SERIE A ITALIA

Roma yang menderita, capaian Allegri sebagai pelatih

Para pemain Atalanta tengah merayakan kemenangan mereka atas Roma. Dalam pertandingan di stadion Olimpico, Roma, Italia, Atalanta menang 2-1 dalam lanjutan Liga Italia Serie A. Atalanta berhasil mengusik tim-tim besar di Italia.
Para pemain Atalanta tengah merayakan kemenangan mereka atas Roma. Dalam pertandingan di stadion Olimpico, Roma, Italia, Atalanta menang 2-1 dalam lanjutan Liga Italia Serie A. Atalanta berhasil mengusik tim-tim besar di Italia. | Angelo Carconi /EPA-EFE

Atalanta memang bukan termasuk dalam kategori tim besar di Italia. Baik soal pamor maupun prestasi, mereka kalah bila dibandingkan dengan Juventus, AC Milan, Inter Milan, bahkan AS Roma. Namun musim ini, segala atribut itu seolah tak berarti.

Mereka berhasil mengusik keberadaan nama-nama besar tadi. Fakta teranyarnya adalah, Ahad (7/1) dini hari WIB, mereka memukul Roma 2-1 di Stadion Olimpico, Roma, Italia dalam lanjutan Liga Italia Serie A.

Dua gol dari Andreas Cornelius pada menit ke-14 dan Marten de Roon (19) hanya mampu dibalas oleh Edin Dzeko (54). Hasil ini memang tak mengubah posisi Serigala Ibu Kota di posisi kelima di papan klasemen, dengan 39 poin.

Namun bagi Nerazzurri, hasil itu memiliki makna lain. Selain mendekatkannya ke zona Eropa--kini mereka di posisi ketujuh dengan 30 poin--hasil ini juga membalas hasil di pertemuan pertama pada 20 Agustus 2017.

Saat itu, mereka kalah dengan skor 1-0 di kandang sendiri, Stadion Atleti Azzurri d'Italia. "Saat ini, kami memiliki semangat tinggi. Kami ingin meraih kemenangan ini dan penampilan tim fantastis," ucap pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, kepada Gazzetta dello Sport.

Tim papan atas yang sudah merasakan "semangat tinggi" Atalanta bukan hanya Roma. Demikian dengan AC Milan yang dihajar 2-0, Napoli dikalahkan 2-1 (di Piala Italia), dan Juventus maupun Lazio ditahan imbang.

Sejatinya, Roma mempunyai kesempatan untuk meraih poin dalam laga pagi tadi--minimal imbang. Sebab, pada menit ke-45, Roon terkena kartu merah; babak kedua pun sepenuhnya milik anak asuh Eusebio Di Francesco.

Namun, hal itu tak dapat dimanfaatkan Dzeko dkk., selain karena Atalanta sudah menurunkan para pemainnya ke zona mereka. Maka, tak perlu heran bila penguasaan bola Atalanta kalah cukup telak dari Roma, 67 persen berbanding 33 persen, seperti dicatat Whoscored.

Selain itu, Roma juga tercatat melepaskan 18 tendangan dan lima tepat sasaran dari. Sedangkan Atalanta 11 tendangan dan empat sesuai target.

"Ini buruk. Ini bukanlah jalan yang kita inginkan," ucap Direktur Olahraga Roma, Ramon Rodriguez Verdejo (Monchi), di situs resmi Roma. "Kami menemukan diri kami pada situasi yang sulit dan kondisi kami (sedang) tak baik."

Memang, Roma tengah memasuki fase negatif. Dari tiga pertandingan terakhir mereka di Serie A, dua di antaranya kalah dan 1 imbang. Monchi mengatakan, "Kami adalah klub besar. Satu kekalahan adalah krisis, dua kekalahan adalah sesuatu yang lebih buruk lagi."

Opta mencatat hal yang lebih mengenaskan lagi pada pertandingan melawan Atalanta, soal periode terjadinya gol di 20 menit awal. Dari 18 pertandingan yang telah dilalui, hanya tiga gol saja yang terjadi di rentang waktu tersebut.

Hal ini berbanding terbalik dengan Atalanta. Dari tujuh pertandingan terakhir di liga, mereka hanya kalah sekali, imbang dua kali, dan sisanya menang. Maka, tak salah bila Gasperini mengatakan bila timnya tengah memiliki semangat tinggi.

Kemenangan ke-200 Allegri

Bila Roma kalah, tak demikian dengan Juventus pada pertandingan dini hari tadi. "Si Nyonya Tua" mampu mengalahkan tuan rumah Cagliari dengan skor 1-0. Sebiji gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh gelandang serang Federico Bernardeschi pada menit ke-74.

Federico Bernardeschi tengah merayakan golnya ke gawang Cagliari. Juventus menang 1-0 atas tuan rumah Cagliari dalam lanjutan Liga Italia Serie A.
Federico Bernardeschi tengah merayakan golnya ke gawang Cagliari. Juventus menang 1-0 atas tuan rumah Cagliari dalam lanjutan Liga Italia Serie A. | Fabio Murru /EPA-EFE

Hasil ini membuat Juventus menempel ketat Napoli di puncak klasemen--yang pada pertandingan beberapa jam sebelumnya berhasil mengalahkan Verona dengan skor 2-0. Juventus kini mengoleksi 50 poin, sedangkan Napoli 51 poin.

Cagliari memang bukanlah lawan sepada Juventus, meski bermain di kandang sendiri, Stadion Sant'Elia. Mereka kalah segala-galanya. dari penguasaan bola, Juventus unggul 60 persen, berbanding 40 milik tuan rumah.

Pun dengan usaha membobol gawang. Paulo Dybala cs. berhasil melepaskan 16 sepakan, sedangkan Cagliari hanya sembilan. Namun yang menyamakan keduanya adalah, jumlah peluang yang tepat sasaran.

kedua tim minim membuat tembakan on target. Masing-masing hanya dua. Menurut pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, penyebab dari hal itu adalah kondisi ideal Cagliari dalam pertandingan tersebut.

"Kami beradaptasi dengan pertandingan sulit melawan Cagliari yang sempurna," ucap Allegri di laman resmi Juventus. Oleh karena itulah Allegri puas dengan penampilan anak buahnya pada pertandingan tersebut.

Kini, Juventus bisa memasuki masa jeda kompetisi dengan cukup nyaman; menempel ketat Napoli dan memperlebar jarak dengan Inter Milan di peringkat ketiga. "Anak-anak telah melakukan pekerjaan yang baik di periode ini. Mereka berhak istirahat dan berlibur," ucapnya.

Kemenangan ini juga menjadi sejarah tersendiri bagi Allegri. Menurut Opta, dia kini telah membukukan kemenangan ke-200 sebagai pelatih, 100 di antaranya dibuat di Juventus.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR