PIALA AFC

Persija senasib Bali United

Foto ilustrasi. Penyerang gaek Bambang Pamungkas tak berdaya di hadapan Johor Darul Takzim.
Foto ilustrasi. Penyerang gaek Bambang Pamungkas tak berdaya di hadapan Johor Darul Takzim. | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Persija Jakarta dan Bali United bakal bertemu pada final Piala Presiden. Partai puncak turnamen pramusim ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Namun mereka bukan cuma sama-sama finalis, tapi juga bernasib sama di Piala AFC, kompetisi antarklub kasta kedua di Asia. Setelah Bali United dipecundangi Yangon United (Myanmar) 1-3 di Gianyar, Selasa (13/2), sehari kemudian Persija menyerah 0-3 kepada tuan rumah Johor Darul Takzim (Malaysia).

Seperti halnya Bali United di Grup G, Persija juga menurunkan para pemain pilihan kedua untuk melakoni laga perdananya di Grup H. Bali United dan Persija sama-sama mementingkan laga final turnamen pramusim ketimbang laga resmi Piala AFC meski masing-masing klub masih punya lima laga lagi untuk dimainkan.

Hampir 30 menit pertandingan berlangsung di Stadion Tan Sri Dato Hassan Yunos, Johor Baru, Rabu (14/2), "Harimau Selatan" sudah menjebol gawang "Macan Kemayoran". Gol dicetak Hazwan Bakri setelah menerima bola silang dari Azrif Nasrulhaq.

Penyerang impor Johor Jorge Pereyra Diaz mencetak gol kedua pada menit 42. Lepas dari jebakan offside, pemain asal Argentina ini sukses memperdaya kiper Andritany Ardhiyasa.

Johor memastikan kemenangan 3-0 pada babak kedua, menit 76, menyusul aksi Safawi Rasid. Gol tak lepas dari andil Diaz yang berhasil mengirim bola di tengah kepungan dua pemain bertahan Persija.

Hasil ini membuat Persija berada di dasar klasemen Grup H, seperti juga Bali United yang menempati urutan terakhir Grup G. Mirip dengan Bali United, Persija kalah karena permainan text book.

Seluruh gol terjadi karena para pemain Persija tidak menjaga lawan sebagaimana mestinya. Pada gol pertama, bola Azrif bisa menembus barisan pertahanan Persija.

Sementara pada gol kedua, kegagalan memasang garis sejajar di lini pertahanan membuat Pereyra berada dalam posisi onside. Adapun pada gol ketiga, dua pemain Persija sibuk menjaga Pereyra yang tengah menguasai bola, tapi justru "membebaskan" Safawi.

Sebenarnya Persija mendapat peluang melalui Bambang Pamungkas saat kedudukan masih 0-2. Namun upaya Bepe, sapaan akrabnya, ketika sudah melewati kiper Farizal Marlias justru cuma berakhir di tiang gawang.

Kiper Andritany pun masih sempat memberi perlawanan. Kiper timnas Indonesia ini berhasil menggagalkan upaya Pereyra untuk mencetak gol kedua pada laga ini.

Pelatih Persija Stefano "Teco" Cugurra mengatakan kekalahan disebabkan permainan tak maksimal akibat kelelahan karena jadwal Piala Presiden. Karena alasan kebugaran pula, Teco tak membawa lima pemain teras --termasuk penyerang tajam Marko Simic.

"Pemain kami kelelahan setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dari Solo, Jakarta, Singapura, kemudian ke Johor," kata pelatih dari Brasil ini dikutip Viva.

Lebih lanjut Teco memuji permainan Johor. Bepe pun sepakat bahwa Johor cukup serius bermain di ajang ini. Bahkan menurut pemain 37 tahun ini, level permainan Johor berubah jauh dibanding masa dirinya memperkuat Selangor FA (2005-2007).

Ditulis Bola.com, Persija bertekad membalas kekalahan dari Johor pada pertandingan kandang nanti. Namun partai kandang baru terjadi pada 10 April, sementara pada akhir Februari (28/2), Persija lebih dulu menjamu Tampines Rovers (Singapura).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR