LIGA CHAMPIONS

Pertama sejak 2014, Messi dan Ronaldo bakal absen di final

Kapten Barcelona Lionel Messi melangkah gontai usai tersingkir dari Liga Champions menyusul kekalahan agregat 3-4 di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.
Kapten Barcelona Lionel Messi melangkah gontai usai tersingkir dari Liga Champions menyusul kekalahan agregat 3-4 di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. | Neil Hall /EPA-EFE

Liverpool berhasil bangkit dengan perkasa dan menyisihkan Barcelona untuk melaju ke final Liga Champions. Alhasil ini akan menjadi partai final pertama sejak 2014 tanpa kehadiran Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Messi dan Ronaldo, pemain paling tajam di pentas Liga Champions sepanjang sejarah, bergantian tampil pada partai puncak. Messi bersama Barcelona dan Ronaldo --yang sekarang sudah membela Juventus-- berkostum Real Madrid.

Bahkan sejak musim 2013-14, partai final didominasi oleh wakil Spanyol --termasuk Atletico Madrid (dua kali) dan hanya diselingi Juventus (dua kali). Real Madrid juara pada 2014, 2016, 2017, dan 2018. Barcelona menjadi jawara pada 2015.

Adapun bagi Liverpool, ini akan menjadi final kedua secara beruntun. Musim lalu, The Reds juga mencapai final, tapi mereka dipaksa Madrid menjadi runners up karena kalah 1-3. Mereka menyamai catatan klub Inggris Manchester United yang mampu ke final dua kali beruntun; 2008 dan 2009.

Bagi Liverpool, ini akan menjadi final kesembilan alias klub kelima dengan jumlah partai puncak Liga Champions terbanyak. Di atasnya hanya ada Madrid (16 kali), AC Milan (11), Bayern Munich (10), dan sama dengan Juventus (9).

Namun perjalanan Liverpool ke final kali ini jauh lebih istimewa. Mereka harus menjalani leg kedua semifinal di Anfield, Inggris, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, tanpa dua penyerang kunci; Roberto Firmino yang cedera pangkal paha dan Mohammed Salah yang menderita cedera kepala.

Ada empat pemain yang tidak menjadi starter saat Liverpool dipecundangi 0-3 dalam leg pertama di Camp Nou, Barcelona, pekan lalu. Posisi starter Salah, Naby Keita, Georginio Wijnaldum, dan Joesph Gomez di Camp Nou digantikan Divock Origi, Xherdan Shaqiri, Jordan Henderson, dan Trent Alexander-Arnold.

Origi pun langsung memberi bukti untuk dipercaya menjadi starter. Pada menit ketujuh, penyerang 24 tahun ini menyambar bola hasil tepisan kiper Marc-Andre ter Stegen dari upaya penetrasi Henderson.

Kemudian Wijnaldum yang tampil sebagai pemain pengganti memborong dua gol hanya dalam kurun dua menit, ke-54 dan ke-56. Origi kemudian memastikan kemenangan agregat 4-3 pada menit ke-79.

"Kami berjuang sangat keras," tutur Origi, pemain asal Belgia, dalam laman Uefa.

Liverpool memang luar biasa dan bekerja sangat keras untuk mengejar defisit tiga gol serta menjaga agar Barcelona tidak mencetak gol tandang. Di ajang Liga Champions, cuma ada tiga tim lain yang bisa melaju usai kalah sedikitnya tiga gol pada leg pertama.

Sebelum Liverpool; AS Roma vs. Barcelona pada 2018 (agregat 4-4), Barcelona vs. Paris Saint Germain (2017 6-5), dan Deportivo La Coruna vs. AC Milan (2004 5-4).

Namun pada fase semifinal, hanya ada dua tim lain yang berhasil ke final walau kalah tiga gol pada leg pertama; Panathinaikos melawan Crvena Zvezda pada 1970-71 dan Barcelona melawan IFK Goteborg pada 1985-86.

Tim Liverpool merayakan keberhasilan lolos ke final usai mengalahkan Barcelona agregat 4-3 di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.
Tim Liverpool merayakan keberhasilan lolos ke final usai mengalahkan Barcelona agregat 4-3 di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. | Peter Powell /EPA-EFE

Bagaimana Liverpool melakukannya

Sejak kalah di Camp Nou, pelatih Jurgen Klopp menegaskan bahwa timnya harus bisa menyerang dan mencetak gol sembari menahan Barcelona meraih gol di Anfield. "Kami harus serius ketika menguasai bola, sekaligus juga kokoh (ketika kehilangan bola).

"Barcelona ahli membaca, jadi Anda harus berusaha tidak bisa terbaca. Teorinya mudah, tapi praktiknya sulit," ujar pelatih asal Jerman ini.

Pertama, Klopp dan para pemainnya sudah mempelajari benar taktik permainan Barcelona. Liverpool menutup alur bola terobosan yang biasanya datang dari Messi sebagai pivot serangan.

Kedua, para pemain Liverpool membuat dua lapis pertahanan ketika Barcelona menguasai bola. Mereka menutup rapat ruang tembak dan rajin melakukan pressing.

Namun, Barcelona sedikitnya punya empat kesempatan ketika pertahanan Liverpool terbuka. Tetapi kiper Alisson Becker menjadi palang pintu terakhir untuk mematahkan peluang emas Messi, Philippe Coutinho, Jordi Alba, dan Luis Suarez.

Ketiga, roda nasib seolah berputar. Ketika di Camp Nou, para pemain Liverpool kehilangan ketajaman dari sekitar tiga peluang emas. Di Anfield, giliran para pemain Barcelona yang mengalami hal itu.

Di Camp Nou, kiper Ter Stegen menjadi tembok. Di Anfield, giliran Becker. "Kiper yang membuat semua penyelamatan. Itu kekuatan sesungguhnya. Di lapangan banyak para pencetak gol hebat, tapi kiper selalu menahan bola. Saya tak tahu bagaimana Becker melakukannya," tukas Klopp.

Keempat, membuat kesalahan dalam partai penting seperti ini akan berujung pada hukuman oleh lawan. Kesalahan paling fatal Barcelona membuat Liverpool bisa mencetak gol penentu kemenangan.

Alexander-Arnold mengeksekusi bola penjuru dengan cepat dan disambut Origi dengan jitu saat lawan sedang kehilangan fokus.

"Gol selalu berawal dari kesalahan seseorang atau lainnya. Jika Anda melihat gol apapun, Anda bisa menemukan kesalahan di sana," kata pelatih Barcelona, Ernesto Valverde.

"Liverpool mengejutkan kami dengan gol keempat. Para pemain saya tak memperhatikan, padahal Liverpool cerdas dan bisa mencetak gol," imbuhnya.

Kelima, Barcelona lemah dalam mengantisipasi bola silang. Tiga gol Liverpool datang dari proses operan silang.

"Mereka lebih baik dan kami harus menerimanya. Gol kedua mereka memukul kami dan gol ketiga datang dengan cepat.

"Kami gagal memanfaatkan peluang. Ketika tim berhasil membalikkan keadaan dan bangkit seperti Liverpool, tak ada alasan (pembelaan). Kami sudah menduga bahwa Liverpool akan menaikkan garis pertahanan, mereka melakukannya dan kami tak kuasa melawan pressing tinggi mereka," kata Valverde.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR