jalannya pertandingan. Di gim pertama, tak sekalipun perolehan angka Anthony terkejar.

Sedangkan di gim kedua, hanya sampai pada poin kelima saja terjadi perburuan angka ketat kedua wakil tersebut. Setelahnya, pemuda berusia 21 tahun tersebut melesat tanpa pernah tersentuh Hu. Kali ini saya lebih menguasai pertandingan," ucapnya.

Di babak perempat final yang berlangsung pada hari ini, Anthony bakal menghadapi Kenta Nishimoto (Jepang). Pemain yang disebut terakhir itu, membuat kejutan dengan mengalahkan Lee Chong Wei pada babak utama France Open.

"Harus lebih siap karena dia pasti percaya diri setelah mengalahkan Lee Chong Wei," katanya.

Sayang, keberhasilan Indonesia Anthony ini tak diikuti oleh kompatriotnya di tunggal putri, Hanna Ramadini. Hanna dikalahkan dengan cukup mudah oleh wakil dari Tiongkok Chen Yufei, 21-17, 21-9.

"Saya merasa under performed sekali terutama di game kedua. Pukulan saya tidak matang dan melakukan kesalahan sendiri," ujarnya.

Was-was di ganda

Hal ini seperti bukan menjadi kebiasaan wakil Indonesia di nomor ganda. Biasanya, di nomor yang menjadi andalan Indonesia itu, Merah-Putih tampil gemilang. Tapi, tidak di France Open kali ini.

Dari lima wakil yang tersisa di babak kedua, dua di antaranya harus angkat kaki dari turnamen yang menyediakan hadiah total 325.000 USD tersebut. Yang melangkah ke perempat final pun tampil dengan susah payah.

Praveen Jordan/Debby Susanto tak kuasa menahan ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Puttita Supajirakul. Hanya dalam tempo 33 menit, Praveen/Debby keok dengan skor 16-21, 15-21.

Bila melihat statistik pertandingan, terlihat bahwa Praveen/Debby kesulitan membongkar pertahanan wakil Thailand tersebut, khususnya di gim kedua. Perolehan angka mereka tak pernah melewati Dechapol/Puttita.

Beruntung Indonesia masih memiliki Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir misalnya. Meski menang, mereka juga harus melalui partai ketat dengan pemain dari negara non-tradisi, Ivan Sozonov/Evgeniya Kosetskaya (Rusia).

Butuh waktu sekitar 43 menit bagi Owi/Butet untuk menuntaskan pertandingan dengan skor 21-16, 17-21, 21-16.

Setali tiga uang dengan ganda campuran, di nomor ganda putra, Indonesia juga hanya menyisakan satu wakil di babak perempat final. Hal ini disebabkan kalahnya Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro di tangan pasangan muda Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang.

Ahsan/Rian menyerah dua gim langsung, 13-21, 16-21. Menurut Ahsan, kekalahannya ini tak lepas dari dominasi He/Tan. "Kami tidak bisa keluar dari tekanan dan banyak bikin kesalahan sendiri. Jadi lawan semakin percaya diri dan kami tertekan," kata Ahsan.

Rian pun mengakui dalam pertandingan kali ini, ia sering membuat kesalahan sendiri. "Saya kurang siap dengan tipe-tipe permainan cepat," ucapnya.

Dengan hasil ini, capaian Ahsan/Rian di dua turnamen terakhir, France Open dan Denmark Open, terhitung buruk. Bila di France Open mereka sampai babak kedua, di Denmark Open, hanya menginjak babak utama.

"Pastinya ini diluar ekspektasi, saya juga nggak mau kejadian begini. Mau ga mau, harus latihan lebih keras lagi," ucapnya Ahsan.

Satu wakil lainnya, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menjaga asa ganda putra Indonesia dengan menang atas Dukyoung/Chung Eui Seok (Korea). Tapi, kemenangan tersebut harus melewati laga sengit berdurasi 55 menit, 21-12, 13-21, 25-23.

Di ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan keempat kejuaraan, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang). Dalam tempo 53 menit, Greysia/Apriyani menang dengan skor 21-19, 21-18.

Dengan hasil di Kamis (26/10) ini, maka Indonesia hanya menempatkan empat wakilnya di babak perempat final.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR