Rashford-Lukaku, PR Mourinho

Ekspresi Mourinho saat MU melawan LA Galaxy di ajang uji coba pramusim mereka. MU menang 5-2, di mana Rashford mencetak 2 gol.
Ekspresi Mourinho saat MU melawan LA Galaxy di ajang uji coba pramusim mereka. MU menang 5-2, di mana Rashford mencetak 2 gol.
© Jae C. Hong /AP Photo

Sebelum kehadiran Romelu Lukaku ke Manchester United pada Senin (10/7), sejatinya Jose Mourinho memiliki tiga target utama untuk menggantikan posisi Zlatan Ibrahimovic musim depan. Mereka adalah Lukaku itu sendiri, Alexander Lacazette, dan Alvaro Moratta.

Untuk nama terakhir, nampaknya sang pemilik, Real Madrid, terlihat enggan melepas, meski dari berita terakhir MU dan Chelsea masih berusaha mendapatkannya. Tapi, untuk Lukaku dan Lacazette, "Mou" Mourinho punya pendapat sendiri.

Ya, sebelum Lacazette bergabung dengan Arsenal, Setan Merah sempat tertarik dengan mantan pemain Lyon itu. Namun, menurut pencari bakat Mou di Prancis, ada satu kelemahan mendasar dari Lacazette. Dia memiliki persoalan mental bila bertanding di pertandingan besar.

"Lacazette tidak cocok di Liga Inggris, hal ini terkait dengan atribut mental psikologi di pertandingan besar," tulis Jamie Jackson dari The Guardian. Hal inilah yang menjadikan MU mengincar tanda tangan Lukaku.

Kini, masing-masing pemain sudah direkrut. Masalahnya, untuk MU, apakah Lukaku dapat bermain sesuai ekspetasi Mou? Mengingat di MU sendiri kini ada satu penyerang muda nan potensial dalam diri Marcus Rashford.

Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah Mou dalam latihan pramusim MU di Amerika Serikat. Pasalnya, Lukaku dan Rashford memiliki tipe permainan hampir sama; kuat, eksekutor handal, dan tembakan terukur.

Lukaku memang tipe penyerang besar. Sedangkan Rashford tengah tumbuh menjadi penyerang yang komplit. Bedanya, Rashford termasuk striker yang mampu membawa bola dari garis tengah.

Dalam satu kesempatan, Luiz Nazario de Lima--akrab disebut Ronaldo--menyebut Rashford seperti dirinya. "Saya melihat kemiripan (permainan) saya dengan dia. Dia punya keberanian dan sangat cepat ketika membawa bola," kata legenda Brazil itu.

Sayangnya, potensi Rashford itu tak kelihatan musim lalu. Torehan golnya memang meningkat, dari 8 (2015/2016) menjadi 11 (2016/2017). Namun yang harus dilihat adalah waktu bermainnya, 11 (2015/2016) dan 32 (2016/2017).

Jomplangnya raihan tersebut tak lepas dari posisi Rashford. Dalam formasi 4-2-3-1, Mou lebih memilih menempatkan Ibrahimovic (28 gol) sebagai goal getter. "Pemain muda (Rashford) itu dipaksa bermain melebar ke kiri, di posisi 3 di belakang striker," tulis The Sun mengenai penyebab turunnya argo gol Rashford.

Persoalan menjadi sedikit rumit karena pada uji coba melawan LA Galaxy, Ahad (16/7) kemarin, remaja kelahiran 31 Oktober 1997 itu, mencetak 2 gol. Sedangkan Lukaku, yang diturunkan di babak kedua, tak mencetak gol. Padahal, dia memiliki dua kesempatan emas.

Mou pun mengakui bahwa kini Rashord sudah benar-benar berubah dibanding kedatangannya 13 bulan lalu. Seperti yang Mou sebutkan dalam Skysport.com, Rashford kini menjadi lebih tinggi, bertenaga, dan otot-otot di tubuhnya mulai berkembang.

Bila MU merekrut Lacazette, tentu persoalan tak menjadi rumit. Tinggal menempatkan Rashford di ujung tombak dan Lacazette di posisi 3 di belakang bomber. Sebab, sebelum menjadi ujung tombak andalan Lyon, Lacazette akrab bermain di sayap.

"Di pertandingan itu, Rashford dan Lukaku memang bermain di tim yang berbeda. Kami akan mencoba memainkannya secara bersama, dan saya yakin ini akan berhasil," katanya.

Pramusim memang waktunya coba-coba. Belum ada sesuatu yang baku yang bakal dijadikan dasar permainan untuk satu musim ke depan. Seperti, dalam pertandingan tersebut, Mou memainkan formasi 3-5-2, sesuatu yang sebenarnya tak cukup lazim di Premier League.

Bila Mou keukeukeh dengan formasi 4-2-3-1, salah satu media ternama Inggris, Metro.co.uk menyarankan, Rashford dimatangkan di posisi 3 di belakang striker. Dan toh, Rashford pun sebenarnya tak keberatan.

Dalam satu kesempatan kepada media tersebut, Rashford mengatakan tak menjadi persoalan bermain melebar. "Hal itu membantu meningkatkan permainan saya di tengah dengan berlari jauh (membawa bola)," katanya, Desember lalu.

Masalahnya, di posisi 3 tadi, MU sudah disesakkan pemain-pemain tengah-menyerang. Di sana ada Juan Mata, Anthony Martial, Jese Lingard, hingga pemain serba bisa macam Antonio Valencia maupun Ashley Young.

Selain itu, "posisi alami" Rashford adalah ujung tombak. Atau, The Special One bakal mencadangkan Lukaku? Sepertinya hal ini bukan langkah bijak dan hampir mustahil, mengingat harganya yang mencapai GBP75 juta dan sumbangan golnya mencapai 25 musim lalu di Liga Inggris.

Jadi, kini tinggal melihat bagaimana Mou meracik timnya. Apakah Si Mulut Besar itu berhasil menduetkan mereka berdua, seperti halnya Sir Alex Ferguson menciptakan duo maut di diri Dwight Yorke dan Andy Cole (53 gol semusim di 1999)? Menarik kita tunggu.

Catatan redaksi: Memphis Depay pada paragraf ke-18 telah dicoret, karena saat ini sudah pindah ke Lyon, Liga Prancis.
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.