LIGA 1 INDONESIA

PSM sambut Idulfitri di puncak klasemen Liga 1

Gelandang Willem Jan Pluim (merah), salah seorang pilar PSM Makassar.
Gelandang Willem Jan Pluim (merah), salah seorang pilar PSM Makassar. | M. Risyal Hidayat /Antara Foto

PSM Makassar bisa merayakan Hari Raya Idulfitri dengan ceria setelah berhasil kembali ke puncak klasemen Go-Jek Traveloka Liga 1. Kepastian itu diperoleh menyusul kemenangan 1-0 atas Borneo FC di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin malam (19/6/2017).

Gol tunggal penyerang Reinaldo Elias da Costa dari titik penalti pada menit 66 membuat PSM melompati Madura United (MU). Adapun penalti diberikan wasit Musthofa Umarella karena kiper Borneo, Muhammad Ridho, mengganjal M. Rahmat pada menit 65.

Dengan hasil itu, PSM memastikan selalu menang dalam enam laga kandang yang sudah dilalui di Liga 1. Sementara nilai mereka di puncak klasemen hanya terpaut satu poin dengan MU setelah sama-sama bermain 11 kali.

Namun begitu PSM kalah dari MU untuk urusan produktivitas. Sama-sama kebobolan 9 gol, Madura mencetak lebih banyak gol (22) dibanding PSM (18). Artinya MU adalah tim tertajam selama 11 pekan.

Yang unik, dua tim teratas ini mendapat penalti terbanyak saat melakoni partai kandang dibanding 16 klub lain selama 11 pekan. MU memperoleh tiga penalti dan PSM mendapat dua penalti, termasuk kemarin malam.

Keberhasilan PSM ke puncak sudah sesuai target. Namun pelatih Robert Rene Alberts tak puas karena timnya hanya menang satu gol, itu pun dari penalti.

Seharusnya, menurut pelatih asal Belanda itu dalam laman Viva, PSM bisa menang dengan mencetak tiga atau empat gol. Itu sebabnya Roberts akan mengasah lagi ketajaman para pemain depannya.

Sejauh ini, Da Silva menjadi pemain tertajam PSM dengan 7 gol. Pemain asal Brasil ini menjadi pemain tertajam kedua setelah Peter Odemwingie, pemain bintang MU, yang telah mencetak 9 gol.

Laga PSM vs. Borneo menjadi penutup sebelum libur Lebaran. Kompetisi akan berhenti selama 13 hari dan bergulir kembali mulai 3 Juli alias Senin dua pekan lagi.

Agenda libur

Meski libur, para pemain tak bisa seenaknya bersantai. Sejumlah klub memberi pekerjaan rumah kepada para pemainnya.

PSM, misalnya, mewajibkan para pemainnya menjaga berat badan. Menurut Ferdinand Sinaga, Roberts akan memberi sanksi bila ada pemain yang kembali ke markas PSM dengan kelebihan berat badan.

Hal serupa diterapkan Persib Bandung. Bahkan pelatih Djadjang Nurdjaman menegaskan para pemainnya tidak libur karena sudah dibekali program latihan untuk dijalankan di rumah masing-masing.

"...sudah saya instruksikan. Itu dianggap latihan walaupun self training," ujar Djadjang dikutip Bola.com.

Kebetulan Persib dan PSM akan bentrok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, seusai Lebaran atau pada pekan ke-12 (5/7). "Makanya kami disuruh bersiap untuk menghadapi Persib," kata Ferdinand.

Sedangkan Semen Padang hanya memberi waktu libur selama sepekan dan kembali berlatih mulai 27 Juni. Liga Olahraga mengabarkan pelatih Nil Maizar butuh persiapan intensif untuk menjamu Persela Lamongan pada 3 Juli.

Sekilas data hingga pekan 11

Sementara dari 11 pekan Liga 1 terdapat data dan fakta menarik. MU dan PSM adalah tim dengan gol terbanyak dari titik penalti, masing-masing dua dan tiga --seluruhnya di kandang.

Adapun Persiba Balikpapan dan Barito Putera masing-masing mendapat satu gol dari titik penalti di kandang lawan. Sedangkan Persela Lamongan masing-masing memperoleh satu penalti di kandang dan tandang (gagal jadi gol).

Dari sudut jadwal, MU menjalani tiga pekan belakangan di kandang sendiri dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan. Sementara Persipura Jayapura melakoni pekan 9,10, dan 11 di kandang lawan. Hasilnya sekali menang dan dua kali kalah.

Secara keseluruhan, MU telah menjalani 7 kali partai kandang. Sementara Persipura menempuh enam laga tandang. Namun jumlah partai tandang terbanyak dalam 11 pekan dialami Borneo (7 kali).

Itu sebabnya pelatih Borneo, Dragan Djukanovic, berang dan menyebut Liga 1 sebagai Liga Sirkus. Pelatih asal Montenegro ini pun mengklaim para pemainnya mengalami stres karena terlalu banyak melakukan perjalanan tandang.

"Mereka (PT. Liga Indonesia Baru) mengubah jadwal kami. Kami baru memainkan 4 laga kandang sementara 7 laga tandang. Ini bukan regulasi liga profesional. Saya tidak pernah melihat hal seperti ini. Ini mustahil...," ujar pelatih 47 tahun ini dikutip Online24, tapi pasrah dan realistis karena tak punya kuasa pada jadwal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR