LIGA NEGARA UEFA

Portugal beruntung punya Ronaldo

Kapten Cristiano Ronaldo beraksi dengan mencetak tiga gol ke gawang Swiss untuk melaju ke final Liga Negara UEFA usai pertandingan di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis (6/6/2019) dini hari WIB.
Kapten Cristiano Ronaldo beraksi dengan mencetak tiga gol ke gawang Swiss untuk melaju ke final Liga Negara UEFA usai pertandingan di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis (6/6/2019) dini hari WIB. | Jean-Christophe Bott /EPA-EFE

Cristiano Ronaldo bakal berusia 35 tahun depan, umur uzur bagi seorang pemain sepak bola. Tapi itu tidak menghalanginya untuk beraksi dengan mencetak tiga gol sehingga Portugal bisa mengalahkan Swiss 3-1 dan melaju ke final Liga Negara UEFA.

Hat-trick Ronaldo menjadi anomali dalam laga di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Kamis (6/6/2019) dini hari WIB. Betapa tidak, Swiss mendominasi penuh pertandingan dan Portugal sangat mandul --beruntung mereka punya Ronaldo.

Bermain di kandang lawan dalam sistem laga tunggal, Swiss menguasai permainan hingga 54 persen. Percobaan mencetak gol oleh Swiss pun mencapai 14 kali walau hanya tiga yang mengarah ke gawang Rui Patricio.

Itu bedanya dengan Portugal. Mereka punya sosok Ronaldo sehingga mampu memecah kebuntuan pada menit ke-25 dengan tembakan bebasnya.

Swiss membalas pada menit ke-57 melalui tembakan penalti Ricardo Rodriguez. Keputusan penalti melibatkan video asisten wasit (VAR).

Swiss pun seolah akan memaksakan pertandingan menuju perpanjangan waktu. Namun dua menit sebelum bubaran, Ronaldo justru berhasil mencetak dua gol sehingga misi Swiss kandas dan Portugal melaju ke final.

Alhasil Ronaldo kini mengumpulkan 88 gol untuk Portugal dan menjadi pemain tertajam kedua di pentas internasional (FIFA) setelah Ali Daei (Iran) dengan 109 gol. Sedangkan tiga gol ke gawang Swiss adalah hat-trick ketujuhnya bagi Portugal.

"Dia memang jenius. Ada pelukis dan seniman jenius, Ronaldo adalah pesepakbola jenius. Ketika seorang pemain bisa mencetak tiga gol dalam satu laga, dia pasti menjadi sosok pembeda," ujar pelatih Portugal, Fernando Santos, dikutip The Guardian.

Santos layak bersyukur atas kegemilangan Ronaldo sehingga timnya bisa melaju ke partai puncak. Maklum jika melihat catatan statistik, Portugal jauh di bawah performa terbaik karena hanya mencatat tiga tembakan ke gawang dari total tujuh percobaan.

Performa Portugal sejak menjuarai Euro 2016 memang tak pernah menggembirakan. Ketajaman pun melorot karena tak pernah mencetak lebih dari satu gol dalam lima partai kandang terdahulu.

Tak pelak, Santos harus memperbaiki penampilan timnya jika masih ingin menjuarai Liga Negara UEFA saat berhadapan dengan Inggris atau Belanda. Dua tim yang disebut terakhir itu akan bertemu dalam semifinal pada Jumat (7/6) dini hari WIB.

Keputusan Santos untuk menurunkan penyerang belia sejak menit awal, Joao Felix, pun tak berdaya guna. Debut pemain 19 tahun ini cuma menghasilkan satu tembakan melenceng.

Namun, Santos membelanya. Menurut Santos, seorang pemain tidak akan dinilai hanya dari satu pertandingan.

"Ini bukan ujian sekolah, saya menilai pemain dalam satu musim. Dan saya memanggil mereka karena mereka pantas," tutur pelatih 64 tahun ini.

Santos pun berkilah bahwa penampilan timnya yang di bawah par ini disebabkan oleh masa latihan singkat. "Kami cuma punya dua sesi latihan sebelum ini, tapi itu juga tak masalah karena para pemain Portugal punya kualitas dan berlatih dengan klub sepanjang musim," katanya.

Meski begitu, Santos paham timnya punya sejumlah pekerjaan rumah. Saat menghadapi Swiss pada babak pertama, para pemain disebutnya ragu mengeksekusi bola dan baru membaik setelah diperbaiki pada turun minum.

Namun itu semua tak berpengaruh jika tak ada Ronaldo. "Swiss sangat rapi dalam mengubah formasi. Para pemain tahu tugasnya di lapangan dengan menutup celah-celah yang kami pikirkan," ujar Santos.

Gelandang Swiss, Xherdan Shaqiri, menegaskan bahwa timnya lebih baik dari Portugal. Tetapi Swiss tak punya sosok seperti Ronaldo.

"Inilah sepak bola. Kami tak boleh main bagus tapi kalah. Kami harus belajar dari kesalahan dan bermain lebih baik di lain waktu," tutur pemain yang baru saja menjuarai Liga Champions bersama Liverpool itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR