INDONESIA MASTERS 2019

Perang antarpemain elite pada awal tahun

Tim bulu tangkis Thailand melakukan latihan uji coba lapangan jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). Daihatsu Indonesia Masters 2019 merupakan bagian dari rangkaian turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Februari 2019 dengan diikuti lebih dari 200 pebulu tangkis tingkat dunia.
Tim bulu tangkis Thailand melakukan latihan uji coba lapangan jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). Daihatsu Indonesia Masters 2019 merupakan bagian dari rangkaian turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Februari 2019 dengan diikuti lebih dari 200 pebulu tangkis tingkat dunia. | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Pencinta olahraga bulu tangkis Indonesia bakal dimanjakan aksi-aksi para penepuk bulu papan atas dunia sepanjang minggu ini. Pasalnya, mulai hari ini, Selasa (22/1/2019), hingga Minggu (27/1), Daihatsu Indonesia Masters 2019 mulai digelar.

Turnamen dengan kategori level BWF World Tour Super 500 tersebut dihelat di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta. Sejauh ini, para pemain elite dunia bakal ambil bagian dalam turnamen tersebut.

Misalnya, pada tunggal putra, mulai dari Kento Momota (peringkat 1 dunia) hingga Kenta Nishimoto (peringkat 9) akan meramaikan turnamen berhadiah hingga 350.000 dolar AS (Rp4,9 miliar) tersebut.

Pun demikian dengan nomor-nomor lain. Namun, menjelang Managers Meeting turnamen, Senin (21/1) sore, ada sejumlah pemain Tiongkok yang mengundurkan diri.

"Ada tujuh pemain Tiongkok yang mengundurkan diri. Jadi, dari awalnya 44, kini menjadi 37 pemain," ucap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susi Susanty, kepada Beritagar.id, Senin (21/1).

Salah satu pemain yang mundur adalah spesialis ganda dari Tiongkok, Zhang Nan. Artinya, pada nomor ganda putra, Liu Cheng/Zhang Nan (peringkat 10 dunia) dan ganda campuran, Zhang Nan/Li Yinhui (10 dunia) batal ambil bagian dalam Indonesia Masters.

Satu pemain unggulan lain yang tidak ambil bagian adalah tunggal putri Tai Tzu Ying (1 dunia) dari Taiwan. Dengan fakta tersebut, artinya semua pemain unggulan asal Indonesia akan tampil.

Termasuk di antaranya adalah juara bertahan Indonesia Masters dari nomor ganda putra dan tunggal putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon serta Anthony Sinisuka Ginting.

"Saya ingin mengulang prestasi tahun lalu. Namun, saya ingin menikmati pertandingan satu demi satu," kata Ginting.

Pada turnamen bergengsi awal tahun ini, seperti biasa, PBSI menargetkan satu gelar. Menurut Susi, satu gelar tersebut bisa dari nomor apa saja. Alasannya, jika mematok dari satu nomor khusus, akan menjadi beban bagi para pemainnya.

Sejauh ini, nomor yang paling memungkinkan untuk meraih gelar ada pada nomor ganda, khususnya ganda putra. Pasalnya, di sana ada Kevin/Marcus -- peraih delapan gelar world tour 2018 dan minggu lalu baru saja menjuarai Malaysia Masters 2019.

Sedangkan pada nomor ganda putri, peluangnya cukup berat. Pasalnya, para pemain unggulan dari Jepang ambil bagian. Demikian pula dalam ganda campuran.

Makin bertambahnya usia Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir dan belum ada regenerasi di nomor tersebut menjadi penyebabnya. "Namun, tentu kita berharap muncul kejutan dari sektor lainnya," kata Susi.

Pesta perpisahan Butet

Pebulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir (tengah) bersama Ketua Pelaksana Indonesia Masters 2019 Achmad Budiharto (kanan) dan Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (21/1/2019). Daihatsu Indonesia Masters 2019 merupakan bagian dari rangkaian turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Februari 2019 dengan diikuti lebih dari 200 pebulu tangkis tingkat dunia.
Pebulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir (tengah) bersama Ketua Pelaksana Indonesia Masters 2019 Achmad Budiharto (kanan) dan Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (21/1/2019). Daihatsu Indonesia Masters 2019 merupakan bagian dari rangkaian turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Februari 2019 dengan diikuti lebih dari 200 pebulu tangkis tingkat dunia. | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Indonesia Masters 2019 bakal menjadi momen teramat spesial bagi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Liliyana "Butet" Natsir. Pasalnya, ini adalah turnamen terakhir dalam karier cemerlang dia di dunia bulu tangkis.

Untuk itu, panitia turnamen pun berencana mengadakan satu sesi khusus untuk melepas dia. "Rencananya jam 12 pada hari Minggu (27/1)," ucap Achmad Budiharto, Ketua Panitia Indonesia Masters.

Sejauh ini, Budiharto masih merahasiakan seperti apa pesta perpisahan tersebut. Namun, yang pasti, akan ada sesi khusus tersebut, terlepas apakah Owi/Butet berhasil melangkah ke babak final atau tidak.

"Butet ini kan sudah berjasa bagi Indonesia. Sudah 24 tahun dia berjuang di dunia bulu tangkis," kata Budiharto.

Atas apresiasi tersebut, Butet pun mengucapkan terima kasih. Menurutnya, pada pertandingan terakhirnya ini, ia akan tampil santai dan bakal menikmati tiap gim yang berlangsung.

"Ini kesempatan terakhir saya dengan Owi. Saya akan menikmatinya," kata Butet.

Lantas, apakah dia tidak mengejar prestasi pada turnamen terakhirnya ini? Ia menepis hal itu. Meski santai, katanya, ia tetap akan tampil yang terbaik.

Butet boleh saja berucap demikian. Namun, sebenarnya sudah cukup lama ia tak tampil bersama Owi. Terakhir mereka bertanding bersama dalam pertandingan kompetitif adalah pada awal November 2018 kala bertarung dalam China Open.

Sedangkan Owi, masih cukup rutin bermain dengan sejumlah partner, seperti Debby Susanto dan Della Destiara Haris. Lantas, apakah dengan mepetnya persiapan tersebut dia dapat berprestasi tinggi dalam Indonesia Masters?

"Memang jarang latihan dengan Owi. Namun, kami sudah lama berpasangan. Jadi tak butuh waktu lama untuk beradaptasi," ucap Butet.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR