SERIE A ITALIA

Sejarah baru Atalanta dan langkah dramatis Inter Milan

Pelatih Gian Piero Gasperini diangkat oleh para pemain Atalanta usai memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan dari kompetisi Serie A Italia, Minggu (26/5/2019).
Pelatih Gian Piero Gasperini diangkat oleh para pemain Atalanta usai memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan dari kompetisi Serie A Italia, Minggu (26/5/2019). | Paolo Magni /EPA-EFE

Kompetisi Liga Italia Serie A berakhir pada Minggu (26/5/2019). Setelah Juventus juara dan Napoli memastikan dua tiket pertama ke Liga Champions, karcis tersisa direbut Atalanta serta Inter Milan.

Bagi Juventus, Napoli, dan Inter Milan, bermain di Liga Champions sudah biasa. Namun, tidak demikian bagi Atalanta.

Kemenangan 3-1 atas Sassuolo di Stadion Mapei, Bergamo, Minggu (26/5) membuat Atalanta memastikan bertahan di posisi tiga klasemen akhir. Ini adalah posisi tertinggi Atalanta dalam 112 tahun sejarah mereka sehingga lolos ke Liga Champions --kompetisi termahsyur antarklub Eropa-- untuk pertama kalinya.

Pelatih Gian Piero Gasperini menyambut lega sejarah baru Atalanta dan menegaskan bakal melakoni Liga Champions dengan baik. "Ini pertarungan yang sangat sulit, kami menjalani pertandingan yang berat. Anak-anak main dengan baik," ujar pelatih 61 tahun itu dilansir Calciomercato.com.

Gasperini benar bahwa pertandingan melawan Sassuolo tidaklah mudah. Mereka tertinggal lebih dulu pada menit ke-19 melalui gol Domenico Berardi.

Duvan Zapata berhasil membalas pada menit ke-35. Namun, gol kemenangan yang dibutuhkan tak kunjung hadir karena Sassuolo memberi perlawanan hebat.

Namun, Atalanta mendapat angin segar ketika Sassuolo harus bermain dengan 10 pemain usai keributan kecil antarpemain. Di ujung babak pertama, Berardi menuai kartu merah sehingga Atalanta berhasil menguasai permainan pada babak kedua.

Pada menit ke-53, kapten Alejandro Gomez mencetak gol kedua untuk Atalanta sebelum disambung oleh Mario Pasalic pada menit ke-65. Sedangkan Sassuolo harus menutup laga dengan sembilan pemain setelah Francesco Magnanelli menuai kartu kuning kedua akibat memprotes wasit Daniele Doveri pada menit ke-83.

Lolos ke Liga Champions adalah kado istimewa bagi Atalanta setelah kecewa gagal menjuarai Piala Italia menyusul kekalahan dari Lazio pekan lalu (16/5). Dan keberhasilan Atalanta adalah sebuah anomali seperti halnya Claudio Ranieri, pelatih asal Italia yang membawa Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015-16.

Namun, Atalanta melakukannya dengan tidak biasa pula. Mereka tak melakukan latihan pramusim seperti lazim diselenggarakan klub-klub di Eropa, terutama di luar negeri.

Atalanta praktis hanya libur tiga pekan dan tidak melakoni latihan pramusim karena pada 26 Juli 2018 harus bertandang ke Sarajevo di Serbia untuk menjalani leg pertama kualifikasi kedua Liga Europa. Atalanta lantas gagal masuk ke fase utama setelah kalah adu penalti dari Copenhagen pada fase playoff.

Setelah itu, Atalanta pun seperti biasanya; fokus mengikuti kompetisi domestik saja. Dan mereka kini mendapatkan hasilnya.

"Ini hasil yang hebat bagi Atalanta, bagi (kota) Bergamo, bermain di Liga Champions adalah hal fantastis. Jangan berterima kasih kepada saya, tapi pemain.

"Mereka latihan sejak 4 Juli, memainkan partai pendahuluan Liga Europa pada 26 Juli. Kami tak pernah libur, kecuali sepekan pada Natal," tukas Gasperini dalam Football Italia.

Dari laga lain, Radja Nainggolan memastikan tiket pamungkas ke Liga Champions untuk Inter dengan golnya pada menit ke-81 demi skor 2-1. Kemenangan diraih dengan perjuangan keras dan keberuntungan.

Inter harus menunggu gol hingga menit ke-51 saat Keita Balde memecah kebuntuan. Inter kemudian mendapat hadiah penalti, tapi eksekusi kapten Mauro Icardi berhasil digagalkan kiper Bartlomiej Dragowski.

Empoli yang juga membutuhkan kemenangan untuk meloloskan diri dari degradasi berhasil mengejutkan publik Stadion Giuseppe Meazza di kota Milan melalui gol Hamed Junior Traore pada menit ke-76.

Beruntung ada Radja yang sukses menyambar bola rebound dari tiang gawang. Maklum, jika tak ada gol itu, bukan tak mungkin Empoli bisa mencuri gol pada akhir laga.

Pasukan Aurelio Andreazzoli mencatat dua peluang tambahan pada menit akhir. Pertama, kemelut melahirkan bola yang mengenai mistar gawang dan kedua adalah penetrasi Francesco Caputo dalam situasi one on one yang dimentahkan kiper Samir Handanovic.

Inter pun menang walau meraih satu gol tambahan yang dianulir wasit karena Balde menjatuhkan Dragowski dalam proses serangan balik. Balde pada akhirnya harus menuai kartu kuning kedua alias kartu merah.

Kemenangan bagi Inter pun membuatnya tetap di urutan keempat dan tidak terpengaruh oleh tiga poin yang diraih rival sekotanya, AC Milan. Kemenangan 3-2 Milan di kandang SPAL pun hanya melahirkan tiket ke Liga Europa bersama dengan AS Roma.

Adapun Lazio meraih tiket ke Liga Champions dari jalur juara Piala Italia kendati dikalahkan Torino pada laga pamungkas tadi malam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR