SERIE A ITALIA

Ronaldo mencetak gol ke-5.000 Juventus di Serie A

Pemain depan Juventus, Cristiano Ronaldo, tengah berusaha mencetak gol ke gawang Torino dalam laga ke-16 Liga Serie A Italia Stadion Olimpico Grande Torino, Turin, Italia, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB. Juventus menang 1-0.
Pemain depan Juventus, Cristiano Ronaldo, tengah berusaha mencetak gol ke gawang Torino dalam laga ke-16 Liga Serie A Italia Stadion Olimpico Grande Torino, Turin, Italia, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB. Juventus menang 1-0. | Alessandro di Marco /EPA-EFE

Ada dua titik penting yang dipijak Juventus kala memenangi laga Derby Kota Turin 1-0 melawan Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Turin, Italia, pada Minggu (16/12/2018) dini hari WIB.

Pertama, ini adalah kemenangan kedelapan Juventus secara berturut-turut di laga tandang Liga Italia Serie A musim 2018/2019. Dalam catatan Opta Paolo, jumlah tersebut merupakan yang terpanjang yang pernah dibukukan Si Nyonya Tua di Serie A.

Catatan kedua, kemenangan tipis tersebut sudah cukup membuat Juventus mencetak sejarah baru di kompetisi sepak bola tertinggi di tanah Italia. Yakni, menjadi klub pertama yang berhasil mencetak 5.000 gol di Serie A, alias yang tersubur.

Capaian ini tentu cukup istimewa. Pasalnya, jika mengacu klub mana yang memiliki jumlah partisipasi paling sering di Serie A, maka jawabannya adalah Inter Milan.

Sejauh ini, Inter belum pernah terdegradasi, sehingga sudah 87 musim mereka bermain di Serie A. Sedangkan Juventus, sudah pernah sekali turun kasta, jadi hanya membukukan 86 musim--jumlah yang sama dimiliki AS Roma.

Meski menit bermainnya di Serie A lebih sedikit dibanding Inter, toh nyatanya Juventus menjadi yang tersubur sejauh ini. Sedangkan Inter menjadi klub kedua tersubur, dengan 4.863 gol hingga saat ini.

Adalah Cristiano Ronaldo yang membawa Juventus kepada dua capaian tadi. Tendangan penaltinya pada menit ke-70, membuat La Vecchia Signora pulang dengan tiga poin di pekan ke-16 Serie A.

Kini, Juventus pun semakin kokoh di pucuk klasemen sementara. Hanya sekali imbang dan 15 kali menang, tim asuhan Massimiliano Allegri berhasil mengumpulkan 46 poin, beda 11 poin dari peringkat kedua Napoli yang baru melakoni 15 laga.

Pada laga dini hari tadi, secara permainan, kedua tim berimbang. Dalam catatan statistik, tak ada perbedaan angka mencolok yang dibukukan Juventus dan Torino--meski Juve akhirnya menang.

Untuk hal ini, Allegri punya pembelaan. Menurutnya, Juventus tengah cukup kelelahan karena tiga hari sebelumnya melakoni laga melawan Young Boys di Liga Champions.

Pembelaan selanjutnya, meski dari 16 pertemuan terakhir Juventus berhasil membukukan 13 kemenangan, dua imbang, dan sekali kalah melawan Torino, tapi status derby memiliki dimensi berbeda.

Terlebih, menurut Allegri, Torino tengah dalam momentum yang baik: tak terkalahkan pada empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. "Ini adalah hasil yang bagus dan merupakan langkah besar untuk kami," ucap Allegri dalam laman resmi Juventus.

"Terlepas dari lapangan yang buruk, kami bermain baik di babak kedua. Kami menciptakan banyak peluang. Pemain mampu membaca pertandingan dengan baik," tambahnya.

Jika Juventus tengah bersuka atas kemenangan ini, tak demikian dengan Torino. Sang pelatih, Walter Mazzarri, mengatakan bahwa timnya pantas mendapat dua penalti dalam pertandingan tersebut.

"Kami telah memberikan segalanya, tapi pertandingan diputuskan lewat tendangan penalti (untuk Juventus). Saya pikir, kami layak mendapat hasil imbang," ucap Mazzarri dalam Calciomecarto.com.

Namun, Mazzarri sadar bahwa sulit untuk mencuri poin dari Juventus musim ini. Musababnya, menurut Mazzarri, belum kalahnya Juventus di Serie A musim ini bukan karena kebetulan semata.

"Juventus memiliki banyak pemain hebat, termasuk Giorgio Chiellini yang merupakan bek terbaik saat ini," kata Mazzarri.

Inter memperoleh kemenangan

Pada laga dini hari tadi, bukan hanya Juventus saja tim besar di Italia yang memperoleh kemenangan. Demikian juga dengan Inter Milan. Menjamu Udinese di Stadion San Siro, Milan, Italia, tuan rumah menang tipis, 1-0.

Gol tendangan penalti Mauro Icardi pada menit 76, membuat Inter cukup nyaman di posisi tiga klasemen sementara. Inter kini memiliki 32 poin dari 16 laga, terpaut enam poin dari AC Milan di peringkat keempat yang baru menjalani 15 laga.

Kemenangan ini sekaligus memutus rangkaian hasil buruk Inter dalam empat pertandingan terakhir, dua kali kalah dan dua kali imbang. Meski demikian, sang pelatih, Luciano Spalletti, masih kurang suka dengan capaian ini.

"Kami bermain baik, tapi itu tanpa menunjukkan intensitas permainan yang sebenarnya. Kami tidak berhasil menunjukkan semburan energi yang tepat. Kami perlu kegenasan yang lebih di lapangan," ucap Spalletti dalam situs resmi Inter.

Selain itu, menurut pelatih berkepala plontos tersebut, Inter kerap kali kehilangan bola dengan cara yang konyol. "Kami sering berhasil mencapai posisi bertahan mereka, tapi tanpa kualitas menyelesaikan peluang itu," katanya.

"Untuk menjadi juara, tidak hanya dibutuhkan skuat yang bagus. Namun juga tim harus lebih mampu memanfaatkan peluang."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR