PIALA SUDIRMAN 2017

Piala Sudirman: capaian 2017, debutan dan mind games

Tontowi/Gloria tengah menjalani simulasi Piala Sudirman melawan Ronald/Debby di lapangan PBSI, Jakarta, Sabtu (13/5)
Tontowi/Gloria tengah menjalani simulasi Piala Sudirman melawan Ronald/Debby di lapangan PBSI, Jakarta, Sabtu (13/5) | Antara Foto/Widodo S. Jusuf

Hanya dalam hitungan jam, kejuaraan Piala Sudirman ke-15 bakal segera dimulai. Saat ini, semua tim peserta sudah sampai di tempat acara berlangsung, Gold Coast, Australia.

Selama 8 hari ke depan sejak 21 Mei, para pecinta bulu tangkis dunia pun bakal disuguhkan kehebatan pemain dan kelihaian pelatih di ajang tepuk bulu.

Menurunkan 20 pemain (10 wanita dan 10 pria), Indonesia bakal mendapatkan adangan Denmark dan India di grup 1D. Dari rekor pertemuan ketiga negara tersebut, pemain-pemain Indonesia sendiri cukup jarang bertemu dengan Denmark dan India.

Tapi, sebenarnya, bagaimana prestasi para pemain Indonesia yang turun di tim Sudirman ini selama 2017?

Dilansir situs Badminton World Fedration, sejak awal tahun hingga Piala Sudirman berlangsung, setidaknya ada 36 turnamen yang telah berlangsung. Sebagai catatan, jumlah tadi, hanya untuk turnamen dengan kategori BWF events, world superseries premier, hingga future series. Untuk kategori di bawah itu, tidak Beritagar.id masukan.

Hasilnya, para pemain Indonesia bisa menjadi juara di 9 turnamen: China International Challenge, Victor Far East Malaysia Master, Princess Sirrivannavari Thailand Masters, The 26 Fajr Iran Badminton, Yonex Polish Open dan Victor International Series.

Dari ke-6 turnamen yang disebut tadi, diperoleh melalui pemain berbeda-beda. Beberapa di antaranya adalah, Muhammad Ahsan/Rian Agung Saputro, Berry Anggriawan/Hardianto, Tommy Sugiarto, hingga Panji Ahmad Maulana.

Tentu saja, prestasi paling mencolok di 2017 dicatatkan pasangan nomor 1 dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Nama terakhir ini mencatat kemenangan tiga kali berturut-turut di semua ajang yang mereka ikuti di 2017.

Dimulai pada All England pada awal Maret lalu, diikuti Yonex Sunrise India Open dan terakhir Celcom Axiata Malaysia Open. Ketiga kejuaraan itu memiliki kategori tertinggi di agenda BWF, World Superseries Premier dan World Superseries.

Melalui catatan tersebut, mari kita sandingkan dengan susunan pemain yang disiapkan tim Indonesia pada Piala Sudirman kali ini. Dari 20 nama tadi, praktis hanya dua pasang saja yang pernah menjuarai turnamen sepanjang 2017.

Mereka adalah Marcus/Kevin dan Muhammad Ahsan/Rian Agung Saputro. Memang, PB PBSI sendiri sudah berulang kali mengatakan bahwa tumpuan Indonesia ada di sektor ganda, khususnya ganda putra dan campuran.

Namun masalahnya, prestasi andalan Indonesia di ganda campuran pada 2017 ini, Debby Susanto/Praveen Jordan, belum seperti tahun sebelumnya, kala berhasil menjadi juara All England 2016.

Tahun ini, dari 5 turnamen yang diikuti, langkah mereka paling jauh ada di Yonex Swiss Open. Yakni menjejakan kaki di final, namun kalah dari pasangan Thailand.

Ketua PB PBSI sendiri, Wiranto, menargetkan tim untuk masuk ke babak final dan menjadi juara. Target itu, disebut Wiranto mungkin dicapai, meski tantangannya tidak mudah dan relatif berat.

"... Itu menjadi target yang kami canangkan sejak awal, meski ada persaingan yang ketat," kata Wiranto, seperti yang dikutip dalam Bola.com.

Namun, target berbeda disampaikan Susi Susanti. Menurut Kepala Bidang Pemain dan Prestasi PBSI itu, target paling realistis adalah semi final.

Minim pengalaman kejuaraan beregu campuran

Tim Indonesia yang turun di Piala Sudirman ini, bisa dibilang minim pengalaman di kejuaraan beregu campuran. Dari 20 pemain yang disiapkan, jam terbang paling tinggi di Sudirman Cup adalah Greysia Polii, yang telah bermain sebanyak 5 kali.

Selain Polii, Tontowi Ahmad, Ahsan dan Debby adalah pemain yang cukup mempunyai pengalaman di Sudirman Cup, yakni 3 kali. Selain keempat nama tersebut, sisanya mayoritas baru kali ini bermain di ajang yang sudah ada sejak tahun 1989 itu.

Dari catatan Beritagar.id, sebanyak 10 pemain Indonesia merupakan "debutan" di Piala Sudirman. Menurut Susi, saat ini yang dibutuhkan timnya adalah semangat yang lebih, kerja keras, dan dukungan dari semua pihak.

Dalam menghadapi Piala Sudirman kali ini, legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, punya pesan tersendiri. Menurutnya, tim Indonesia harus fokus pada diri sendiri, jangan melihat lawan di grup.

Pesan ini Christian katakan, karena dalam pembagian jadwal pertandingan, Indonesia akan bermain setelah India. Ya, India sudah bermain lebih dahulu pada Senin besok melawan Denmark.

Sedangkan Indonesia bakal bermain pada Selasa (melawan India) dan Rabu (melawan Denmark). Dengan fakta tersebut, Christian berpesan agar tim Indonesia jangan terkecoh dengan line up dari India kala menghadapi Denmark.

"Apakah line up India saat melawan kita akan sama ketika berhadapan dengan Denmark? Belum tentu. Bisa jadi, India mengecoh soal ini," kata Christian kepada Detik.com. Jadi, jangan terkecoh dengan mind games India, tim.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR