PIALA ASIA

Rekor Ali mengiringi laju Qatar ke 16 Besar

Penyerang Almoez Ali (kanan) merayakan keberhasilannya mencetak empat gol dalam kemenangan 6-0 Qatar atas Korea Utara dalam laga Grup E Piala Asia di Al Ain, Uni Emirat Arab, Minggu (13/1/2019).
Penyerang Almoez Ali (kanan) merayakan keberhasilannya mencetak empat gol dalam kemenangan 6-0 Qatar atas Korea Utara dalam laga Grup E Piala Asia di Al Ain, Uni Emirat Arab, Minggu (13/1/2019). | Mahmoud Khaled /EPA-EFE

Sudah sembilan tim yang memastikan diri melaju ke 16 Besar Piala Asia di Uni Emirat Arab. Pada Minggu (13/1/2019), Qatar turut melaju setelah mencatat rekor melalui kemenangan telak 6-0 atas Korea Utara (Korut) dalam laga Grup E.

Turut menyertai laju Qatar adalah Arab Saudi yang pada hari Minggu pula menang 2-0 atas Lebanon. Dengan begitu, Qatar dan Arab tinggal menentukan siapa yang patut menjadi juara grup pada laga hari Kamis (17/1).

Bertanding di Stadion Sheikh Khalifa di kota Al Ain, Korut bukan lawan sepadan bagi Qatar. Bahkan kekalahan terbaru pasukan Kim Yong-jun jauh lebih besar ketimbang hasil dari Arab pada laga pertama, 0-4.

Qatar memulai pesta gol pada menit kesembilan melalui Almoez Ali. Bahkan dua menit kemudian, pemain 22 tahun ini kembali mencetak gol.

Dua menit sebelum turun minum, Boualem Khoukhi turut menyumbang gol. Kemudian Ali mencetak dua gol tambahan pada babak kedua, sebelum ditutup oleh Abdelkarim Hassan pada menit ke-68.

Ali pun menjadi pemain kelima yang berhasil mencetak minimal empat gol dalam satu pertandingan Piala Asia. Sebelum Ali ada Behtash Fariba dari Iran (1980), Ali Daei dari Iran pula (1996), Ismaeel Abdulatif asal Bahrain (2011), dan Hamza Al Dardour dari Yordan (2015).

Ali, penyerang asal klub Al Duhail SC, bukan penyerang bau kencur. Dia pernah mencetak enam gol dalam turnamen Piala Asia U-23 di Tiongkok pada Januari 2018.

Adapun sumbangan empat golnya kemarin membuat Ali sudah mengumpulkan lima gol selama Piala Asia 2019 sehingga menjadi pemain tertajam (top scorer) sementara. Secara keseluruhan, menurut laman AFC, Ali sudah mencetak 11 gol dalam delapan pertandingan terakhir putaran final antarnegara di Asia.

Pelatih Qatar, Felix Sanchez Bas, memuji kepiawaian Ali walau tak melupakan jasa Akram Afif. Mzklum, seluruh gol Ali ke gawang Korut adalah berkat assist Afif.

Menurut Sanchez, Ali dan Afif sudah bermain bersama dalam tujuh tahun terakhir. Jadi, mereka berdua sudah saling memahami.

"Mereka saling mengetahui jika salah satu menguasai bola, satu lainnya bergerak. Koneksi mereka hari ini sangat bagus. Moez (Ali) bermain sangat efektif," tutur Sanchez dalam Inside World Football.

Sementara dari Grup F, Uzbekistan dan Jepang pun meraih tiket ke 16 Besar. Pada Minggu (13/1), Uzbekistan memukul Turkmenistan 4-0 dan Jepang menang 1-0 atas Oman 1-0.

Seperti halnya di beberapa grup lain, Uzbekistan dan Jepang akan berebut status juara grup pada Kamis (17/1). Untuk sementara Uzbekistan ada di puncak Grup F karena jauh lebih produktif dibanding Jepang.

Kebetulan, Jepang memang belum cukup meyakinkan dalam dua laga yang sudah dimainkan. Pada laga pertama, Rabu (9/1), skuat asuhan Hajime Moriyasu ini bahkan sempat kewalahan sebelum menang 3-2 atas Turkmenistan.

Meski begitu, kemenangan 1-0 atas Oman yang ditentukan oleh tendangan penalti Genki Haraguchi pada menit ke-28 membuat Jepang hanya kalah satu kali dalam 30 pertandingan putaran final Piala Asia.

Catatan ini tidak termasuk kemenangan pada adu penalti. Yang jelas, Jepang belum pernah kalah sejak dipukul Arab Saudi pada semifinal edisi 2007.

Namun, kemenangan Jepang atas Oman ini diwarnai kontroversi ganda. Pertama adalah gol penalti Jepang yang diklaim kubu Oman dari aksi diving.

Lantas kedua, wasit Mohd Amirul Izwan asal Singapura mengabaikan insiden handball pemain Jepang di kotak penalti pada masa menjelang turun minum. Namun pelatih Oman, Pim Verbeek, enggan menggunakan wasit sebagai alasan kekalahan.

"Saya menilai (handball pemain Jepang) patut 100 persen penalti. Namun, kami tak pantas mendapatkan hasil 1-1...

"Kami mengendalikan permainan lebih baik pada babak kedua, tapi tak punya power. Tapi saya tetap bangga pada para pemain, mereka bertarung dan melakukan segalanya. Namun Jepang lebih baik," tukas pelatih asal Belanda ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR