SERIE A ITALIA

Scudetto ke-8 beruntun dan rekor lain Si Nyonya Tua

Para pemain Juventus merayakan keberhasilan menjuarai Serie A Italia setelah menang 2-1 atas Fiorentina di Stadion Allianz, Turin, Italia (20/4/2019).
Para pemain Juventus merayakan keberhasilan menjuarai Serie A Italia setelah menang 2-1 atas Fiorentina di Stadion Allianz, Turin, Italia (20/4/2019). | Alessandro di Marco /EPA-EFE

Rekor baru dicatatkan Juventus. Si Nyonya Tua menjadi klub Italia pertama yang menjuarai Serie A delapan kali berturut-turut. Keberhasilan tersebut ditentukan dengan kemenangan 2-1 atas Fiorentina pada pertandingan Sabtu (20/4/2019) di Allianz Stadium, Turin, Italia.

Sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Nikola Milonkevic (6'), Juventus membalas melalui Alex Sandro (37'). Kemenangan tuan rumah ditentukan oleh gol bunuh diri German Pezzella pada menit ke-53.

Tambahan tiga angka membuat pasukan Massimiliano Allegri telah mendulang 87 poin dari 33 pertandingan musim ini, unggul 20 poin atas Napoli. Walau sang pesaing baru turun lapangan 32 kali, kalaupun mereka selalu menang dalam enam laga tersisa, maksimal poin yang terkumpul hanya 18.

Para pemain dan penggemar Juventus langsung merayakan Scudetto (sebutan lain untuk juara Serie A) tersebut dengan meriah. Trofi kedelapan beruntun sejak musim 2011/2012 itu juga menjadi pelipur lara setelah disingkirkan Ajax Amsterdam pada perempat final Liga Champions UEFA beberapa hari sebelumnya.

Gelar tersebut juga menjadi yang ke-35 sepanjang sejarah Si Nyonya Tua di Serie A. Sebenarnya Juventus telah 37 kali mengangkat trofi, namun dua gelar mereka pada 2005 dan 2006 dicabut karena skandal "calciopoli".

Meski berkurang dua, jumlah 35 gelar juara itu masih nyaris dua kali lebih banyak dari AC Milan yang berada di peringkat kedua dalam daftar rekor juara terbanyak Serie A dengan 18 gelar.

โ€œSaya sangat puas, ini adalah pencapaian besar. Merebut Scudetto kedelapan dengan lima pertandingan tersisa menunjukkan signifikansi segala yang telah kami lakukan," kata Allegri dalam situs resmi Juventus.

"Pada musim sebelumnya, performa kami sempat menurun. Tetapi musim ini ... kami harus berlari kencang."

Ia juga menyatakan bahwa merebut gelar juara delapan kali beruntun tidaklah mudah. "Saya mendengar banyak yang menyatakan perebutan trofi tidak berjalan menarik. Namun itu lebih karena kehebatan Juventus, bukan karena lemahnya yang lain," jelasnya.

Sebelum Juventus, hanya ada tiga klub lain yang pernah memastikan scudetto saat masih lima pertandingan tersisa. Mereka adalah Torino (musim 1947-48), Fiorentina (1955-56), dan Inter Milan (2006-07).

Juventus juga kini menjadi satu-satunya klub di lima liga terbesar Eropa--Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis--yang pernah juara delapan kali berturut-turut, melewati rekor yang sebelumnya mereka pegang bersama klub Prancis, Lyon (2002-2008).

Ronaldo 1.000 persen bertahan

Scudetto tersebut menjadi yang pertama bagi Cristiano Ronaldo, megabintang yang dibeli pada awal musim dari klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Ia sebenarnya direkrut untuk membantu Juventus mengakhiri penantian gelar juara di kancah Eropa. Juventus terakhir menjadi juara Liga Champions pada 1996.

Trofi Liga Champions memang gagal digapai pada musim perdana CR7--sapaan Ronaldo--tetapi juara Serie A bisa menjadi pengalih perhatian sementara. Penyerang asal Portugal itu juga menjadi pemain pertama yang berhasil menjadi juara di Liga Primer Inggris (bersama Manchester United), La Liga Spanyol, dan Serie A.

Pencapaian yang terbilang luar biasa, mengingat ketatnya persaingan di tiga liga teratas Eropa tersebut. Selain itu, tak banyak pemain yang bisa langsung cocok dengan karakter berbeda dalam permainan sepak bola di tiga negara tersebut.

"Ini adalah musim pertama yang bagus dan saya beradaptasi dengan baik. Kami merebut scudetto dan Piala Super Italia, yang jelas tak mudah dicapai," kata Ronaldo.

Pemain berusia 34 tahun itu menyadari bahwa mereka tak mungkin memenangi segalanya. Namun ia bertekad untuk bisa membawa Juventus mengangkat piala Liga Champions musim depan.

"Tahun depan adalah halaman baru. Para penggemar menginginkannya, begitupula kami," kata Ronaldo, sembari menambahkan bahwa ia "1.000 persen" akan bertahan di Juventus musim depan.

Ronaldo juga masih berpeluang mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Serie A pada musim perdananya. Dengan 19 gol, ia hanya terpaut satu gol dengan penyerang Napoli, Duvan Zapata. Mengingat masih ada lima laga tersisa, peluang memuncaki daftar tersebut amat terbuka bagi CR7.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR