Rio Haryanto harus cepat belajar

Rio Haryanto melaju dengan mobil MRT05 Manor Racing pada tes kedua hari terakhir (Kamis, 25 Februari 2016) di Sirkuit Catalunya, Spanyol
Rio Haryanto melaju dengan mobil MRT05 Manor Racing pada tes kedua hari terakhir (Kamis, 25 Februari 2016) di Sirkuit Catalunya, Spanyol | Andreu Dalmau /EPA

Pebalap Indonesia Rio Haryanto (23) selesai menajalani dua hari pertama resminya di Formula Satu (F1) bersama Manor Racing. Pada dua kesempatan tes resmi pramusim itu, Rio mengalami insiden.

Pada Rabu (24/2/2016), eks pebalap GP2 itu melintir di tikungan 5 saat tengah menjalani putaran 25. Dia mengatakan insiden itu disebabkan kesalahan kecil pribadi kendati tidak menjelaskan detail.

Sementara pada Kamis (25/2), Rio mengalami insiden di tikungan yang sama. Kali ini, seperti dilaporkan Formula Spy, dia kehilangan kendali pada bagian belakang mobil MRT05-nya sehingga meluncur keluar lintasan dan menabrak dinding ban. Tapi akun Twitter F1 melaporkan kecelakaan terjadi di tikungan 4.

Dua insiden itu melahirkan bendera merah sebagai tanda tes harus dihentikan sejenak hingga trek dinyatakan aman untuk kembali digunakan. Adapun Rio tak mengalami cedera dan masih sempat memeriksa sejenak mobilnya sebelum diantar petugas sirkuit kembali ke garasi Manor.

Rio mengatakan insiden terbaru disebabkan "memacu mobil terlampau cepat saat memasuki tikungan 4." Saat itu, Rio sedang menguji batas maksimal kekuatan MRT05.

"Saya sedang memacu diri dan mobil sampai batas maksimal. Tapi seperti Anda lihat, saya membuat kesalahan. Saya harus mengambil pelajaran dan tidak mengulanginya pada lain waktu," ujar Rio dikutip Autosport.

Seperti yang kemarin disampaikan, Rio masih menjalani proses belajar dan adaptasi bersama MRT05. Maklum, dia adalah pebalap pemula (rookie) yang menjalani musim perdananya di F1 setelah naik kelas dari GP2.

Secara umum, Rio mengaku kemampuannya terus meningkat. Pertama, dia makin percaya diri pada tim Manor dan kerja samanya dengan para teknisi serta mekanik Manor juga kian membaik.

Manor Racing yang didukung dua tim teknis dari Mercedes dan Williams membuat Rio harus cepat menjalin komunikasi lebih lancar. "Saya mulai membangun hubungan bagus dengan Manor Racing, Mercedes HPP, dan rekan-rekan dari Williams. Jadi terima kasih kepada semua yang sudah membantu debut musim saya di F1. Saya tak sabar menjalani tes pekan depan," katanya.

Rio terlihat percaya diri dan termotivasi meski sempat mengalami dua insiden tersebut. Demikian pula Manor. Ada sejumlah catatan yang mendukungnya.

Pertama, Rio melahap total 129 putaran dalam dua hari meski pada hari terakhir kemarin tak bisa melanjutkan program tes tim lantaran sayap belakang MRT05 mengalami kerusakan dan tak bisa diperbaiki dalam waktu cepat.

Kedua, Rio dan rekan setim Pascal Wehrlein membuat Manor mencapai jarak 1.000 km. Menurut akun Twitter F1 Fanatic, ini peningkatan besar Manor lantaran tahun lalu tidak melakukan tes resmi pramusim sama sekali.

Adapun keterangan resmi Manor melalui Facebook mengatakan total jarak tempuh yang dicapai adalah 1.182 km. Sedangkan catatan waktu terbaiknya adalah 1 menit 28,266 detik.

Ketiga, MRT05 tidak mengalami mesin mogok sama sekali selama empat hari tes. Padahal beberapa tim, antara lain pendatang baru Haas dan Renalut F1, dua kali mogok. Sedangkan McLaren sempat mengalami masalah sensor pada mobilnya.

Secara umum, Manor puas pada tes tahap pertama musim 2016. Chief Designer Manor, Luca Farbatto, mengatakan tujuan tes selama empat hari tersebut adalah memastikan instalasi mesin Mercedes dan transmisi Williams berjalan bagus.

Farbatto pun mengungkapkan sejumlah misi lain timnya pada empat hari tes tersebut. Isinya adalah sejumlah program khusus.

Pertama, Wehrlein --pebalap binaan Mercedes asal Jerman-- menjalani program lebih berat lantaran menguji mobil baru sama sekali pada dua hari pertama. Pebalap berusia 19 ini harus mengumpulkan data pengaturan (set-up) untuk pengembangan selanjutnya.

Sedangkan Rio difokuskan pada program keandalan (reability) dan batas bahan bakar yang bisa dibawa. Selain itu, Rio dibutuhkan untuk memberi banyak masukan kepada para teknisi dan mekanik lantaran hanya dia yang pernah mengemudikan MRT03 dan MRT05.

MRT03 adalah mobil Manor tahun lalu dan Rio sempat mengujinya di Sirkuit Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Desember 2015. Ketika itu Manor masih menggunakan mesin Ferrari.

"Secara umum, tes pertama dengan mobil baru berlangsung positif. Kami mulai fokus pada tes kedua," ujar Farbatto.

Setelah ini, Rio dan Wehrlein serta kru Manor libur sejenak dan kembali ke Inggris. Mereka dan seluruh tim peserta F1 2016 akan kembali ke Sirkuit Catalunya pada 1-4 Maret untuk melakukan tes kedua pramusim. Farbatto mengatakan tes kedua akan digunakan Manor untuk menguji pengaturan dasar.

Sementara Racing Director Manor, Dave Ryan, tak melihat ada masalah berarti pada timnya. Soal perbedaan antara Wehrlein dan Rio, Ryan mengatakan terletak pada jam terbang.

"Rio naik kelas untuk pertama kali, jadi pendekatannya berbeda. Tapi kedua pebalap ini hebat, senang bisa bersama mereka. Saya menikmatinya," ujar mantan petinggi tim McLaren ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR