PRA-PIALA DUNIA 2022

Pro-kontra harga tiket timnas Indonesia jelang lawan Malaysia

Pelatih timnas senior Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).
Pelatih timnas senior Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019). | Aprillio Akbar /Antara Foto

Tim nasional sepak bola Indonesia akan memulai perjuangan menuju Piala Dunia 2022. Lawan pertama yang akan dihadapi adalah Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 September 2019, dan induk organisasi sepak bola Indonesia PSSI, Sabtu (17/8/2019), mulai menjual tiket pertandingan tersebut.

PSSI hanya akan menjual tiket melalui situs web PSSI.org dan aplikasi #KitaGaruda (tersedia untuk Android dan iOS). Harganya mulai dari Rp125.000 untuk Category 3 hingga Rp1 juta untuk VIP West. Tidak diumumkan berapa tiket yang tersedia, tetapi SUGBK berkapasitas 77.193 tempat duduk.

Tiket di PSSI.org sudah bisa dibeli sejak Minggu (18/8), sementara melalui aplikasi #KitaGaruda baru bisa dibeli mulai Senin (19/8).

Tak berapa lama setelah penjualan tiket diumumkan, suara pro dan kontra terhadap harga tiket yang ditetapkan berseliweran di media sosial. Memang, harga tiket termurah pertandingan timnas Indonesia di stadion tersebut biasanya tak lebih dari Rp75.000 per lembar.

Walau harganya relatif mahal, PSSI mengumumkan bahwa setiap pembeli tiket bakal mendapatkan Garuda Fans Pack (belum dijelaskan apa saja isinya) dan juga asuransi. Akan tetapi protes tetap bermunculan di media sosial, khususnya Twitter dan posting di akun Instagram resmi PSSI.

Daftar harga yang sama juga berlaku untuk pertandingan kedua melawan Thailand, juga di SUGBK, pada 10 September 2019.

Tanggal 5 September 2019 jatuh pada hari Kamis, sementara 10 September itu hari Selasa. Keduanya hari kerja. Harga tiket yang mahal dan fakta bahwa laga berlangsung pada hari kerja, biasanya akan membuat stadion relatif sepi.

Padahal, salah satu keunggulan Indonesia jika bermain di kandang sendiri adalah riuhnya dukungan suporter yang bisa membuat lawan gentar dan pemain Garuda lebih bersemangat. Pelatih tim nasional senior Indonesia, Simon McMenemy, mengakui hal itu.

"Saya pernah menjadi pelatih asing yang bermain di GBK melawan Indonesia, perasaan ketika keluar dari lorong sungguh luar biasa, di mana atmosfer langsung memberikan efek," ujar mantan pelatih timnas Filipina itu dalam situs web PSSI.

Oleh karena itu ia berharap ribuan suporter datang dan menjadi pemain ke-12 yang bisa memengaruhi hasil pertandingan.

"Kita tidak bisa berharap bisa menang hanya dengan kemampuan kita sendiri. Kami butuh dukungan dari para suporter. Tanggung jawab bersama untuk bisa menang dalam dua pertandingan awal," tegas pelatih asal Skotlandia itu.

Pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022, yang sekaligus menjadi kualifikasi untuk Piala Asia 2023, Indonesia masuk Grup G. Selain Malaysia dan Thailand, timnas lain dalam grup tersebut adalah Vietnam dan Uni Emirat Arab.

Ada delapan grup dalam putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022. Juara setiap grup dan empat peringkat kedua terbaik akan lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022, yang putaran finalnya akan berlangsung di Qatar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR