Ronaldo raih Ballon d'Or dan eranya bersama Messi

Cristiano Ronaldo dengan trofi Ballon d'Or kelimanya di Paris, Prancis, Kamis malam (7/12) waktu setempat. Ia berhasil menyamai prestasi Messi.
Cristiano Ronaldo dengan trofi Ballon d'Or kelimanya di Paris, Prancis, Kamis malam (7/12) waktu setempat. Ia berhasil menyamai prestasi Messi. | Faugere Franck Handout /EPA-EFE

"Satu mimpi lainnya jadi kenyataan, sulit dipercaya. Terima kasih untuk keluarga, teman, rekan setim, pelatih, dan pihak yang berdiri bersamaku melewati tahun demi tahun."

Begitu tulis Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro dalam akun media sosial Twitter miliknya, @Cristiano. Ucap syukur itu tak lepas dari apa yang terjadi di Paris, Prancis, pada Kamis malam (7/12) waktu setempat.

Ia dianugerahi oleh France Football penghargaan Ballon d'Or. Ini adalah kali kelima pemain kelahiran Madeira, Portugal, 32 tahun silam itu mendapatkan salah satu trofi paling prestisius di ajang sepak bola tersebut.

"Saya selalu harapkan setiap tahunnya," kata Ronaldo sesaat setelah menerima penghargaan, seperti yang dilansir BBC. Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa 2017 adalah tahunnya Ronaldo, bukan Lionel Messi, apalagi Neymar.

Dua pemain terakhir disebut itu, menduduki peringkat dua dan tiga. Sedangkan Gianluigi Buffon dan Luka Modric berada di posisi empat dan lima.

Tiga urutan teratas itu, mengingatkan apa yang terjadi akhir Oktober lalu di London, Inggris. Ronaldo juga didapuk menjadi pesepak bola pria terbaik 2017 di ajang tahunan FIFA. Messi berada di peringkat dua dan Neymar ketiga.

Ronaldo memang pantas meraih penghargaan pemain terbaik 2017. BBC menggambarkan, 2016/2017 adalah musim yang paling bersinar bagi mantan pemain Manchester United tersebut.

Setelah mengantarkan Portugal sebagai juara Piala Eropa 2016, ia mengantar Real Madrid meraih juara La Liga--terakhir 2012/2013, sebelum dikuasai Barcelona hingga 2015/2016--dan Liga Champions.

Mungkin, sebagian pihak akan mengatakan bahwa capaian Madrid musim lalu adalah hasil kerja kolektif pemain El Real maupun pelatih. Tidak salah memang.

Namun, peran Ronaldo sangat signifikan. Misalnya, saat ia mencetak dua gol kala Madrid berjumpa Juventus di Final Liga Champions. Total, 12 gol dicetak Ronaldo di turnamen paling bergengsi di Benua Biru itu.

Jumlah tersebut menjadikan Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champions. Sedangkan di La Liga, dia mencetak 25 gol dari 29 penampilannya. Jumlah itu terbanyak bagi Madrid; meski lebih sedikit dari Messi (37 gol) dan Luiz Suarez (29 gol).

Apakah Ronaldo puas dengan capaian tersebut? Tentu. Tetapi ia mengisyaratkan bahwa masih belum mau berhenti berprestasi. "Saya masih ingin bersaing di level tertinggi," ucapnya, seperti dikutip dari Tribuna.

Itu jawaban serius Ronaldo. Namun, ketika ditanya berapakah jumlah penghargaan Ballon d'Or yang ingin ia raih, ia jawab sembari bercanda.

"Saya ingin tujuh Ballon d'Or dan tujuh anak," ucapnya dengan tertawa, dinukil dari Goal. Tujuh adalah nomor yang identik dengannya di manapun.

Mencari pengganti Ronaldo-Messi

Satu dekade terakhir memang menjadi masa jaya Ronaldo dan Messi. Mereka berhasil membawa timnya menguasai Liga Champions dalam 10 tahun terakhir: Barcelona tiga kali dan Real Madrid 3 kali.

Mereka pun silih berganti menjadi top skor La Liga di 10 musim terakhir. Dan, penahbisan atas capaiannya itu adalah Ballon d'Or. Dalam 10 tahun terakhir, distribusi penghargaan itu jatuh ke tangan mereka berdua, dengan jumlah proporsional, masing-masing lima.

Dalam rentang satu dekade terakhir ini, bisa disebut era Ronaldo dan Messi.

Siapa yang lebih hebat di antara keduanya? Sulit menjawabnya. Tak ada jawaban pasti soal itu. Hanya saja, bila pertanyaan itu diubah menjadi siapakah yang terbaik dalam 10 tahun terakhir, tentu jawabannya Ronaldo dan Messi.

"Itu adalah fakta, Ronaldo dan Messi," tulis The Guardian. Pemain lain hanya nominasi saja, tak ada yang benar-benar mengusik keduanya.

Sebab, dari tahun ke tahun, untuk penghargaan Ballon d'Or, Ronaldo dan Messi selalu menjadi yang terbaik atau runner-up. Bila ada kategori lain, yakni "Hampir Mendapatkan Penghargaan" atau "Si Peringkat Tiga", pasti bukan untuk mereka berdua.

Dari tahun ke tahun, peringkat tiga selalu jatuh ke orang yang berbeda. Fernando Torres pada 2008, Franck Ribeery (2013), Manuel Neuer (2014), Antoine Griezmann (2015), Neymar (2016).

Atau Xavi (2009, 2010, 2011) dan Andres Iniesta pada 2010 and 2012. Sebagai catatan, hanya pada 2010 saja Ronaldo tidak masuk nominasi tiga besar. Saat itu, penghargaan jatuh ke tangan Messi, kedua Iniesta, dan ketiga Xavi.

Namun, tak ada keabadian dalam sepak bola--selain nama. Prestasi di lapangan hijau, akan habis pada satu titik. Untuk hal ini, Ronaldo sempat menyinggung Neymar dalam pernyataannya malam tadi.

"Neymar sangat berpotensi memenangkan Ballon d'Or di masa depan. Pasti ada alasan mengapa ia berada di posisi ketiga setelah saya dan Messi," ucapnya.

Di luar Neymar, masih banyak pula pemain yang memiliki potensi meraih Ballon d'Or di kemudian hari. Bleacher Report mengumpulkan beberapa di antaranya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR