Rio Haryanto masih menunggu

Pebalap Indonesia Rio Haryanto berpose saat menghadiri konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (27/1).
Pebalap Indonesia Rio Haryanto berpose saat menghadiri konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (27/1). | Muhammad Adimaja/Antara

Tenggat itu sudah lewat pada Sabtu (6/2/2016) namun Rio Haryanto masih menunggu kepastian apakah ia bakal menjadi pebalap Indonesia pertama yang berlaga di ajang Formula 1 musim mendatang.

Manor Racing --dulu Manor Marussia-- adalah tim F1 yang berminat memberikan satu dari dua kursi di jet darat mereka untuk Rio. Syaratnya, pebalap berusia 23 tahun itu mesti membawa dana sponsor sebesar EUR15 juta, sekitar Rp229 miliar, dengan uang muka EUR3 juta (Rp45,9 miliar).

Maklum, F1 adalah olahraga yang sangat mahal. Laman wtf1, melalui infografik, menggambarkan rata-rata tim F1 pada musim 2015 menghabiskan dana GBP158 juta (Rp3,1 triliun), termasuk rata-rata GBP13 juta (Rp256 miliar) untuk gaji dua pebalap.

Oleh karena itu, kebanyakan pebalap, terutama yang mengisi kursi di tim-tim kecil seperti Manor, didukung oleh sponsor pribadi untuk bisa ambil bagian dalam balapan tersebut. Dengan demikian tim bisa berhemat karena gaji sang pebalap sudah ditutupi oleh sponsor mereka.

Hingga akhir pekan lalu, menurut Indah Pennywati, ibunda yang kerap berperan sebagai juru bicara Rio, perusahaan minyak nasional Pertamina dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah berkomitmen untuk menjadi sponsor. Pertamina, yang sudah menjadi sponsor Rio sejak masih di GP2, siap mengucurkan EUR5,2 juta (Rp79,6 miliar) sementara Kemenpora, yang mewakili pemerintah, menyatakan akan memberi Rp100 miliar.

Dana tersebut jelas masih kurang dari jumlah yang diminta Manor, tapi bukankah sudah cukup untuk menutupi uang muka yang ditetapkan?

Ternyata, hingga saat ini dana dari Pertamina dan Kemenpora tersebut belum ada di tangan sang pebalap. Pertamina, menurut AntaraNews, baru akan mencairkan kalau tim manajemen Rio sudah mendapatkan dana pendamping untuk menutupi kekurangan.

Sementara dana dari Kemenpora, yang diambil dari APBN, butuh waktu lama pencairannya karena mesti melewati berbagai prosedur birokrasi, termasuk persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

Indah Pennywati, dalam wawancara dengan detikSport, menyatakan bahwa pihaknya baru memiliki USD1 juta untuk membayar uang muka dan tengah berusaha menutupi kekurangannya.

"Kami masih negosiasi (dengan Manor, red.)," kata Indah yang juga menyatakan Manor belum membuat keputusan akan nasib Rio meski tenggat yang ditetapkan sudah berlalu.

Menurut dia, Manor masih menunggu kepastian dana dari Rio, kemungkinan besar hingga akhir pekan ini karena Tim Manor berencana mulai latihan pada pekan depan.

Pada halaman depan situs resmi Manor Racing tampak tulisan "Thats's what we're here for. Full reveal 22/02/2016" yang mengindikasikan bahwa mereka bakal memperkenalkan tim resminya pada 22 Februari.

Berdasarkan data di laman Crash hingga 4 Februari, Manor adalah satu-satunya tim yang belum menentukan dua pebalap mereka untuk musim depan. Selain Rio, ada empat pebalap lain yang digadang bakal mengisi dua kursi tersebut, yaitu Will Stevens, Alexander Rossi, Pascal Wehrlein, dan Roberto Merhi.

Indah menyatakan jarang sekali peluang untuk masuk F1 terbuka lebar seperti kesempatan yang didapat Rio saat ini.

"Belum tentu ada lagi tahun depan. Istilahnya now or never," kata Indah kepada Liputan6.

F1 musim 2016 akan dibuka dengan Grand Prix Australia di Melbourne, 20 Maret, namun tes pramusim dijadwalkan berlangsung 21-25 Februari di Barcelona, Spanyol.

BACA JUGA