LIGA 1 INDONESIA

Persib dan Persiba nihil kartu merah, Perseru minim kartu kuning

Pemain depan Madura United, Peter Odemwingie (kiri), ditempel Absor Fauzi dari Persiba Balikpapan dalam laga Liga 1 di Bangkalan, Madura, 17 Juli 2017.
Pemain depan Madura United, Peter Odemwingie (kiri), ditempel Absor Fauzi dari Persiba Balikpapan dalam laga Liga 1 di Bangkalan, Madura, 17 Juli 2017. | Saiful Bahri /Antara Foto

Untuk urusan gol, Madura United dan Bali United sama tajam --telah mencetak 32 gol hingga separuh musim (pekan 17) Go-Jek Traveloka Liga 1. Namun tidak dalam hal kartu.

Dalam periode yang sama, Persib Bandung dan Persiba Balikpapan bisa disebut tim paling fair play karena belum pernah menerima kartu merah. Bahkan jumlah kartu kuning bagi dua klub tersebut sama-sama 34 buah, meski bukan yang paling sedikit.

Hingga pekan 17 atau total 153 pertandingan, wasit Liga 1 telah mengeluarkan 679 kartu kuning untuk 291 orang pemain dan 35 kartu merah untuk 33 orang pemain.

Artinya, hadir 4,4 kartu kuning per pekan dan hanya 0,22 kartu merah per pekan. Khusus kartu kuning, jumlah itu lumayan signifikan --apalagi beberapa pemain yang menerimanya lebih dari satu kali.

Bahkan lima besar penerima kartu kuning terbanyak mengumpulkan hingga enam dan tujuh ganjaran. Jorge Gotor Blas (Mitra Kukar), Manahati Lestusen (PS TNI), dan Sandi Darma Sute (Persija Jakarta) sudah mengantongi tujuh kartu kuning.

Sedangkan Nelson Alom (Persipura Jayapura) dan Rizky Dwi Febrianto (Madura United) sama-sama mengumpulkan enam kartu kuning.

Sandi Darma juga rajin menabung kartu merah. Sandi dan Ahmad Alfarizi (Arema FC) menjadi "raja" kartu merah karena sudah dua kali menerimanya.

Grafik kartu merah dan kuning hingga separuh musim (pekan 17) Liga 1 Indonesia.
Grafik kartu merah dan kuning hingga separuh musim (pekan 17) Liga 1 Indonesia. | Lokadata /Beritagar.id

Sedangkan pada sisi klub, PS TNI dan PSM Makassar adalah raja kartu kuning. PS TNI mengantongi 58 kartu dan PSM mengumpulkan 47 kartu.

Yang unik, dua klub ini juga berada di posisi teratas dalam penerimaan kartu merah --kendati posisinya bertukar. PSM telah mengantongi lima kartu merah dan PS TNI bersama Arema sudah mengumpulkan empat kartu merah.

Soal jumlah kartu PS TNI, pelatih Ivan Kolev sempat mengatakan bakal membenahinya. Namun solusi belum terlihat. Pada pekan 17 (30/7), lima pemain PS TNI meraih kartu kuning dalam kemenangan 2-1 atas Semen Padang (dua kartu kuning).

Pola kartu kuning agak sulit untuk dibaca karena penerimanya merata di antara klub papan atas, menengah, dan bawah. Namun Perseru Serui, salah satu tim papan bawah, sejauh ini paling sedikit menerima kartu kuning (30 buah).

Sementara dalam kasus kartu merah, klub papan atas-menengah cukup dominan. Selain PSM (posisi empat) dan Madura United (pemimpin klasemen), tiga besar dilengkapi Arema FC (posisi delapan).

Apakah ini artinya tim di papan atas-menengah senantiasa bermain cukup agresif? Dugaan itu tidak valid karena Pusamania Borneo FC yang masih berada di papan bawah (posisi 15) justru menjadi klub dengan jumlah kartu merah terbanyak ketiga (tiga) bersama Persipura, Persija, dan Persela Lamongan.

Rekapitulasi poin akumulasi per bulan Liga 1 hingga pekan 17 (separuh musim).
Rekapitulasi poin akumulasi per bulan Liga 1 hingga pekan 17 (separuh musim). | Lokadata /Beritagar.id

Perjalanan poin

Hingga pekan 17, pola perjalanan klub dalam mengumpulkan poin juga menarik untuk disimak. Dengan menggunakan basis periode bulan, bisa terlihat mana klub yang lebih konsisten, baik di papan atas maupun bawah, dan sebaliknya.

PSM sebenarnya cukup konsisten karena sejak awal tak pernah meninggalkan papan atas. Bahkan selama dua bulan, "Juku Eja" memimpin klasemen (Mei dan Juni).

Namun begitu memasuki Juli, PSM memasuki periode menurun. Sejumlah pemain utamanya cedera dan menjalani akumulasi kartu kuning/merah sehingga berakhir di posisi lima dan kini sementara waktu naik setingkat (Agustus).

Perjalanan paling menarik bisa dilihat pada Bali United. Klub asal kota Gianyar ini memiliki dua episode pada kurun separuh musim.

Memulai musim dengan semenjana, Bali United berhasil naik dari posisi 12 ke urutan lima begitu memasuki Mei. Peningkatan performa tak lepas dari perubahan di kursi pelatih.

Hans-Peter Schaller, pelatih asal Austria, yang menukangi Bali United sejak awal musim didepak pada akhir April. Eko Purjianto menggantikannya sebagai pelatih sementara.

Bekas pemain bek tengah timnas Indonesia pada kurun 1990-an itu sempat menjanjikan, namun kemudian Bali United harus rela merosot ke posisi sembilan pada Juni.

Namun kemerosotan itu juga bukan hanya dipengaruhi oleh Eko. Bali United merekrut pelatih tetap Widodo Cahyono Putro dan menjalani periode adaptasi.

Secara perlahan, Bali United pun berhasil naik lagi ke papan atas dan mengumpulkan nilai sama dengan Madura United (32) hingga akhir pekan 17. Saat ini Bali United tergusur ke urutan tiga, tapi masih punya satu laga untuk dimainkan (melawan Persipura hari ini 9/8).

Di papan bawah, Persegres Gresik dan Persiba tak bergerak naik. Dua tim itu senantiasa berada di tiga posisi terbawah sejak April hingga Juli.

Bahkan Persegres justru makin buruk karena setelah 18 pekan berakhir di posisi buncit (18). Persiba justru berhasil bangkit meski hanya satu tingkat dengan keunggulan tiga poin dari Persegres.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR