LIGA 2 INDONESIA

PSS Sleman langsung berwacana menyambut Liga 1

PSS Sleman melakukan selebrasi setelah menjuarai Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018). PSS juara setelah mengalahkan Semen Padang 2-0 dalam partai final.
PSS Sleman melakukan selebrasi setelah menjuarai Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018). PSS juara setelah mengalahkan Semen Padang 2-0 dalam partai final. | Yulius Satria Wijaya /Antara Foto

PSS Sleman memastikan diri promosi ke Liga 1 pada pekan lalu, Rabu (29/11/2018). Dan tiket itu dilengkapi dengan gelar juara Liga 2 pada Selasa (4/12).

PSS menjadi kampiun setelah mengandaskan perlawanan Semen Padang 2-0 dalam laga final yang dimainkan di arena netral, Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dua gol kemenangan dihasilkan penyerang veteran Cristian Gonzales pada menit ke-18 dan Rival Lastori pada menit ke-26.

Gelar juara dilengkapi oleh hadiah uang senilai Rp1,5 miliar dan Semen Padang sebagai runners-up menerima Rp500 juta. PSS pun mendapat gelar individu pada diri Ichsan Pratama yang dinobatkan sebagai pemain terbaik sehingga meraih Rp150 juta.

Ichsan yang berposisi sebagai gelandang pun kaget dianugerahi gelar pemain terbaik. "Jelas tidak menyangka jadi pemain terbaik. Namun saya sangat bersyukur dan gelar ini jadi pelengkap di musim yang bagus," ungkap Ichsan usai laga kepada Indosport.

Bagi PSS, ini keberhasilan yang prima. Mereka pun kembali ke Liga 1 untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir. Mereka sempat menjuarai Divisi Utama pada 2013, tapi kisruh dualisme di tubuh PSSI membuat "Elang Jawa" turun ke kasta kedua.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro, pun menganugerahkan gelar juara ini kepada Aga Permana. Bahkan Seto mengenakan kostum bernomor punggung 88 dengan nama A. Permana. Siapakah dia?

Aga adalah bekas pemain sepak bola yang memilih pensiun dini karena rencana kepindahannya ke PSS dengan status pinjaman menjelang 8 Besar Liga 2 disambut polemik. Maklum, PSS meminjam Aga dari PSIM Yogyakarta -- rival sewilayah.

Keputusan Aga untuk pensiun dini pun membuat Seto merasa bersalah dan perlu bertanggung jawab. Namun, Seto meminta manajemen tidak mencoret namanya dari daftar pemain.

"Aga punya cita-cita dan janji kepada almarhum ayahnya ingin membawa tim dari Jogja ke Liga 1. Jadi saya ingin mewujudkan cita-cita dia. Gelar juara dan promosi ke Liga 1 ini untuk Aga, keluarganya, dan almarhum ayahnya," tutur Seto dalam laman Liga Indonesia.

Di sisi lain, PSS pun langsung bersiap menyambut Liga 1 musim depan. Dilansir Bola.com, Jumat (30/11), PSS akan mempertahankan maksimal 70 persen pemainnya.

"Pemain yang ada saat ini merupakan pondasi, kemudian diserahkan ke pelatih kepala nantinya. Memang semua pemain kami masih layak. Namun mengingat ketatnya persaingan di Liga 1, sekitar 60-70 persen yang bisa kami pertahankan," ujar Wakil Manajer PSS Sleman, Dewanto Rahadmoyo.

Seto pun sudah menyampaikan rekomendasi ke manajemen soal para pemain yang patut dipertahankan kendati hal itu bukan dalam lingkup resmi. Maklum, posisi Seto di kursi pelatih pun belum jelas.

Kontrak pelatih 44 tahun ini kebetulan usai setelah partai final Liga 2. Dan Seto pun berharap mendapat kontrak baru. "Soal masa depan saya pribadi memang belum tahu akan diperpanjang atau tidak. Tapi ngarepnya tentu diperpanjang," tukas Seto kepada TribunJogja.com.

Sementara Gonzales pun menyatakan tekadnya untuk kembali ke Liga 1 kendati sudah berumur 42 tahun. Pemain Indonesia berdarah Uruguay ini adalah sosok penting di balik keberhasilan PSS merebut tiket promosi dan juara Liga 2.

Pada semifinal yang memastikan tiket promosi, "El Loco" -- julukan Gonzales -- menyumbang dua gol dalam dua laga (leg) atas Kalteng Putra. Lantas, bergabung dengan PSS pada pertengahan musim, "El Loco" masih mampu mengumpulkan 14 gol.

Meski begitu, Gonzales tak tahu apakah akan kembali dipercaya oleh PSS untuk Liga 1 karena kontraknya sudah usai. ""Insya Allah masih bisa bermain di Liga 1, tapi saya tak bisa berkomentar banyak...," katanya.

BACA JUGA