LIGA 1 INDONESIA

Saatnya Persija akhiri 16 tahun dahaga gelar

Pesepak bola Persija Jakarta, Marko Simic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perseru pada laga lanjutan Liga 1, di Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/10/2018). Pada pertandingan tersebut tuan rumah Persija Jakarta unggul atas Perseru dengan skor akhir 2-1.
Pesepak bola Persija Jakarta, Marko Simic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perseru pada laga lanjutan Liga 1, di Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/10/2018). Pada pertandingan tersebut tuan rumah Persija Jakarta unggul atas Perseru dengan skor akhir 2-1. | Risky Andrianto /Antara Foto

Persija Jakarta semakin membuka kans mereka untuk menjuarai Liga 1 Indonesia musim 2018 setelah mengalahkan Barito Putera dengan skor 3-0. Meski demikian, juru taktik klub Ibu Kota, Stefano Cugurra, masih enggan berbicara soal kemungkinan itu.

Dua gol via Marko Simic pada menit 41 (penalti) dan 74, ditambah satu dari Novri Setiawan (45+2) pada laga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) sore membuat Persija berada di posisi kedua Liga 1 Indonesia.

Sepanjang sejarah Liga 1 Indonesia--yang namanya kerap kali berubah--Macan Kemayoran berhasil menjadi juara pada 2001. Sedangkan, kala kompetisi masih bersifat perserikatan, mereka juara pada tahun 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979.

Berarti, bila tolok ukurnya adalah kompetisi profesional, terbuka peluang Persija untuk mengakhiri dahaga gelar yang sudah berjalan selama 16 tahun. Penantian yang sangat lama untuk tim dengan sejarah panjang dan pendukung fanatik--The Jakmania--di liga Indonesia.

Saat ini, dari 27 laga yang telah dilewati Macan Kemayoran, mereka berhasil mengumpulkan 48 poin, tertinggal hanya dua poin dari pemuncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia, PSM Makassar, yang telah memainkan 28 laga.

"Terima kasih kepada para pemain. Mereka kerja keras dan mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan usai. Hari ini kami bermain sebagai tim," ucap Teco, panggilan Stefano, dalam laman resmi Liga 1 Indonesia.

Hasil ini jelas disyukuri Teco. Pasalnya, peringkat kedua merupakan posisi terbaik yang pernah dirasakan Persija sepanjang musim ini. Selama ini, mereka lebih sering berkutat di papan tengah, entah itu posisi keempat, enam, maupun tujuh.

Namun, grafik tersebut mulai konsisten kala Persija memasuki laga pekan ke-22, dan membaik seiring berjalannya waktu. Dalam periode tersebut, klub Ibu Kota beroleh lima kemenangan dan sekali menderita kekalahan.

Kredit lebih harus ditujukan kepada lini belakang mereka. Dalam enam pertandingan terakhir, kecuali kalah 2-3 saat melakoni laga tandang melawan Persib Bandung pada pekan ke-23, lini belakang Persija tampil apik.

Mereka berhasil membuat tiga catatan clean sheets dan hanya kebobolan sebiji gol di dua pertandingan lainnya. Kini, mereka pun tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, hanya 27.

Indikator lain mengapa Persija memiliki kans besar untuk menjuarai Liga 1 Indonesia 2018 adalah jadwal tujuh pertandingan tersisa. Dari jumlah tersebut, Persija memiliki empat pertandingan kandang dan tiga tandang.

"Saya merasa ini salah satu pertandingan terbaik yang bisa mengantarkan kami menjadi juara"

Marko Simic

Catatan pertandingan kandang mereka musim 2018 pun terbilang bagus. Dari 13 laga kandang yang telah dilalui Marko Simic dkk., mereka berhasil memenangi delapan di antaranya dan hanya dua kali kalah. Sisanya imbang.

Sedangkan kala melakoni laga tandang, dari 14 laga Persija berhasil memenangi enam pertandingan, tiga kali imbang, dan menderita lima kekalahan. Catatan yang cukup apik.

Bila ada batu sandungan ke depannya, besar kemungkinan hal itu bakal terjadi pada laga ke-30. Saat itu Persija harus melakoni laga tandang ke Stadion Andi Mattalata, kandang PSM. Pada pertandingan putaran pertama, kedua tim bermain imbang 2-2.

Melihat kans tersebut, Teco nampaknya memilih untuk tidak jemawa. Menurutnya, tujuh laga tersisa timnya masih merupakan jalan yang panjang. Dan, semua dapat terjadi pada periode tersebut.

"Saya pikir masih ada beberapa tim yang punya kans buat juara, termasuk Persib Bandung. Kami harus kerja keras dan selalu konsentrasi selama latihan," ucap juru strategi asal Brasil tersebut.

"Setiap pertandingan harus lebih bekerja keras. Sekarang lebih bagus kami tidak main di tempat netral lagi. Main di (Stadion) Patriot bagus untuk tim."

Hingga saat ini, Persija tak dapat melakoni laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Mereka sempat pindah-pindah markas karena stadion terbesar di Indonesia itu digunakan untuk Asian Games, Asian Para Games, kemudian Piala AFC U-19.

Bila Teco memilih bersikap hati-hati, tak demikian dengan Simic. Pesepak bola berpaspor Kroasia tersebut yakin Persija mampu menjadi juara untuk kali kedua di kompetisi tertinggi di Indonesia.

"Saya merasa ini (melawan Barito Putera) merupakan salah satu pertandingan terbaik yang bisa mengantarkan kami menjadi juara," ucap Simic yang dikutip dari Tribunnews.com.

"Sekarang akhirnya orang bisa melihat kami main di Jakarta. Saya berharap kami bisa bermain di Gelora Bung Karno karena kami punya kans besar untuk menjadi juara."

SUGBK dikabarkan bisa digunakan Persija lagi mulai akhir Oktober 2018. Bila terwujud berarti pertandingan melawan PS Tira pada 10 November akan menandai kembalinya Simic dkk. ke kandang Macan Kemayoran.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR