PIALA PRESIDEN 2018

Persiapan berharga Bali United dan Persija Jakarta

Kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan (kanan) membayangi gelandang Bali United Stafeno Lilipaly di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (29/1/2018).
Kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan (kanan) membayangi gelandang Bali United Stafeno Lilipaly di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (29/1/2018). | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Bali United (BU) menjadi tim kedua di ajang Piala Presiden 2018 yang mampu mengumpulkan nilai sempurna dalam kualifikasi grup setelah Mitra Kukar. BU memastikan nilai sembilan setelah mengalahkan Persija Jakarta 3-2 dalam laga akhir Grup D di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (29/1/2018).

Adapun Persija menjadi runner up dan tetap lolos ke perempat final bersama BU. Dengan begitu, Grup D menjadi kelompok terakhir yang mengirim dua perwakilan ke delapan besar setelah Grup A (Sriwjaya FC dan PSMS Medan) dan Grup C (Persebaya Surabaya dan Madura United).

Dalam pertandingan di Gianyar, BU kembali menunjukkan kualitasnya untuk melakoni Liga 1 Indonesia. Namun begitu, Persija juga cukup menjanjikan karena berhasil mengejar ketinggalan dua gol hingga kemudian "hanya" kalah 2-3.

BU memimpin hingga 2-0 dalam 25 menit. Penyerang Illija Spasojevic mencetak gol pertama pada menit sembilan. Lantas Kevin Brands menggandakan keunggulan dari titik penalti pada menit 25 menyusul pelanggaran Ismed Sofyan kepada Spasojevic.

Selepas turun minum, tepatnya menit 53, BU mendapat hadiah penalti lagi. Kali ini eksekutornya adalah Stefano Lilipaly yang sukes mengubah skor 3-0. Lilipaly sebenarnya sempat mencetak gol pada babak pertama, tapi gol dianulir wasit lantaran lebih dulu terjebak offside.

Namun enam menit kemudian, Persija juga memperoleh hadiah penalti setelah pemain BU kedapatan handball. Ivan Carlos pun berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-3.

Persija yang bermain lebih ngotot pada babak kedua pun akhirnya bisa mencetak gol kedua. Pada menit 66, tendangan bebas Jaimerson Xavier mengubah skor 2-3.

"Macan Kemayoran" makin menggebu, apalagi pelatih Stefano "Teco" Cugurra menurunkan Marko Simic yang sudah mencetak tiga gol dalam ajang ini. Namun apa lacur, gol ketiga tak tercipta pula.

Menurut Teco, laga melawan BU adalah ujian yang bagus untuk melakoni Liga 1. Kekalahan pertama Persija di ajang Piala Presiden 2018 ini menjadi pelajaran penting bagaimana menghadapi tim kuat sekelas BU yang pertama kali menurunkan tim utama.

Itu sebabnya pelatih asal Brasil ini tak ambil pusing dengan kekalahan timnya. Selain untuk persiapan tampil di Liga 1, ajang ini juga menjadi pemanasan sebelum mencoba peruntungan di Piala AFC.

"Seperti yang kami bilang, Piala Presiden adalah bagian dari persiapan," lanjut Teco dalam Super Skor.

Selain Persija, BU juga akan tampil di Piala AFC menyusul kegagalan pada kualifikasi Liga Champions Asia pekan lalu. BU akan menjamu Yangon United (Myanmar) pada 13 Februari dan Persija melawat ke kandang Tampines Rovers (Singapura) pada 28 Februari.

Pelatih BU Hans-Peter Schaller mengatakan timnya juga mendapat pelajaran ketika ditekan habis lawan. Itu sebabnya pelatih asal Austria ini memuji Persija yang berhasil memberi ujian bagi pertahanan BU.

Persija dinilai lihai memanfaatkan peluang, termasuk dari tendangan bebas. Namun Schaller juga puas pertahanannya mampu meredam agresivitas Persija.

"Kami memasukkan beberapa pemain bertahan di lima menit terkahir, mengingat Persija terus menekan kami di sisa pertandingan," tutur Schaller dikutip Goal Indonesia.

Dari laga lain di stadion yang sama dan hari yang sama, Borneo FC menutup partisipasi di Piala Presiden 2018 dengan kemenangan. Borneo FC mengalahkan tim Liga 2 PSPS Riau dengan skor 3-0.

Pemain senior timnas Indonesia Boaz Solossa mencetak gol pertama sekaligus terakhir di ajang ini. Sementara dua gol lainnya dihasilkan Prisca Womsiwor danStevan Markovic sehingga PSPS menjadi tim ketiga setelah Martapura FC dan Perseru Serui yang tak mendapat nilai sama sekali dari tiga laga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR