LIGA PRIMER INGGRIS

Persaingan juara City dan Liverpool berlanjut ke pekan terakhir

Kapten Manchester City Vincent Kompany (tengah) disambut Bernardo Silva (kiri) dan Aymeric Laporte (kanan) usai mencetak gol kemenangan 1-0 atas Leicester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Selasa (7/5/2019) dini hari WIB.
Kapten Manchester City Vincent Kompany (tengah) disambut Bernardo Silva (kiri) dan Aymeric Laporte (kanan) usai mencetak gol kemenangan 1-0 atas Leicester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Selasa (7/5/2019) dini hari WIB. | Nigel Roddis /EPA-EFE

Manchester City memastikan penentuan juara Liga Primer Inggris (EPL) akan ditentukan pada pekan terakhir (12/5/2019). Persaingan dengan Liverpool di jalur juara berlanjut setelah City mengalahkan Leicester City 1-0.

Dalam laga di Stadion Etihad, Manchester, Selasa (7/5), City nyaris frustrasi sebelum kapten Vincent Kompany melepas tembakan dari jarak sekitar 20 meter demi gol semata wayang. Alhasil City kembali ke puncak klasemen dan mengungguli Liverpool lagi dengan perbedaan satu poin.

Tidak seperti pekan ini dan beberapa kali sebelumnya, pertandingan pada pekan terakhir nanti bakal berlangsung serentak; Minggu pukul 21.00 WIB. City melawat Brighton & Hove Albion dan Liverpool menjamu Wolverhampton Wanderers.

"Kami akan bersiap dengan baik. Kita tunggu apakah Brighton akan bertahan rapat atau ofensif. Pertandingan akan sangat berat, semoga kami bisa tampil bagus agar bisa juara lagi," ujar pelatih City, Pep Guardiola.

City bakal merebut gelar juara kedua kali secara beruntun jika mampu mengalahkan Brighton, apapun hasil Liverpool di Anfield. Peluang itu terbuka lebar.

Maklum, City adalah satu-satunya tim EPL dalam dua musim beruntun yang berhasil mengalahkan semua lawan. Rekor ini dicatat pertama kali oleh Preston pada masa klasik Liga Inggris 1888-89 dan 1889-90.

Namun, City juga perlu mengatasi tren kemenangan tipis yang terjadi belakangan. Empat laga EPL terakhir, City tiga kali menang dengan keunggulan satu gol dan hanya sekali dengan skor lebih dari satu gol (2-0 atas Manchester United).

Hal ini sempat ditanyakan seorang jurnalis ketika jumpa pers sebelum melawan Leicester. "Kadang ini terjadi pada masa akhir kompetisi, permainan mulai ketat dan setiap tim makin waspada," ujar Guardiola.

"Yang terpenting adalah kami selalu berusaha menciptakan banyak peluang dan mencetak gol. Kami juga masih bagus karena belum kemasukan gol dari tendangan bebas atau sepak pojok," imbuhnya.

Permainan yang makin ketat itu pun terjadi dini hari tadi. Seperti dugaan awal, Leicester menutup rapat pertahanan hingga delapan pemain dalam dua lapis.

Belum lagi kiper Leicester Kasper Schmeichel yang juga mantan penjaga gawang City bermain apik. Kiper asal Denmark ini setidaknya mematahkan dua peluang emas dari Sergio Aguero, masing-masing pada setiap babak.

Kiper 32 tahun itu pun menjadi pemain terbaik laga ini. Menurut versi BBC, Schmeichel mendapat nilai 7,33.

Namun, kebuntuan City akhirnya pecah pada menit ke-70. Schmeichel tak kuasa membendung bola tembakan jarak jauh Kompany.

"Hari ini agak frustrasi, semua orang mengatakan 'jangan menendang, jangan menendang' dan saya bisa mendengarnya. Lalu saya menunggu sekian detik dan berpikir tak pernah sejauh ini saat muda sehingga melepas tembakan," ujar Kompany usai laga kepada Sky Sports (h/t CNN.com).

Kompany pun menjadi pemain kedua City yang berhasil mencetak gol dalam sembilan musim EPL berbeda. Pemain pertama adalah David Silva. Gol Kompany juga edisi ke-100 bagi City di kandangnya musim ini.

Bagi Leicester, hasil ini meneruskan catatan buruk mereka saat bertandang pada hari Senin waktu setempat. Dari 11 laga EPL musim ini, mereka hanya imbang tiga kali dan sisanya kalah.

Pelatih Leicester Brendan Rodgers menilai para pemainnya sudah melakukan yang terbaik, termasuk berani menghadapi City yang dipenuhi para pemain kelas dunia.

"Para pemain sudah bertahan dengan baik, penuh konsentrasi. Kami seharusnya bisa meraih gol pada babak pertama jika lebih bernyali saat pegang bola.

"Sementara pada babak kedua, kami tak lagi punya banyak peluang karena terlalu lama membangun serangan. Tapi sudah saya bilang, ini tetap tim yang bagus," kata Rodgers seusai pertandingan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR