LIGA 1 INDONESIA

Persija ke puncak klasemen, Persib menyerah

Pemain Sriwijaya FC Alan Henrique (kiri) berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Rizki Ramdani Lestaluhu (kanan) pada laga Go-jek Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2018). Persija menang 3-2.
Pemain Sriwijaya FC Alan Henrique (kiri) berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Rizki Ramdani Lestaluhu (kanan) pada laga Go-jek Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2018). Persija menang 3-2. | Risky Andrianto /Antara Foto

Dua klub papan atas, Persija Jakarta dan Persib Bandung, memperoleh hasil berbeda pada pekan ke-32 Go-Jek Liga 1 Indonesia, yang cukup menentukan nasib mereka dalam perebutan gelar juara musim ini.

Saat Macan Kemayoran--julukan Persija--naik ke puncak klasemen berkat kemenangan 3-2 atas tim tamu Sriwijaya FC, Persib gagal merebut poin penuh setelah ditahan imbang 2-2 oleh tim lemah yang terancam degradasi, Perseru Serui.

Pemain belakang Maman Abdurrahman menjadi pahlawan kemenangan Persija di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2018). Gol yang dicetaknya pada menit ke-91, alias injury time, memberi tiga poin penuh kepada klub Ibu Kota itu.

Sebelumnya Persija sempat dua kali unggul, tetapi dua kali pula Sriwijaya berhasil menyamakan kedudukan.

Gol pertama tuan rumah dicetak saat laga baru berlangsung dua menit melalui Marko Simic, tapi disamakan 1-1 oleh sepakan Manucheckhr Dzhalilov pada menit ke-20. Persija kembali unggul 11 menit berselang melalui Ramdani Lestaluhu dan skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, Sriwijaya berhasil menyamakan kedudukan 2-2 melalui tendangan penalti Alan Henrique pada menit ke-63. Penalti diberikan setelah bek tuan rumah Jaimerson Xavier menjatuhkan Dzhalilov di kotak terlarang.

Saat laga memasuki injury time dan hasil imbang sudah terbayang, Maman Abdurrahman muncul sebagai pahlawan. Sundulan keras bek tersebut tak bisa ditahan kiper Teja Paku Alam. The Jakmania--suporter Persija--langsung bersorak gembira.

Kemenangan itu membuat Macan Kemayoran melompat naik ke puncak klasemen Liga 1 Indonesia. Tambahan tiga poin itu membawa mereka mengumpulkan total 56 poin dari 32 pertandingan, unggul dua poin atas PSM Makassar yang baru akan menjamu Bali United pada Minggu (25/11).

Stefano "Teco" Cugurra Rodrigues, pelatih Persija, menyatakan kini mereka bisa beristirahat dengan lebih tenang sembari menunggu hasil PSM vs Bali United.

“Kami bisa tidur nyenyak pada malam ini karena kami sudah mendapatkan tiga poin yang kami inginkan. PSM harus bekerja keras menghadapi Bali United esok hari karena Bali United adalah tim yang bagus dan laga itu pasti berjalan seru,” ujar Teco dalam Tribunnews.com.

Para pemain Sriwijaya, menurutnya, tampil bagus sepanjang pertandingan walau mereka sempat kaget ketiga Sriwijaya menyamakan skor 2-2.

“Kami sangat senang bisa menang melawan Sriwijaya FC. Pertandingan ini tidak mudah karena Sriwijaya FC juga ingin mendapatkan poin agar tidak degradasi," kata Teco dikutip Bolasport.com.

Persija semakin dekat dengan kemungkinan untuk bisa mengangkat trofi lagi setelah 16 musim paceklik gelar. Terakhir mereka menjadi juara pada tahun 2001.

Kekalahan tersebut membuat Sriwijaya gagal beranjak dari zona degradasi. Saat hanya dua laga tersisa musim ini, Laskar Sriwijaya menempati peringkat ke-16 dengan 36 poin.

Walau demikian pelatih Sriwijaya, Angel Alfredo Vera, masih optimistis timnya akan bertahan di Liga 1 pada akhir musim nanti.

"Pertandingan berjalan seru, kami sempat mendominasi. Tapi akhirnya kalah karena lengah. Bola set piece Persija sudah kami antisipasi, tapi masih kecolongan juga di menit akhir," kata Vera dalam situs resmi Liga Indonesia.

"Kalau bisa bermain seperti hari ini, kami masih yakin dua pertandingan ke depan bisa diakhiri dengan kemenangan," tegasnya.

Persib kibarkan bendera putih

Gelandang Persib Bandung, Patrich Wanggai (kanan), berebut bola dengan pemain Perseru Serui, Makarius Fredik Suruan, dalam pertandingan Liga 1 Indonesia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (23/11/2018). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2.
Gelandang Persib Bandung, Patrich Wanggai (kanan), berebut bola dengan pemain Perseru Serui, Makarius Fredik Suruan, dalam pertandingan Liga 1 Indonesia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (23/11/2018). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2. | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Sehari sebelumnya, Jumat (23/11), cerita berbeda dialami Persib di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali. Dua gol Perseru pada menit-menit akhir membuat Persib kehilangan keunggulan dan harus puas dengan hanya satu poin.

Hingga 10 menit sebelum laga usai, Maung Bandung memimpin 2-0 melalui gol-gol Patrich Wanggai (menit ke-2) dan Jonatan Jesus Bauman (53). Tetapi gawang mereka kemudian kebobolan penalti Alberto Antonio de Paula pada menit ke-83 dan Mohammad Sidik Saimima pada menit ke-3 injury time.

Dengan demikian Persib tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir.

Tambahan satu angka membuat Persib kini hanya memiliki 50 poin, tertinggal enam poin dari Persija. Dengan hanya tersisa dua pertandingan, nilai maksimal yang bisa didapat Maung Bandung hanya 56 angka, sama dengan poin Persija saat ini.

Oleh karena itu, manajer Persib Umum Muchtar mengibarkan bendera putih, alias menyerah.

"Bukan tipis lagi, tapi tidak mungkin kita jadi juara, tidak mungkin, kita seharusnya di setiap pertandingan dapat 3 poin tapi apa boleh buat," ujar Umuh kepada Tempo.co (24/11).

Pada pertandingan lainnya, Sabtu (24/11), Persipura Jayapura menang 3-1 atas PSMS Medan di Stadion Mandala, Jayapura, Papua. Kekalahan itu membuat PSMS semakin terbenam di dasar klasemen.

Di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Arema FC mengalahkan PS Barito Putra dengan skor 3-1.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR