LIGA 1 INDONESIA

Rasa gemas PSM dan Persija

Penyerang PSM Makassar Eero Markkanen (kiri) berusaha menaklukkan kiper Semen Padang Teja Paku Alam di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/5/2019).
Penyerang PSM Makassar Eero Markkanen (kiri) berusaha menaklukkan kiper Semen Padang Teja Paku Alam di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/5/2019). | Abriawan Abhe /Antara Foto

Rasa gemas muncul setelah dua pertandingan Liga 1 dimainkan pada Senin (20/5/2019). Maklum, dua dari empat tim yang bertanding hanya mampu mencetak satu gol dari sejumlah peluang mereka.

Di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulawesi Selatan, tuan rumah PSM memukul Semen Padang 1-0 berkat gol Zulham Zamrun yang menyundul bola silang Benny Wahyudi pada menit ke-23.

Sedangkan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Barito Putera bermain 1-1 dengan tim tamu Persija Jakarta. Tuan rumah ketinggalan oleh gol Mario Simij pada menit ke-37, tapi berhasil membalas pada menit ke-82 melalui Rafael Silva.

Pelatih PSM Darije Kalezic mengatakan seharusnya PSM bisa mencetak gol lebih dari satu karena punya serangkaian peluang. Menurut pelatih asal Bosnia ini, timnya tak mampu mencetak gol kedua karena tak ada keberuntungan.

PSM memang layak untuk mencetak lebih dari satu gol andai lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Sedikitnya Juku Eja memiliki empat tembakan ke gawang dari total tujuh kesempatan.

Bahkan peluang terbaik melalui kapten Willem Pluim pun hanya berakhir di tangan kiper Teja Paku Alam. Menurut Kalezic, ini juga tak lepas dari faktor laga perdana.

"Laga pertama di kompetisi selalu spesial. Jadi penting bagi kita memenangi pertandingan di kandang dan berhasil melakukannya," kata pelatih 49 tahun itu.

Kegagalan PSM mencetak gol sebenarnya juga dipengaruhi oleh strategi pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli. Semen Padang menutup pergerakan Pluim ketika menguasai bola dengan cara mengawalnya.

Berbeda ketika ada perebutan bola. Rusli menugaskan pemain terdekat dengan Pluim untuk melakukan duel.

Lebih lanjut Rusli menegaskan bahwa strategi timnya berjalan baik. Apalagi mereka menggunakan dua strategi berbeda; bermain menunggu pada babak pertama dan bermain menyerang pada babak kedua --termasuk menempatkan pemain lebih banyak di area PSM.

Kabau Sirah sebenarnya memiliki empat peluang emas, dua di antaranya melalui kapten Irsyad Maulana. Peluang M Rifki dari posisi bebas pada babak kedua pun gagal.

"...memasuki kompetisi sangat berat dengan kekalahan, tapi kita menguasai pada babak kedua. Saya bangga pada pemain bermain sepercaya diri seperti ini di kandang lawan," papar Rusli.

Hasil ini membuat Semen Padang menjadi satu-satunya tim promosi yang membuka Liga 1 2019 dengan kekalahan. Dua tim promosi lainnya, PSS Sleman dan Kalteng Putra sukses meraih kemenangan.

Keluhkan sentuhan akhir

Sementara pelatih Persija Ivan Kolev mengeluhkan sentuhan akhir timnya yang tak sesuai harapan. Persija sebenarnya hanya punya tiga kesempatan mencetak gol, tapi hanya satu yang menghasilkan skor.

"Babak kedua kami ada banyak serangan balik yang berbahaya, cuma penyelesaian akhir finishing shooting ke gawang bermasalah," ujar pelatih asal Bulgaria ini.

Persija mendapatkan dua tembakan on target pada babak kedua. Pertama, melalui Sandi Sute tapi bolanya tepat mengarah ke kiper M Riyandi. Kedua, adalah melalui tembakan bebas Bruno Matos yang juga berhasil dimentahkan Riyandi.

Peluang lebih banyak justru diperoleh Barito Putera meski hanya dua yang mengarah ke gawang dan empat melenceng. Meski begitu hanya ada satu gol dan ini tak lepas dari rapatnya pertahanan Persija sehingga tak ada ruang tembak.

Secara umum, kedua tim menampilkan pertahanan yang relatif baik. Persija dengan sistem zonal dan Barito dengan kedisiplinan menjaga ruang.

Gol di masing-masing gawang adalah berkat kepiawaian penyerang, Simic dengan jitu melihat ruang untuk menyambut bola silang Riko Simanjuntak. Sedangkan Rafael mencetak gol dari ruang sempit pertahanan yang berisi lima pemain Persija.

Di sisi lain, Kolev menilai minim gol pada laga tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lapangan. Mantan pelatih timnas Indonesia ini mengatakan lapangan tidak layak sehingga mengganggu permainan kedua tim.

"...tidak hanya Persija tapi kedua tim bahwa kondisi lapangan jelek sekali dan susah," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR